Tim Gabungan Telusuri Sungai Penyebab Banjir Bandang Tanah Datar

Banjir bangdang di Malalo Tanah Datar, Sumbar

Dampak banjir bandang Malalo, Tanah Datar. (Foto: Humas Pemkab Tanah Datar)

Langgam.id – Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Datar, TNI, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan relawan telusuri hulu sungai penyebab banjir bandang yang melanda Jorong Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh, Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tanah Datar, Thamrin menyebutkan, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pembersihan material banjir bandang di sekitar lahan milik masyarakat serta tim gabungan sudah bergerak menelusuri hulu sungai untuk mencari tahu penyebab banjir bandang.

“Hari ini sesuai instruksi pak gubernur, di kawasan ini ada tujuh aliran sungai, ancaman bencana cukup besar. Hari ini kami telusuri aliran sungai dari hilir sampai ke hulu. Semua terlibat dari TNI, relawan dan OPD,” ujarnya saat dihubungi Langgam.id via telepon, Senin (20/1/2020).

Penelusuran aliran sungai tersebut, kata Thamrin, merupakan upaya pemerintah untuk mitigasi bencana. Sehingga, mengetahui kondisi terkini pascabanjir bandang terjadi. Apabila masih berpotensi terjadi, warga dapat diberitahu secepat mungkin.

“Karena intensitas hujan masih tinggi. Kalau pengamatan akan berpotensi banjir bandang, lebih dini kita ketahui. Masyarakat bisa diberitahu segera. Jadi ini ditekankan sekali oleh Pak Gubernur,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait jumlah kerugian akibat banjir bandang Tanah Datar, hingga saat ini masih belum dapat dipastikan.

Dijealaskan Thamrin, pihaknya masih fokus untuk pemulihan pascabencana. Setidaknya, akibat bencana tersebut, delapan Kepala Keluarga (KK) terdampak.

“Untuk kerugian belum semua masuk ke posko, contoh soal ternak warga yang hilang. Kemudian soal perumahan, dari PDAM beberapa kerugian jaringan aliran air kami belum mendapat informasi,” ucapnya.

Total kerugian, ditargetkan akan dapat ditaksir setelah tanggap darurat selesai. Seperti diketahui, tanggap darurat diberlakukan selama tujuh hari mulai tanggal 18-24 Januari.

“Target kami, akhir tanggap darurat sudah didapat (kerugian). Sekarang perkiraan belum bisa kami prediksi,” katanya. (Irwanda/ZE)

Baca Juga

TNI AD sudah memasang lima jembatan bailey di Tanah Datar. Pemasangan ini dilakukan karena jembatan sebelumnya diterjang banjir bandang
TNI AD Bangun Jembatan Armco di Salimpauang
Warga Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, masih merasakan dampak berat pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah
Kementerian PU Kebut Normalisasi Sungai Batang Kuranji Pascabencana
Menko Polhukam Sambangi Salareh Aia
Menko Polhukam Sambangi Salareh Aia
Merawat Memori untuk Jalur Kereta Api di Lembah Anai
Merawat Memori untuk Jalur Kereta Api di Lembah Anai
Serikat Petani Indonesia Gerakkan Karavan Solidaritas ke Wilayah Bencana di Sumatra
Serikat Petani Indonesia Gerakkan Karavan Solidaritas ke Wilayah Bencana di Sumatra
Belajar Bencana Sumatra Dari Yang Sudah-sudah
Belajar Bencana Sumatra Dari Yang Sudah-sudah