<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Perantau Minang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/perantau-minang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/perantau-minang/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Mar 2026 02:26:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Perantau Minang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/perantau-minang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Soroti Penanganan Kasus VCS Bupati Safni, Perantau Limapuluh Kota Desak Polda Uji Digital Forensik</title>
		<link>https://langgam.id/soroti-penanganan-kasus-vcs-bupati-safni-perantau-limapuluh-kota-desak-polda-uji-digital-forensik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2026 02:22:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Limapuluh Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Safni Sikumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=244546</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Perantau asal Limapuluh Kota Yogi Nofrizal soroti kasus dugaan video call sex (VCS) yang menyeret nama Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang. Ia mendesak Polda melakukan uji digital forensik Yogi menilai kesimpulan kepolisian yang menyebut video tersebut sebagai hasil editan masih menyisakan keraguan di tengah masyarakat. Dasar polisi hanya pengakuan pelaku. “Mestinya ada uji digital forensik yang dilakukan. Kalau hanya berdasarkan pengakuan, itu belum cukup untuk meyakinkan publik,” ujarnya Ia menegaskan, di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, manipulasi video dapat dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari editing sederhana hingga teknik yang lebih kompleks. Makanya, kata Yogi, pembuktian berbasis</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/soroti-penanganan-kasus-vcs-bupati-safni-perantau-limapuluh-kota-desak-polda-uji-digital-forensik/">Soroti Penanganan Kasus VCS Bupati Safni, Perantau Limapuluh Kota Desak Polda Uji Digital Forensik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id- </strong>Perantau asal Limapuluh Kota Yogi Nofrizal soroti kasus dugaan video call sex (VCS) yang menyeret nama Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang. Ia mendesak Polda melakukan uji digital forensik</p>



<p>Yogi menilai kesimpulan kepolisian yang menyebut video tersebut sebagai hasil editan masih menyisakan keraguan di tengah masyarakat. Dasar polisi hanya pengakuan pelaku.</p>



<p>“Mestinya ada uji digital forensik yang dilakukan. Kalau hanya berdasarkan pengakuan, itu belum cukup untuk meyakinkan publik,” ujarnya</p>



<p>Ia menegaskan, di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, manipulasi video dapat dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari editing sederhana hingga teknik yang lebih kompleks.</p>



<p>Makanya, kata Yogi, pembuktian berbasis keahlian menjadi penting agar tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan.</p>



<p>Politisi Golkar itu juga mendorong peran DPRD Lima Puluh Kota dalam menjalankan fungsi pengawasan.&nbsp;</p>



<p>“DPRD jangan diam. Ini bukan hanya soal individu, tapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah. Fungsi pengawasan harus dijalankan secara serius,” ujarnya.</p>



<p>Polda Sumbar mengklaim rekaman video call sex atau VCS yang diduga Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang dengan seorang perempuan merupakan video editan.&nbsp;</p>



<p>Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, rekaman VCS adalah editan sesuai dengan keterangan pelaku saat diperiksa. Polisi tidak melibatkan pakar atau ahli seperti telematika dalam kasus ini. </p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/soroti-penanganan-kasus-vcs-bupati-safni-perantau-limapuluh-kota-desak-polda-uji-digital-forensik/">Soroti Penanganan Kasus VCS Bupati Safni, Perantau Limapuluh Kota Desak Polda Uji Digital Forensik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">244546</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PCMM Satukan Orang Minang di Malaysia Lewat Semangat Akademis</title>
		<link>https://langgam.id/pcmm-satukan-orang-minang-di-malaysia-lewat-semangat-akademis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 18:07:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Minang Diaspora Network]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=244038</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Di tengah kehidupan perantauan yang dinamis, orang Minangkabau di Malaysia menemukan ruang untuk berkumpul, berdiskusi, dan merawat identitas intelektual mereka. Ruang itu bernama Persatuan Cendiakawan Minang Malaysia (PCMM), sebuah organisasi yang lahir dari semangat menyatukan diaspora Minangkabau dengan landasan akademis dan kebudayaan. Organisasi ini dipimpin oleh Ismail Haji Ahmad, seorang tokoh Minang berusia 70 tahun yang lahir di Koto Tinggi Johor, Negeri Sembilan. Meski lahir di Malaysia, ia memiliki akar kuat di Payakumbuh dari garis keluarganya. Menurut Ismail, PCMM telah berdiri selama 11 tahun sejak resmi berdiri pada 2015, meski gagasan dan gerakannya sudah dimulai sejak 2012. “Tujuan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pcmm-satukan-orang-minang-di-malaysia-lewat-semangat-akademis/">PCMM Satukan Orang Minang di Malaysia Lewat Semangat Akademis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Di tengah kehidupan perantauan yang dinamis, orang Minangkabau di Malaysia menemukan ruang untuk berkumpul, berdiskusi, dan merawat identitas intelektual mereka. Ruang itu bernama Persatuan Cendiakawan Minang Malaysia (PCMM), sebuah organisasi yang lahir dari semangat menyatukan diaspora Minangkabau dengan landasan akademis dan kebudayaan.</p>



