Tahapan Pemilu Dimulai, Bawaslu Pesisir Selatan Gelar Rapat Koordinasi

Tahapan Pemilu Dimulai, Bawaslu Pesisir Selatan Gelar Rapat Koordinasi

Rakor Bawaslu Pesisir Selatan, Kamis (2/6/2022). [Debi Virnando/Langgam.id]

Berita Pesisir Selatan – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Tahapan Pemilu Dimulai, Bawaslu Pesisir Selatan Gelar Rapat Koordinasi.

Langgam.id – Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak di tahun 2024 bakal dimulai 14 Juni mendatang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pesisir Selatan pun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan dan Pelanggaran Pemilu bersama sejumlah stakeholder, Kamis (2/6/2022).

Ketua Bawaslu Pesisir Selatan Erman Wadison mengatakan, penyelenggaraan dua Pemilu sebelumnya di Pesisir Selatan berjalan dengan lancar dan sukses. Namun, sejumlah dugaan pelanggaran masih ditemui selama tahapan berlangsung.

Pemilu legislatif di 2019 contohnya. Terdapat 12 dugaan pelanggaran dimana sepuluh laporan dari peserta dan masyarakat, sementara dua lagi temuan Bawaslu sendiri.

Dari sepuluh laporan itu, delapan merupakan dugaan tindak pidana Pemilu, satu netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), dan satu laporan tidak diregistrasi karena tidak lengkap.

Di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2020, ditemukan tujuh dugaan pelanggaran. Rinciannya, tiga laporan peserta, dan empat temuan Bawaslu. Dari tiga laporan, satu dugaan tindak pidana Pemilu, dan dua tidak diregistrasi.

Sementara empat temuan Bawaslu, tiga diantaranya terkait netralitas ASN dan satu administrasi. Berkaca pada dua Pemilu sebelumnya, kata Erman, pihaknya menemukan sejumlah dugaan pelanggaran Pemilu.

“Kita tidak ingin persoalan serupa terulang kembali pada Pemilu 2024. Karena itu perlu dibahas langkah ke depan yang perlu dilakukan Bawaslu, dan para stakeholder, yang dugaan pelanggaran ini berpotensi terjadi pada jajarannya,” kata Erman Wadison.

Dicontohkan, dugaan pelanggaran netralitas ASN yang dijumpai di dua Pemilu sebelumnya. Bawaslu sengaja mengundang Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat. Termasuk, mengundang Kementerian Agama (Kemenag) Pesisir Selatan, yang ASN-nya berpotensi melakukan dugaan pelanggaran.

Selain diskusi, peserta Rakor Bawaslu, juga diberi suguhan materi tentang pelanggaran dan sanksi yang akan menjerat para pelanggar. Salah satu penekanan, yakni netralitas ASN.

Kemudian disampaikan pula pihak-pihakyang dapat menyampaikan laporan. Selain peserta Pemilu, kandidat, partai politik dan lainnya, setiap warga negara yang memiliki hak pilih, dipersilahkan memberikan laporan jika menemukan dugaan pelanggaran.

Baca juga: Temui Gubernur Bahas Pemilu 2024, KPU Sumbar Juga Minta Dihibahkan Tanah

“Peserta Pemilu, pemantau Pemilu, dan warga negara yang memiliki hak pilih, dapat melaporkan dugaan pelanggaran kepada kami nantinya. Kami akan persiapkan mekanisme dan cara sehingga proses pelaporan lebih mudah,” tutur Erman Wadison.

Dapatkan update berita Pesisir Selatan – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Dinas Perdagangan (Disdag) mengingatkan kepada produsen dan pedagang untuk tidak melakukan penimbunan barang jelang Ramadan dan Lebaran 2025.
Update Harga Sembako Pasar Raya, Bawang Putih Naik, Cabe Stabil
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi melawat ke luar negeri dalam agenda kunjungan kerja ke Jepang
Gubernur Sumbar Mahyeldi Kunker Luar Negeri ke Jepang
Di Depan Massa Demo, Sekda Tiga Kali Hubungi Wagub Vasko Namun Tak Dijawab
Di Depan Massa Demo, Sekda Tiga Kali Hubungi Wagub Vasko Namun Tak Dijawab
Massa Demo Gubernur Masih Bertahan hingga Malam Ini, Jalan Sudirman Ditutup Sementara
Massa Demo Gubernur Masih Bertahan hingga Malam Ini, Jalan Sudirman Ditutup Sementara
Demo Gubernur Sumbar: Mahasiswa Soroti Tambang Emas Ilegal dan Anggaran Perbaikan Rumah Dinas Pejabat
Demo Gubernur Sumbar: Mahasiswa Soroti Tambang Emas Ilegal dan Anggaran Perbaikan Rumah Dinas Pejabat
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp. 3.7 miliar untuk jasa tenaga keamanan.
Pemprov Anggarkan Rp399 Juta Beli Sofa Rumah Dinas, Setara 6 Unit Huntap Korban Banjir