Teater Sambilan Ruang Bawa “Bayang Kaki Limo” Tampil di Malaysia

Teater Sambilan Ruang Bawa "Bayang Kaki Limo" Tampil di Malaysia

Kelompok Sandiwara (Teater) Sambilan Ruang dalam sebuah pementasan. (Foto: Andi Maulana doc. DITP 2025)

Langgam.id – Kelompok Sandiwara (Teater) Sambilan Ruang tengah bersiap membawakan naskah “Bayang Kaki Limo” di negeri jiran pada November mendatang. Mereka bakal berpartisipasi dalam “International Atra Semester Showcase” di Universiti Sains Islam Malaysia, Negeri Sembilan, pada 8 November 2025 mendatang. Setelah itu, rentang 10 hingga 15 November kecuali tanggal 12 mereka akan tampil di Revolution Stage, sebuah ruang pertunjukan independen di Petaling Jaya, Selangor. Sedangkan pada 12 November, pentas akan digelar di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Selangor.

Pementasan ini menghadirkan naskah yang ditulis dengan semangat sosial, menyoroti kehidupan para pedagang kaki lima yang kerap menjadi wajah paling nyata dari masyarakat kecil di Minangkabau.

Dede Pramayoza, dramaturg naskah ini, menjelaskan, naskah ini sendiri bercerita sebenarnya tentang para pedagang kaki lima yang secara tidak langsung merupakan metonimi dari kehidupan masyarakat Minangkabau kebanyakan yaitunya masyarakat yang cenderung memiliki bakat dan juga budaya berdagang secara kaki lima.

“Di dalam naskah ini yang dipotret adalah tokoh karakter-karakter yang ada di pasar tradisional atau yang dalam naskah ini dimetonimikan sebagai pedagang kaki lima. Nah, tokoh utamanya adalah Ama. Tentunya kita bisa memahami bahwa pemilihan karakter utama ini juga sekaligus merupakan bentuk metafora dari masyarakat Minangkabau di mana kaum perempuan dalam hal ini kaum ibu atau kaum Ama itu merupakan karakter yang kuat, pekerja keras, memiliki pandangan sekaligus kearifan,” kata Dede, Kamis, (23/10/2025).

Kurator yang akhir-akhir ini banyak terlibat di beberapa event budaya di Sumbar itu menyebut, namun di dalam naskah ini tokoh Ama juga sekaligus mewakili atau dipotret sebagai sosok yang begitu percaya pada ketulusan, nilai-nilai kebaikan dan bahkan sangat percaya pada pendidikan sebagai suatu sarana untuk mengubah kualitas hidup. “Dalam naskah diceritakan itu diwakili oleh kepercayaan Ama kepada Pandi anak semata wayangnya yang berkuliah,” katanya.

Ia menaruh seluruh harapan pada Pandi, anak tunggalnya, agar dapat mengubah nasib melalui pendidikan. “Di dalam naskah ini juga digambarkan bahwa jadi Ama percaya bahwa Pandi akan memiliki hidup yang lebih baik dibanding dirinya karena itu dia berupaya sekeras mungkin untuk menguliahkan Pandi,” tutur Dede.

Namun, kisahnya bergerak menuju tragedi. “Dan ternyata, keyakinan atau kepercayaan Ama terhadap kebenaran, kebaikan, ketulusan dan juga peran penting pendidikan inilah yang di akhir kisah kemudian diungkapkan sebagai sesuatu yang sebenarnya juga rentan dan punya resiko besar. Di akhir kisah diceritakan bahwa seluruh harapan Ama kepada Pandi anak semata wayangnya yang dia besarkan sendiri karena dia seorang janda itu kemudian runtuh ketika mengetahui bahwa Pandi itu sebenarnya sambil berkuliah di Padang itu kemudian juga memiliki pekerjaan sebagai kurir narkoba,” ucapnya.

Dalam cerita, Ama sempat bangga karena anaknya tak lagi banyak meminta uang. Ia percaya Pandi mulai mandiri. “Ternyata, pekerjaan Pandi sebagai kurir narkoba ini semula dibanggakan oleh Ama karena anak semata wayangnya itu tidak lagi meminta banyak uang kepada dirinya dan dia yakin itu adalah bentuk bakti dan sekaligus upaya dari anak semata wayangnya itu untuk meringankan bebannya,” kata Dede.

Tragedi itu semakin dalam ketika terungkap bahwa orang yang menjadikan Pandi sebagai kurir adalah orang yang selama ini dianggap baik. “Selanjutnya, semakin mengungkap sisi rentan dari keyakinan Ama itu juga karena orang yang menjadikan Pandi sebagai kurir itu adalah salah seorang pedagang kaki lima yang kemudian terbukti adalah orang yang memanfaatkan Pandi sebagai kurir,” kata melanjutkan.

Padahal, menurut Dede Ama percaya bahwa orang ini yang bernama Udin itu adalah orang yang bernasib baik karena ketulusannya sehingga ketika dia mendapatkan seorang istri yang kaya raya dia bisa mengubah kehidupannya. “Tidak lagi berdagang di pasar dan kemudian naik level atau naik status sosial menjadi masyarakat yang kelas menengah itu karena ketulusannya sehingga dia dapatkan istri orang kaya dan kemudian bisa bekerja pada bersama istrinya untuk membangun bisnis. Yang tidak diketahui oleh Ama adalah bahwa bisnis yang dibangunnya sebenarnya adalah bisnis perdagangan narkoba,” ujarnya. (Habib/SS)

Tag:

Baca Juga

Polda Sumbar Dalami Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Ombilin
Polda Sumbar Dalami Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Ombilin
Ghifari Azhhar, Pemain Akademi Semen Padang FC kembali Dipanggil Timnas
Ghifari Azhhar, Pemain Akademi Semen Padang FC kembali Dipanggil Timnas
Tidak Sesuai Usulan, Ini Respons Semen Padang FC Soal Format Liga 2 Dibagi 3 Wilayah
Spartacks Optimistis Nil Maizar Mampu Racik Skuad Semen Padang FC untuk Liga 2
Pengerjaan IPA Gunung Pangilun, Perumda AM Padang Sebut 50.000 Pelanggan Terdampak
Pengerjaan IPA Gunung Pangilun, Perumda AM Padang Sebut 50.000 Pelanggan Terdampak
Transisi Energi, PT Semen Padang Operasikan 72 Unit Kendaraan Listrik
Transisi Energi, PT Semen Padang Operasikan 72 Unit Kendaraan Listrik
KONI Sumbar Lepas 2 Atlet Ikuti Pelatnas, Siap Tampil di Kejuaraan Asia
KONI Sumbar Lepas 2 Atlet Ikuti Pelatnas, Siap Tampil di Kejuaraan Asia