<p>Organisasi ini dipimpin oleh Ismail Haji Ahmad, seorang tokoh Minang berusia 70 tahun yang lahir di Koto Tinggi Johor, Negeri Sembilan. Meski lahir di Malaysia, ia memiliki akar kuat di Payakumbuh dari garis keluarganya.</p>



<p>Menurut Ismail, PCMM telah berdiri selama 11 tahun sejak resmi berdiri pada 2015, meski gagasan dan gerakannya sudah dimulai sejak 2012.</p>



<p>“Tujuan utama PCMM adalah menyatukan perantau Minang di Malaysia, termasuk orang Minang yang baru datang ke sini. Sebelumnya organisasi Minang lebih bersifat kedaerahan, misalnya Persatuan Minang Johor. Belum ada yang menyatukan secara lebih luas,” kata Ismail, saat ditemui disela pertemuan anggota PCMM di Bandar Ainsdale, Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, Kamis (6/3/2026).</p>



<p>Ia menjelaskan, pembentukan organisasi ini juga berkaitan dengan aturan organisasi di Malaysia. Dalam sistem hukum setempat, kelompok masyarakat yang ingin berkumpul secara resmi harus memiliki badan organisasi yang terdaftar.</p>



<p>Karena itu, PCMM hadir sebagai wadah resmi yang memungkinkan orang Minang di Malaysia berkumpul, bersilaturahmi, dan berdiskusi tanpa hambatan administratif.</p>



<p>Wakil Ketua PCMM yang juga menjabat Ketua Penerangan, Syaftin Ruli, mengatakan keberadaan organisasi ini penting bagi para perantau Minang yang datang ke Malaysia.</p>



<p>“Dengan adanya organisasi cendekiawan ini, orang Minang yang datang ke sini bisa bersatu dan berkumpul. Kalau lebih dari lima orang berkumpul, biasanya harus ada izin polisi. Dengan adanya persatuan yang sudah terdaftar, kita bisa menampung saudara-saudara Minang yang datang dari mana pun,” ujarnya.</p>



<p>Ia menambahkan, sebelum PCMM berdiri, para pendatang Minang di Malaysia sering hanya menjadi anggota asosiasi tertentu tanpa status organisasi yang diakui secara resmi.</p>



<p>“Sebagai pendatang, kita hanya menjadi ahli bersekutu. Artinya kita terdaftar sebagai anggota, tetapi tidak memiliki organisasi yang terdaftar di pemerintahan. Karena itu kita merasa perlu membentuk persatuan seperti PCMM,” katanya.</p>



<p>Selain memperkuat silaturahmi, PCMM juga menjadi ruang bertukar gagasan antara masyarakat Minang di Malaysia dan Indonesia. Diskusi tentang adat, budaya, dan persoalan sosial menjadi bagian penting dari aktivitas organisasi ini.</p>



<p>“Melalui PCMM, orang tempatan dan orang yang datang dari Indonesia bisa bertemu, bersilaturahmi, bertukar pikiran, bahkan memberi kontribusi bagi masyarakat di dua negara,” kata Ismail.</p>



<p>Ia sendiri telah tinggal di Malaysia sejak 1997 dan melihat kedekatan budaya antara masyarakat Minangkabau di Indonesia dan Malaysia.</p>



<p>“Ketika saya datang ke Malaysia, saya merasakan tidak ada perbedaan yang jauh. Begitu juga orang Malaysia ketika datang ke Indonesia,” ujarnya.</p>



<p>Kini PCMM menjadi organisasi Minangkabau pertama di Malaysia yang berskala nasional. Anggotanya sekitar 70 orang yang terdiri dari warga Malaysia maupun Indonesia. Di Malaysia sendiri, jumlah masyarakat keturunan Minang diperkirakan mencapai sekitar satu juta orang.</p>



<p>Sebagai organisasi cendekiawan, PCMM juga memiliki Biro Akademik dan Intelektual yang diisi oleh dosen, peneliti, serta mahasiswa. Berbagai kegiatan akademik rutin digelar, mulai dari seminar, diskusi ilmiah, hingga sidang pleno pemikiran.</p>



<p>Sejak 2016, PCMM juga aktif menjembatani kerja sama akademik antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia. Salah satunya dengan UIN Syekh Jamil Jambek Bukittinggi dan Universiti Islam Selangor dalam program pertukaran dosen dan mahasiswa selama tiga bulan.</p>



<p>Selain itu, PCMM juga menjalin komunikasi akademik dengan sejumlah kampus di Sumatera Barat seperti Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Bung Hatta.</p>



<p>“Kita bukan partai politik. PCMM adalah think tank, tempat para pemikir Minang berkumpul dan berdiskusi,” kata Ismail.</p>



<p>Ke depan, organisasi ini bahkan tengah menyiapkan agenda besar berskala internasional. Sekretaris Jenderal PCMM, Khalid Kamil, mengatakan pihaknya tengah merancang pertemuan diaspora Minang dunia.</p>



<p>“Pada Juni tahun ini, selepas Idul Adha, kami merencanakan Minang International Gathering. Konsepnya kegiatan akademik, seminar antarbangsa Minang, program keagamaan, serta menghimpun dai Minang dari berbagai negara,” ujarnya.</p>



<p>Dalam kegiatan tersebut juga akan digelar “Baralek Gadang”, sebuah pertemuan besar diaspora Minang dunia. Acara itu dirancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga perayaan budaya.</p>



<p>“Kita ingin mengumpulkan diaspora Minang sedunia. Akan ada pameran, simposium, kuliner Minang, budaya, hingga booth wirausaha,” kata Khalid.</p>



<p>Rencananya kegiatan ini akan digelar di World Trade Centre Kuala Lumpur, dengan upaya kolaborasi bersama Kementerian Agama Malaysia serta Kementerian Pelancongan Malaysia.</p>



<p>PCMM juga berencana menggelar acara “Minangkabau Gala Dinner” yang akan menghadirkan tokoh-tokoh Minang dari berbagai negara.</p>



<p>“Kita ingin menghadirkan pemimpin besar masyarakat Minang dari seluruh dunia, bahkan menjemput Perdana Menteri Malaysia untuk hadir dalam acara itu,” ujar Khalid.</p>



<p>Bagi para perantau Minangkabau di Malaysia, PCMM bukan sekadar organisasi. Ia adalah ruang pertemuan gagasan, tempat identitas budaya dirawat, dan simpul yang menyatukan diaspora Minang dengan semangat intelektual di tanah rantau.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pcmm-satukan-orang-minang-di-malaysia-lewat-semangat-akademis/">PCMM Satukan Orang Minang di Malaysia Lewat Semangat Akademis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">244038</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Para Perantau Minang Galang Donasi dan Bantu Korban Bencana di Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/para-perantau-minang-galang-donasi-dan-bantu-korban-bencana-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 04:22:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=239408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sejumlah perantau Minang turut menunjukkan kepeduliannya terhadap bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatra Barat (Sumbar). Mereka ada sebagai Youtuber dan Komika terkenal di Indonesia. Para perantau Minang tersebut di antaranya Ferry Irwandi, Praz Teguh dan Atta Halilintar. Di laman Instagramnya masing-masing, selain menyampaikan duka atas musibah yang terjadi di Sumbar, mereka juga ikut bergerak menggalang donasi untuk para korban bencana. Komika Praz Teguh yang berasal dari Padang, berhasil mengumpulkan donasi mencapai Rp1,3 miliar dalam waktu beberapa hari. &#8220;1 miliar sudah terkumpul donasi buat sodara di Sumatra. Dengan ini pastinya akan bertambah karena masih banyak mau</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/para-perantau-minang-galang-donasi-dan-bantu-korban-bencana-di-sumbar/">Para Perantau Minang Galang Donasi dan Bantu Korban Bencana di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Sejumlah perantau Minang turut menunjukkan kepeduliannya terhadap bencana banjir bandang dan longsor  yang terjadi di Sumatra Barat (Sumbar). </p>



<p>Mereka ada sebagai Youtuber dan Komika terkenal di Indonesia. Para perantau Minang tersebut di antaranya Ferry Irwandi, Praz Teguh dan Atta Halilintar.</p>



<p>Di laman Instagramnya masing-masing, selain menyampaikan duka atas musibah yang terjadi di Sumbar, mereka juga ikut bergerak menggalang donasi untuk para korban bencana.</p>



<p>Komika Praz Teguh yang berasal dari Padang, berhasil mengumpulkan donasi mencapai Rp1,3 miliar dalam waktu beberapa hari.</p>



<p>&#8220;1 miliar sudah terkumpul donasi buat sodara di Sumatra. Dengan ini pastinya akan bertambah karena masih banyak mau berdonasi,&#8221; tulis Praz Teguh. </p>



<p>Malahan Praz Teguh sudah sampai di Sumbar untuk menyalurkan bantuan untuk para korban bencana di sejumlah daerah yang terdampak. </p>



<p>Youtuber Ferry Irwandi juga melakukan hal yang sama. Sejak penggalangan donasi dibuka dan ketika Ferry melakukan live streaming di kanal Youtube miliknya hingga Selasa (2/12/2025) pukul 12.20 WIB , sudah terkumpul angka <strong>Rp9.758.573.581</strong>.</p>



<p>Ferry yang keduanya orang tuanya asal Sumbar ini mengatakan, bahwa donasi ini akan disalurkan bagi korban bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.</p>



<p>Kepedulian juga turut ditunjukkan oleh Youtuber terkenal, Atta Halilintar. Atta juga merupakan perantau Minang yang mana kedua orang tuanya berasal dari Sumbar. </p>



<p>Dilihat di laman Instagramnya, Atta sudah turun meninjau lokasi bencana yang ada di Sumbar untuk melihat langsung dampak dari banjir bandang.</p>



<p>Selain itu, Atta juga turut membantu para korban bencana. Ia terlihat membagikan langsung bantuan berupa beras, sembako dan makanan siap saji bagi para korban bencana. <strong>(*/y)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/para-perantau-minang-galang-donasi-dan-bantu-korban-bencana-di-sumbar/">Para Perantau Minang Galang Donasi dan Bantu Korban Bencana di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">239408</post-id>	</item>
		<item>
		<title>In Memoriam Prof. Dr. Hasjim Djalal Gelar Tuanku Pujangga Diraja: Patriot Negara Kepulauan Indonesia Dalam Kenangan</title>
		<link>https://langgam.id/in-memoriam-prof-dr-hasjim-djalal-gelar-tuanku-pujangga-diraja-patriot-negara-kepulauan-indonesia-dalam-kenangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Efri Yoni Baikoeni]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jan 2025 09:47:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Diplomasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=219777</guid>

					<description><![CDATA[<p>Innalillahi wainna ilahi raji’un. Satu lagi patriot Indonesia pergi untuk selama-lamanya. Dialah Prof. Dr. Hasjim Djalal, MA gelar Tuanku Pujangga Diraja yang menghembuskan nafas terakhirnya tanggal 12 Januari 2025 di Jakarta dalam pukul 16:40 di RS Pondok Indah pada usia 90 tahun. Meski dalam usia lanjut yang melebihi rata-rata usia orang Indonesia, tetap saja kepergian “Penghulu” Diplomat yang pernah menjabat Duta Besar RI untuk Kanada, Jerman dan PBB tersebut terasa mendadak. Direncanakan setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Taman Cilandak III no. 2, Cilandak Barat, jenazahnya dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata pukul 15.00 hari Senin, 13</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/in-memoriam-prof-dr-hasjim-djalal-gelar-tuanku-pujangga-diraja-patriot-negara-kepulauan-indonesia-dalam-kenangan/">In Memoriam Prof. Dr. Hasjim Djalal Gelar Tuanku Pujangga Diraja: Patriot Negara Kepulauan Indonesia Dalam Kenangan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>I</strong>nnalillahi wainna ilahi raji’un. Satu lagi patriot Indonesia pergi untuk selama-lamanya. Dialah Prof. Dr. Hasjim Djalal, MA gelar Tuanku Pujangga Diraja yang menghembuskan nafas terakhirnya tanggal 12 Januari 2025 di Jakarta dalam pukul 16:40 di RS Pondok Indah pada usia 90 tahun.</p>



<p>Meski dalam usia lanjut yang melebihi rata-rata usia orang Indonesia, tetap saja kepergian “Penghulu” Diplomat yang pernah menjabat Duta Besar RI untuk Kanada, Jerman dan PBB tersebut terasa mendadak. Direncanakan setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Taman Cilandak III no. 2, Cilandak Barat, jenazahnya dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata pukul 15.00 hari Senin, 13 Januari 2025. Menlu Sugiono bertindak sebagai inspektur upacara.</p>



<p>Siapa yang tidak kenal Prof. Dr. H. Hasjim Djalal, M.A.? Beliau adalah salah seorang diplomat Indonesia yang berada dibalik suksesnya pengesahan Hukum Laut Internasional PBB (UNCLOS 1982). Bersama dengan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, mereka membawa kepentingan Indonesia seperti yang diamanatkan oleh Deklarasi Juanda, 13 Desember 1957. Meski tidak termasuk “Tiga Diplomat Utama” versi Menlu RI N. Hassan Wirajuda, yang merujuk kepada Syahrir, Hatta, dan Mohammad Roem, namun nama Hasjim Djalal dapat disejajarkan dengan diplomat ulung lainnya, seperti Haji Agus Salim yang berhasil mendapat pengakuan dari negara-negara Arab, karena Hasjim Djalal telah memperjuangkan kepentingan Indonesia di dunia internasional setelah disahkannya UNCLOS 1982 pada tanggal 10 Desember 1982.</p>



<p>Selama puluhan tahun, Hasjim Djalal telah memperjuangkan konsep ‘Nusantara’ dengan gigih, ulet, dan tekun di dunia internasional. Dengan penuh keahlian, Hasjim Djalal, tanpa kenal lelah, telah berhasil menggalang dukungan diplomatik dan politik, melakukan perundingan secara maraton di berbagai forum bilateral dan multilateral, mengembangkan hukum laut internasional secara kreatif, dan menempatkan Indonesia di garis terdepan dalam upaya masyarakat internasional untuk mereformasi hukum internasional.</p>



<p>Atas perjuangan Hasjim Djalal, konsep kewilayahan ‘Nusantara’, yang awalnya tidak diakui oleh hukum internasional, telah menjadi bagian integral dalam Konvensi Hukum Laut Internasional PBB. Wilayah darat dan maritim Indonesia telah menjadi satu, tidak lagi terpecah-pecah, dan wilayah kedaulatan serta yurisdisksi maritim Indonesia tumbuh secara pesat dari 2 juta km2 menjadi 5,8 juta km2. Indonesia menjadi semakin kokoh, utuh, kaya, dan jaya. Hasil karya Hasjim Djalal ini dapat dinikmati, dipelihara, dan dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia, termasuk generasi mendatang. Prestasi beliau juga menorehkan tinta emas bagi sejarah diplomasi Indonesia dan menjadi sumber inspirasi bagi diplomat Indonesia.</p>



<p>Atas perjuangannya, sangat tepat apabila Hasjim Djalal disebut sebagai “Patriot Negara Kepulauan”, bahkan predikat “Pahlawan Nasional” layak disandangkan kepada “begawan” duta besar Indonesia tersebut.</p>



<p>Hasjim Djalal dilahirkan tanggal 25 Februari 1934 di Ampang Gadang. Ayahnya bernama H. Djalaludin, yang biasa dipanggil “Inyiak Djala”, dikenal sebagai ulama di kampungnya. Keluarga H. Djalaludin berasal dari Ampuah, Ampang Gadang, dalam persukuan Simabur. Beliau menikah dengan Salamah yang berasal dari suku Jambak, Ampang Gadang. Sebagaimana adat Minangkabau pada zaman dulu, seorang yang terpandang, apalagi ulama, seringkali berpoligami dan bahkan adat Minangkabau mengenalnya sebagai “sumando jemputan”. Dari perkawinan H. Djalaludin dan Hj. Salamah, lahirlah 3 orang anak yaitu Rasjidah Djalal, Mas’ud Djalal dan Hasjim Djalal.</p>



<p>Inyiak Djala meninggal dunia tanggal 8 Oktober 1970. Saat itu Hasjim berdinas di KBRI Singapura sebagai Minister. H. Djalaludin banyak meninggalkan koleksi buku-buku agama yang kemudian diwaqafkan ahli waris kepada almamaternya, STAIN Syeikh Muhammad Djamil Djambek dan perpustakaan Masjid “Al Muqarrabiin”.</p>



<p>Dari Perkenalan Pribadi, Menulis Buku Biografi</p>



<p>Saya termasuk cukup beruntung karena berinteraksi cukup intens dengan Prof. Hasjim Djalal yang dipanggil akrab oleh keponakannya dengan “Mancim” semasa hidup. Hal ini terkait dengan usaha saya menulis buku biografi beliau. Buku ini kemudian diluncurkan sebagai kado ulang tahun ke-80.</p>



<p>Pada saat itu, saya tercatat sebagai mahasiswa Doktoral Hubungan Internasional di Universitas Brunei Darussalam (UBD). Saya sangat tertarik dengan gaya diplomasi yang dimainkan oleh seorang Hasjim Djalal. Saya banyak mengutip dan mempelajari pandangan dan kiprah Prof. Dr. Hasjim Djalal, khususnya dalam penanganan konflik baik di kawasan maupun di dunia internasional.</p>



<p>Perkenalan kami bermula ketika Prof. Hasjim Djalal, sebagai anggota ISIS (Institute of Strategic and International Studies), diundang ke Brunei oleh Kementerian Luar Negeri Brunei tanggal 13–14 Januari 2013. Saat itu Brunei memegang posisi sebagai Ketua ASEAN dan salah satu agenda penting adalah penanganan konflik di Kepulauan Spratly yang diklaim banyak negara termasuk Brunei. Saya menemui beliau di Airport Berakas bersama diplomat KBRI Bandar Seri Begawan dan mengantar ke tempat penginapan di Hotel Empire Jerudong.</p>



<p>Setelah memperkenalkan diri, saya banyak bertanya mengenai masalah hubungan internasional, pengalaman beliau dalam menata potensi konflik di kawasan, dan juga kehidupan pribadinya. Bagi saya, beliau adalah sebuah kamus berjalan. Tidak hanya itu, beliau adalah orang yang mudah dijangkau karena sikapnya yang tidak pernah “meninggi” meskipun mengantongi seabrek jabatan tinggi.</p>



<p>Sejak pertemuan itu, saya mulai mengumpulkan tulisan mengenai isu konflik perbatasan yang terkait dengan pemikiran Prof. Hasjim Djalal. Melalui kontak pribadi dan bantuan dari keponakan beliau Uni Murni Zed, saya banyak mendapat cerita mengenai kehidupan pribadi beliau seperti keluarga dan pengalaman hidupnya sejak kecil. Tidak hanya itu, saya diundang ke Jakarta mengambil data serta berkenalan lebih jauh dengan anggota keluarga. Di rumahnya Pak Hasjim, saya berkesempatan makan Nasi Padang razikan bumbu Buk Zurni, isteri beliau. Kami sempat shalat berjamaah, bertanya jawab secara santai, mengambil foto dokumentasi sampai membaca buku diarinya.</p>



<p>Ternyata pula, sampai saat itu belum pernah ada penulis yang menulis biografi seorang Hasjim Djalal secara lengkap dan utuh. Bagi saya ini sangat penting karena dokumentasi perjalanan hidup seorang Hasjim Djalal sangat penting dikenal masyarakat karena pemikirannya mengenai Negara Kepulauan maupun perjalanan diplomasi preventif Indonesia di kancah internasional telah berhasil menyelesaikan banyak isu sensitive yang melibatkan banyak negara. Beliau sangat layak menjadi teladan dan panutan. Apalagi dalam usia senjanya, beliau masih tetap aktif mencurahkan ilmunya dan memikirkan kemajuan bangsa. Prof. Hasjim kerap menjadi narasumber dalam banyak seminar internasional dan diwawancarai ketika terjadi isu-isu maupun konflik perbatasan antar negara. Sosok Hasjim Djalal sebagai ahli Hukum Laut Internasional menjadi figur langka karena sepertinya Ibu Pertiwi belum melahirkan generasi penerus sebagai pengganti maupun tandingannya.</p>



<p>Setelah draft biografi itu rampung, saya menyerahkan “dummy” di Jakarta tepat tanggal 17 Agustus 2013. Menerima buku itu, beliau merespon dengan antusias, “Dino pasti senang mengetahui kalau Efri membuat buku biografi saya”. Dino maksudnya adalah anak beliau, Dr. Dino Patti Djalal yang saat itu menjabat sebagai Duta Besar RI untuk AS.</p>



<p>Pak Hasjim kemudian mempertemukan saya dengan anaknya, Dr. Dino Patti Djalal dalam kesempatan Kongres Diaspora Indonesia “Pulang Kampung” yang dilaksanakan tanggal 19–20 Agustus 2013 di Jakarta. Saat itu, putera ke-2 Pak Hasjim itu adalah penggagas Indonesia Diaspora Network (IDN) sekaligus Duta Besar RI di Amerika Serikat.</p>



<p>Seperti yang dibayangkan Pak Hasjim, begitu menerima draft buku ini, Pak Dino menyambutnya dengan sumbringah karena buku itu akan menjadi “kado” ulang tahun untuk sang ayah. Pak Dino bertambah senang ketika mengetahui kalau buku itu ditulis oleh salah seorang diaspora Indonesia di Brunei yang mengagumi pemikiran dan kiprah penting Hasjim Djalal di dunia internasional.</p>



