Hadirkan 19 Pematung, The Arby Samah International Sculpture Residency 2026 Resmi Dibuka

Langgam.id— The Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Sumatera Barat, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pada 8–14 Oktober 2026 ini mempertemukan 19 pematung dari Indonesia dan berbagai negara untuk berkarya sekaligus membangun dialog seni lintas budaya.
.

Pada kesempatan itu, Direktur Program, Anita Dikarina mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil proses persiapan dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Gagasan tersebut mulai dirintis sejak 2025 melalui dialog mengenai pemanfaatan ruang-ruang terbuka di Taman Budaya Sumatera Barat sebagai tempat seniman berekspresi.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Payakumbuh, serta para seniman dan pihak lain yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Menurut Anita, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari proses kreatif yang mempertemukan seniman dengan latar belakang dan pengalaman berbeda dalam satu ruang berkarya.

Kurator kegiatan, Ali Umar, S.Sn., menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai ruang perjumpaan gagasan, material, bentuk, dan pengalaman artistik yang melampaui batas geografis.

Mengusung tema “Melintas Batas: Abstraksi dan Harmoni Global”, kegiatan tersebut melibatkan 19 pematung, terdiri dari 13 seniman mancanegara dan enam seniman Indonesia. Para peserta mengikuti residensi dengan mengeksplorasi material seperti kayu, batu, dan besi, sekaligus menampilkan proses penciptaan karya kepada publik.

Nama Arby Samah diangkat sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu tokoh penting dalam perkembangan seni patung abstrak Indonesia. Semangat eksplorasi dan keberaniannya dalam mengembangkan seni patung abstrak menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan kegiatan ini.

Pada rangkaian peresmian, para undangan juga mengunjungi area pameran dan menyaksikan proses pengerjaan patung oleh para seniman dari Indonesia dan berbagai negara.

Selain berkarya di Taman Budaya Sumatera Barat, peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan pengenalan budaya Minangkabau, termasuk kunjungan ke Payakumbuh, perkampungan adat, pengalaman Makan Bajamba dan Pencak Silat, serta kunjungan ke Bukittinggi.

Kegiatan yang didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana dan LPDP, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Taman Budaya Sumatera Barat ini diharapkan memperkuat jejaring seni internasional sekaligus menjadikan Sumatera Barat sebagai ruang pertemuan seniman Indonesia dan dunia.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Ahmad Zakri, yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyambut kedatangan para seniman dari berbagai negara yang berkumpul di Sumatera Barat untuk berbagi pengalaman dan mengeksplorasi karya seni.

Menurutnya, pertemuan seniman lintas negara menjadi kesempatan penting untuk memperkuat pertukaran budaya. Setiap negara memiliki karakteristik seni tersendiri yang dapat saling dikenalkan melalui dialog dan proses kreatif.

“Kita berharap pertemuan dari berbagai negara di Sumatera Barat ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mendalami dan menghargai budaya masing-masing. Kita juga berharap terjadi dialog kebudayaan di antara para seniman,” ujarnya.

Ahmad Zakri mengatakan, kehadiran para seniman mancanegara juga diharapkan dapat memperkenalkan seni dan kebudayaan Minangkabau kepada masyarakat internasional. Menurutnya, kebudayaan bukan sekadar warisan, melainkan bagian dari identitas dan harga diri masyarakat.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat, Nurmanrias, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem seni patung di daerah. Ia menyebut Sumatera Barat memiliki sejarah dalam perkembangan seni patung Indonesia dan telah melahirkan sejumlah tokoh pematung.

Ia berharap dukungan pemerintah terhadap kegiatan kebudayaan dapat terus berlanjut, terutama untuk mendorong pematung muda Sumatera Barat agar berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional.

“Harapan kita, pematung muda di Sumatera Barat bisa berkembang menjadi seniman yang dikenal di tingkat dunia. Mudah-mudahan kebudayaan menjadi rumah di negerinya sendiri,” tutupnya. (HER)

Baca Juga

foto Wikipedia
Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition 2026 Hadirkan 19 Pematung di Sumbar
PKD 2026 Saraso Fest Resmi Ditutup, Tradisi dan Inovasi Bertemu di Taman Budaya Sumbar
PKD 2026 Saraso Fest Resmi Ditutup, Tradisi dan Inovasi Bertemu di Taman Budaya Sumbar
Dari Tagak Gala ke Musik Digital, Rianda Putra Hidupkan Tradisi Pauh di Saraso Fest 2026
Dari Tagak Gala ke Musik Digital, Rianda Putra Hidupkan Tradisi Pauh di Saraso Fest 2026
Turuk Lagai dari Maileppet, Pesan Anak Muda Mentawai Menjaga Budaya dan Alam
Turuk Lagai dari Maileppet, Pesan Anak Muda Mentawai Menjaga Budaya dan Alam
Tupai Janjang dan Talempong Uwaik-Uwaik, 2 Warisan Agam yang Tetap Hidup di Saraso Fest 2026
Tupai Janjang dan Talempong Uwaik-Uwaik, 2 Warisan Agam yang Tetap Hidup di Saraso Fest 2026
Bala Bhumi, Suarakan Krisis Ekologis Lewat Panggung Teater di Taman Budaya Sumbar
Bala Bhumi, Suarakan Krisis Ekologis Lewat Panggung Teater di Taman Budaya Sumbar