The Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition 2026 Resmi Ditutup

Langgam.id- The Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition 2026 resmi ditutup Selasa (13/10/2026), kegiatan itu sukses menarik minat pematung dalam dan luar negeri.

Melalui The Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition 2026, Anita Dikarina, putri Arby Samah, berupaya menghidupkan kembali nama besar sang ayah. Bukan sekadar mengenang sosoknya, kegiatan ini menjadi upaya meneruskan semangat eksplorasi seni yang telah diwariskan Arby Samah, pelopor seni patung abstrak di Indonesia.

Selama 8–14 Oktober 2026, sebanyak 19 pematung, terdiri dari 13 seniman mancanegara dan enam seniman Indonesia, berkumpul untuk mengeksplorasi gagasan, material, dan bentuk. Kayu, batu, dan besi menjadi medium yang diolah menjadi karya dengan karakter dan interpretasi masing-masing.

Mengusung tema “Melintas Batas: Abstraksi dan Harmoni Global”, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan karya seni, tetapi juga membuka ruang perjumpaan lintas budaya. Para seniman membawa pengalaman, latar belakang, dan cara pandang yang berbeda, lalu mempertemukannya melalui proses penciptaan patung.

Anita saat menyampaikan sambutan penutupan kegiatan mengungkapkan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu mewujudkan pertemuan para seniman itu di Sumatera Barat.

“Rasanya baru kemarin menyambut para pematung dari 19 negara,” ujar Anita.

Ia mengakui, membangun sebuah kegiatan internasional bukanlah perkara mudah. Komunikasi dan jejaring menjadi bagian penting untuk mempertemukan para seniman dari berbagai negara. Dalam prosesnya, dukungan kurator Ali Umar, S.Sn., dan pihak-pihak yang membantu menghubungkan panitia dengan para peserta menjadi bagian penting dari terselenggaranya kegiatan tersebut.

Anita juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui dukungan Dana Indonesiana dan LPDP, Pemerintah Provinsi Sumbar, Dinas Kebudayaan, Taman Budaya Sumatera Barat, serta seluruh panitia, pendamping seniman, relawan, dan pihak yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.

Baginya, keberhasilan kegiatan ini bukan semata-mata tentang menghadirkan pematung dari berbagai negara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk membuka ruang berkarya, memperluas jejaring, dan mempertemukan gagasan yang berbeda dalam satu panggung kebudayaan.

Bagi sebagian orang, patung mungkin hanya tampak sebagai benda dengan bentuk tertentu. Namun, dalam seni patung abstrak, sebuah karya dapat menyimpan beragam kemungkinan makna. Bentuk, garis, tekstur, dan material memberi ruang bagi setiap orang untuk membangun interpretasinya sendiri.

Hal itu pula yang dirasakan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Ahmad Zakri, ketika menyaksikan karya-karya yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, ia mengaku memperoleh pengalaman dan kesan tersendiri saat melihat karya para pematung. Menurutnya, sebuah karya seni dapat menghadirkan tafsir yang berbeda, bergantung pada sudut pandang orang yang menikmatinya.

Pengalaman itu memperlihatkan bahwa seni patung memiliki kekhasan yang tidak selalu dapat dijelaskan melalui satu makna. Karya yang sama dapat menghadirkan kesan berbeda bagi setiap pengunjung. Di sanalah seni menjadi ruang dialog, bukan hanya antara seniman dan karyanya, tetapi juga antara karya dan orang yang melihatnya.

Ahmad Zakri mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang mempertemukan seniman nasional dan internasional tersebut. Ia berharap perjumpaan itu dapat memperkenalkan kebudayaan Minangkabau kepada masyarakat dunia sekaligus membuka kesempatan bagi Sumatera Barat untuk menjadi ruang pertukaran gagasan dan pengalaman artistik.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan pada masa mendatang sehingga seni patung memperoleh ruang yang lebih luas untuk tumbuh di Sumatera Barat.

Kehadiran para pematung dari berbagai negara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Sumatera Barat tidak hanya sebagai daerah dengan kekayaan alam, tetapi juga sebagai wilayah yang memiliki sejarah dan potensi seni budaya.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti di ruang pamer dan tempat para seniman bekerja. Para peserta juga dijadwalkan mengikuti pengenalan budaya Minangkabau melalui kunjungan ke Payakumbuh, perkampungan adat, pengalaman Makan Bajamba, Pencak Silat, serta kunjungan ke Bukittinggi.

Pertemuan itu membuka kesempatan bagi para seniman untuk mengenal lebih dekat kehidupan dan tradisi masyarakat setempat. Sebaliknya, masyarakat Sumatera Barat juga memperoleh kesempatan untuk melihat bagaimana seniman dari latar budaya berbeda menerjemahkan gagasan mereka ke dalam karya.

Kurator Ali Umar menjelaskan sejak awal bahwa program ini dirancang sebagai ruang perjumpaan gagasan, material, bentuk, dan pengalaman artistik yang melampaui batas geografis. Dengan demikian, residensi dan pameran ini menjadi bagian dari upaya membangun dialog kebudayaan melalui seni patung.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat, Nurmanrias, juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat ekosistem seni patung di daerah. Menurutnya, Sumatera Barat memiliki sejarah dalam perkembangan seni patung Indonesia dan telah melahirkan sejumlah tokoh pematung.

Dukungan berkelanjutan terhadap kegiatan kebudayaan dinilai penting agar para pematung muda memperoleh ruang untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan mereka. Harapannya, generasi baru seniman Sumatera Barat mampu tampil dan dikenal di tingkat internasional. (HER)

Baca Juga

Hadirkan 19 Pematung, The Arby Samah International Sculpture Residency 2026 Resmi Dibuka
Hadirkan 19 Pematung, The Arby Samah International Sculpture Residency 2026 Resmi Dibuka
foto Wikipedia
Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition 2026 Hadirkan 19 Pematung di Sumbar
PKD 2026 Saraso Fest Resmi Ditutup, Tradisi dan Inovasi Bertemu di Taman Budaya Sumbar
PKD 2026 Saraso Fest Resmi Ditutup, Tradisi dan Inovasi Bertemu di Taman Budaya Sumbar
Dari Tagak Gala ke Musik Digital, Rianda Putra Hidupkan Tradisi Pauh di Saraso Fest 2026
Dari Tagak Gala ke Musik Digital, Rianda Putra Hidupkan Tradisi Pauh di Saraso Fest 2026
Turuk Lagai dari Maileppet, Pesan Anak Muda Mentawai Menjaga Budaya dan Alam
Turuk Lagai dari Maileppet, Pesan Anak Muda Mentawai Menjaga Budaya dan Alam
Tupai Janjang dan Talempong Uwaik-Uwaik, 2 Warisan Agam yang Tetap Hidup di Saraso Fest 2026
Tupai Janjang dan Talempong Uwaik-Uwaik, 2 Warisan Agam yang Tetap Hidup di Saraso Fest 2026