<p>Akhirnya dalam pertemuan itu kami berdua bersepakat berbagi tugas. Saya focus merampungkan tulisan dan menerbitkan buku, sementara Pak Dino menyiapkan acara peluncuran lengkap dengan undangan dan kelompok paduan suara.</p>



<p>Peluncuran buku berjudul “Patriot Negara Kepulauan: 80 Tahun Prof. Dr. Hasjim Djalal gelar Tuanku Pujangga Diraja” ini terlaksana dengan meriah di Jakarta Theatre, tepat pada hari ulang tahunnya tanggal 23 Februari 2014.</p>



<p>Di tengah kehadiran sekitar 300 undangan tersebut tampak mantan Wakil Presiden Try Sutrisno dan banyak mantan Menteri serta Duta Besar. Menteri yang menjabat tampak hadir Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu, Menteri Keluatan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio. Pada saat itu, buku biografi yang dipesan kepada Penerbit Pandu Aksara dibagikan kepada setiap tamu yang datang.</p>



<p>Saya sempat diberikan kesempatan menyampaikan sambutan sebelum panggung itu diberikan kepada Pak Hasjim. Dalam kesempatan berpidato, Pak Hasjim banyak mengisahkan milestone perjuangan beliau dalam mewujudkan Deklarasi Djuanda di dalam fora internasional. Kepentingan Indonesia itu kemudian disahkan oleh PBB melalui UNCLOS tahun 1982 yaitu setelah berdiplomasi selama lebih dari 20 tahun.</p>



<p>Yang tidak kalah menarik, ketika beliau bercerita awal mula tertarik dalam bidang diplomasi. Salah satunya karena pengalamannya hidupnya di kampung, tepatnya di Nagari Ampang Gadang, Kec. Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat. Katanya, dalam budaya Minangkabau, praktek diplomasi itu sebenarnya sudah dibangun sejak dulu yang dikenal dengan tradisi “Parundingan”. Tidak lupa, Pak Hasjim menyetir filosofi orang Minang yang banyak dipakainya ketika berdiplomasi seperti “Iyo-an nan di urang. Laluan nan di awak”.</p>



<p>Berita mengenai acara ini diliput oleh banyak wartawan baik dari dalam maupun luar negeri. Diantaranya adalah Majalah “Tempo” yang membuat suplemen (tribute) khusus untuk Prof. Hasjim Djalal.</p>



<p><strong>Napak Tilas ke Kampung Halaman</strong></p>



<p>Hubungan saya dengan keluarga Pak Hasjim makin akrab, ketika saya membawa rombongan keluarga Pak Hasjim ke Sumatera Barat untuk napak tilas. Ini bertujuan memberi kesempatan kepada beliau mengulang jejak masa lalu semasa tinggal di kampung. Sejak saat itu, belum pernah lagi beliau pulang kampung. Artinya, inilah perjalanan terakhir kalinya beliau ke kampung halaman.</p>



<p>Dua hari usai peluncuran buku di Jakarta, Pak Hasjim mengamini ajakan saya Napak Tilas ke Sumatera Barat. Beliau dengan Pak Dino beserta isteri Rosa Rai, Uni Murni Zed (keponakan) bersama suami Syahril Zed serta seorang diplomat Kemlu Datu Putra Persada, bersama-sama terbang ke Padang. Ternyata perjalanan ini juga diikuti oleh wartawan Majalah “Tempo” untuk kelengkapan data suplemen (tribute) khusus untuk Prof. Hasjim Djalal. Di Bandara Internasional Minangkabau, kami disambut oleh Ibu Nevi Zuairina, isteri Gubernur Sumatera Barat.</p>



<p>Pada hari pertama, kami menjadi nara sumber pada sebuah seminar diplomasi Indonesia dan peluncuran buku biografi di Universitas Andalas dan Universitas Bung Hatta. Kami dijamu makan siang oleh Rektor UBH, Prof. Dr. Niki Lukviarman.</p>



<p>Dari Padang, Pak Hasjim dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi. Tidak lupa, di Padang Panjang, kami singgah makan Sate “Mak Syukur” yang mengingatkan Pak Hasjim dengan Pak Eteknya bernama Tunaro. Hasjim mengenang paman Tunaro ini. “Beliau merantau ke Tapak Tuan di Aceh. Sebagai pedagang, beliau membeli sapi di sana, kemudian dibawa ke Padang Panjang. Sapi-sapi itu digembalakan dan digemukkan di Padang Panjang yang terkenal subur. Daging sapi berkualitas tinggi itu dibuat sate yang rasanya sangat lezat. Itulah mengapa sampai sekarang sate Padang Panjang terkenal karena pilihan daging yang baik,” katanya.</p>



