Tanggapan PT Pos Padang Soal Video Kerumunan Warga Penerima Bantuan Kemensos

Masyarakat penerima BST Kementerian Sosial membludak saat pengambilan nomor antrian di Kantor PT Pos Indonesia cabang Padang. (Foto: screenshot grup IJTI Sumbar)

Masyarakat penerima BST Kementerian Sosial membludak saat pengambilan nomor antrian di Kantor PT Pos Indonesia cabang Padang. (Foto: screenshot grup IJTI Sumbar)

Langgam.id – Sebuah video membludaknya masyarakat di sebuah tempat dan antri memasuki sebuah gerbang dengan tidak mematuhi aturan protokol kesehatan yang diterapkan selama wabah covid-19, beredar di media sosial.

Hal ini sangat melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlangsung di Sumatra Barat (Sumbar). Setelah ditelusuri, kerumunan masyarakat itu ternyata berada di Kantor PT Pos Indonesia cabang Padang di Jalan Bagindo Aziz Chan, Kota Padang. Peristiwa ini terjadi Senin (11/5/2020).

Masyarakat berkumpul dan antri untuk mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial bagi yang terdampak pandemi coronavirus disease (covid-19). Bantuan yang diberikan sebesar Rp600 ribu untuk satu kepala keluarga yang terdaftar.

Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Padang Sartono membenarkan kerumunan itu terjadi saat pemberian BST Kementerian Sosial. Namun ia membantah bahwa tidak menerapkan protokol kesehatan seperti physical distancing.

Sartono mengungkapkan kerumunan terjadi di saat proses penerimaan BST Kementerian Sosial mulai dibuka pada pagi harinya. Sebelum dibuka, masyarakat telah ramai berkumpul dan antri di sekitar Kantor PT Pos Indonesia cabang Padang.

“Kami sudah berusaha dan semaksimal mungkin untuk melakukan pshycal distancing. Saat pagi tadi terjadinya kerumunan, pas (pengambilan) kartu antrian,” katanya dihubungi langgam.id, Senin (11/5/2020) sore.

Ia mengatakan pihaknya telah menerapkan pembatasan jaga jarak di lokasi pengambilan nomor antrian sejauh satu meter. Namun, masyarakat tidak mengindahkan, karena ingin segera mungkin untuk mendapatkan nomor antrian terdepan.

“Kondisi ini memang masyarakat tidak mematuhi, mereka berebutan untuk mendapatkan nomor antrian. Mereka ingin cepat masuk ke dalam, padahal enggak perlu desakan,” ujarnya.

Kerumunan itu terjadi untuk masyarakat penerima BST Kementerian Sosial di kawasan Kecamatan Padang Barat yang telah berjalan selama dua hari, sebanyak 2.115 kepala keluarga.

Sartono mengklaim antrian membludak terjadi hanya ketika pas pengambilan antrian mulai dibuka. Untuk di jam selanjutnya, antrian pengambilan nomor loket mulai berkurang dan Kerumunan tidak terjadi kembali.

“Kami sudah meminta petugas kepolisian dan Satpol PP ketika itu, tapi karena baru buka nomor antrian. Kalau setelahnya engga terjadi lagi. Kami meminta masyarakat untuk tetap patuhi protokol, kami pastikan akan melayani semuanya,” tuturnya.

Penerapan pembagian BST Kementerian Sosial dimulai sejak pukul 08.00-17.00 WIB. Total warga Kota Padang yang berhak mendapatkan dari data yang diterima PT Pos Indonesia cabang Padang sebanyak 17.303 kepala keluarga dari seluruh kecamatan. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre