Tak Hanya PDP, Dirut RSUP M Djamil Padang Juga Minta ODP Diisolasi

ODP Covid-19 di Sumbar

Ilustrasi (Foto: ShutterStock)

Langgam.id – Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr M Djamil Padang, Yusirwan mengusulkan agar Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga diisolasi, hal itu bertujuan untuk meminimalisir penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Sumatra Barat (Sumbar).

Yusirwan meminta, para ODP yang ada di Sumbar diisolasi di gedung khusus. Usulan itu disampaikan saat rapat koordinasi pencegahan penyebaran Virus Corona bersama Gubernur Sumbar dan Forkopimda di Gedung Auditorium Gubernur Sumbar, Kota Padang, Senin (23/3/2020).

Dijelaskannya, hingga saat ini RSUP dr M Djamil Padang telah merawat sebanyak 20 orang, satu orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia dan enam orang sudah diperbolehkan pulang.

Hingga sekarang, kata Yusirwan, memang belum ada yang dinyatakan positif Covid-19 di Sumbar.

“Tapi melihat situasi perkembangan terakhir orang yang datang ke Dr M Djamil semakin meningkat dan sangat mengkhawatirkan,” ujarnya di Padang, Senin (23/3/2020).

Menurutnya, jika semakin banyak orang yang dirujuk ke RSUP Kota Padang, rumah sakit tidak akan mampu menampung dan kondisi akan semakin tidak terkendali. Apalagi, katanya, juga ada sejumlah TKI yang datang dari Malaysia ke Indonesia, dikhawatirkan diantara mereka ada yang terpapar Covid-19.

Baca juga : Satgas Covid-19 Terus Pantau 4 PDP yang Diisolasi di Padang

Salah satu yang menjadi masalah, menurut Yusirwan, yaitu orang yang berstatus ODP tetap berkeliaran di tengah masyarakat. Tidak akan efektif jika semua orang itu diserahkan pengawasannya kepada Dinas Kesehatan saja, karena dinas juga memiliki keterbatasan.

Dia menyarankan, agar diadakan semacam gedung seperti sekolah atau puskesmas yang disediakan khusus untuk mengisolasi ODP. Mereka dilarang bepergian kemanapun selama 14 hari dan makanannya ditanggung dengan mendirikan dapur umum.

“Ini mungkin akan lebih efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19, jalan darat ini sulit dipantau, apalagi di Medan sudah ada 36 yang dinyatakan positif,” ucapnya.

Ditambah lagi dengan masyarakat Sumbar banyak perantau, sehingga dikhawatirkan menularkan virus jika terus berlalu lalang di tengah masyarakat. Sehingga dapat menyebarkan virus lebih luas lagi.

Dia menilai hal itu tidak akan memakan terlalu banyak biaya, apalagi itu untuk menyelamatkan masyarakat. ODP yang diisolasi itu dapat keluar jika selama 14 terbukti tidak terkena virus.

Menanggapi itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menilai merumahkan ODP adalah ide yang bagus. Ia meminta Dinas Kesehatan dapat membahas hal itu.

“ODP memang harus dirumahkan, tidak boleh bersosialisasi, kalau terkena bisa menyebar ke orang lain,” ujarnya.

Selain itu, kata Irwan, Menteri Dalam Negeri juga sudah menginstruksikan kepada kepala daerah agar dapat menggunakan gedung diklat sebagai tempat isolasi. Dia juga meminta Dinas Kesehatan segera membahas teknisnya.

“Tapi tempat kita terbatas, tentu yang dirumahkan ODP yang potensial, seperti yang sudah berumur tua,” jelasnya.

ODP menurutnya, juga perlu diwawancara dan melihat riwayat perjalanannya, jika memang potensial, maka bisa segera diisolasi. Mereka semua akan ditanggung makan dan dijaga oleh tim medis.

“Rumah sakit juga sudah penuh, mungkin ODP nya perlu kita pilah, mana yang paling berpotensi,” katanya. (Rahmadi/ZE)

Baca Juga

Benarkah Uang Daerah Mengendap?
Benarkah Uang Daerah Mengendap?
Sejumlah siswa TK dan SD di Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam diduga keracunan setelah makan MBG
Kasus Keracunan Siswa di Sumbar Berulang, PBHI Sumbar Desak MBG Dievaluasi Total
Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Pemko Padang Tetapkan PJJ Sampai Jumat Imbas Udara Memburuk
Gubernur Sumbar Mahyeldi
Dugaan Keracunan MBG, Mahyeldi Perintahkan Dapur SPPG Terlibat Tutup Sementara
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi
Sejumlah Daerah Berlakukan PJJ, Gubernur Sebut SMA Tetap Tatap Muka
Keracunan Siswa MTsN 1 Pariaman, Sekolah Sebut Ayam dalam Menu MBG Berbau
Keracunan Siswa MTsN 1 Pariaman, Sekolah Sebut Ayam dalam Menu MBG Berbau