<p>Begitu sampai di Bukittinggi, rombongan Pak Hasjim diundang makan malam oleh Wali Kota Bukittinggi, Bapak Ismet Amzis di rumah dinasnya.</p>



<p>Pada hari kedua, Pak Hasjim mengunjungi SMPN 1 Ampek Angkek di Tanjung Alam. Di sekolah ini, dulunya Pak Hasjim menempuh pendidikan Sekolah Sambungan antara tahun 1942 sampai 1946. Sebelumnya beliau masuk Sekolah Desa selama 3 tahun di Surau Pinang.</p>



<p>Pada saat sekolah di Tanjung Alam, Pak Hasjim menambah ilmu agamanya dengan bersekolah sore hari di Diniyah Pasir selama 3 tahun. Dalam pertemuan di SMPN 1 Ampek Angkek itu, Pak Hasjim bercerita pengalaman beliau dengan salah seorang gurunya yang paling berkesan. Namanya Pak Bustami yang berasal dari Kapau. Inilah guru yang pernah menampar Hasjim Djalal karena bolos sekolah gara-gara main bola. Pada akhir pertemuan, Pak Hasjim Djalal membagikan buku biografi yang disponsori oleh Fahrial Ajisman, alumni dan seorang eksekutif perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Selatan.</p>



<p>Usai pertemuan di sekolah, Pak Hasjim dan rombongan berkesempatan bersilaturrahmi ke rumah saya di Tanjung Alam. Kami menikmati sarapan bersama kerabat lainnya. Tidak lupa tentunya kami berfoto bersama di depan rumah sebagai kenang-kenangan.</p>



<p><strong>Cetak Ulang Buku Biografi</strong></p>



<p>Setelah 7 tahun peluncuran buku biografi berlalu, buku cetakan pertama sudah tidak ada lagi di pasaran sementara permintaan atas buku tersebut makin meningkat. Hal tersebut disebabkan karena isi buku tersebut masih tetap relevansi dengan situasi saat ini sehingga menjadi kebutuhan akademik di perguruan tinggi. Karena itu, saya menghubungi Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, yang masih kerabat Pak Hasjim untuk berkenan menjadi sponsor. Permohonan saya diamini dan kemudian buku ini diterbitkan oleh UMSB Press di Padang.</p>



<p>Peluncuran buku cetak ke-2 buku ini dilaksanakan tanggal 26 Maret 2021 yang dibuka oleh Rektor UMSB, Dr. Riki Saputra dengan menghadirkan nara sumber yaitu Dr. H. Andri Warman, MM (Bupati Agam), Prof. Dr. Hasjim Djalal, MA, Dr. Andi Arsana, MA (Akademisi UGM), Ir. Agus S Djamil, MSc (Ahli Kelautan, akademisi UIN Jakarta) dan saya sendiri sebagai penulis. Tampak pula memberikan testimony yaitu Buya Dr. H Shofwan Karim, MA yang menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Pak Hasjim terlihat masih bugar meski pendengarannya sering terganggu. Beliau masih dapat mengungkapkan pikirannya dengan jernih. Beliau bercerita sedikit awal mula beliau mengenal saya ketika mulai menulis buku. Tentu saja beliau menyambut baik cetak ulang buku tersebut. Yang lebih menggembirakan hatinya karena penerbitan buku ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, MM, yang baru saja dilantik oleh Gubernur Sumatera Barat untuk memangku jabatan periode 2021-2024. Dr. H. Andri Warman, MM adalah anak dari abang kandung beliau yaitu Amran Djalal. Beliau kemudian mengatakan bahwa sambutan baik atas terbitnya buku ini bukan hanya menyangkut sejarah perjalanan hidupnya, namun lebih kepada perhatian dan keinginan untuk memperdalam pemahaman terhadap konsep Negara Kepulauan dan sejarah perjuangan diplomasi Indonesia.</p>



<p><strong>Penutup</strong></p>



<p>Kini, Prof. Hasjim Djalal sudah tiada, menyusul diplomat dan tokoh besar lainnya ke alam baka. Semoga Ibu Pertiwi dan Ranah Minang akan terus melahirkan manusia Minangkabau yang berkiprah tidak hanya di kancah nasional namun juga internasional. Semoga perjuangan Prof. Hasjim Djalal akan diteruskan oleh diplomat Indonesia saat ini. Selamat Jalan Prof. Dr. Hasjim Djalal. Selamat jalan Patriot Negara Kepulauan. Selamat Jalan Pahlawan Nasional. Selamat Jalan “Mancim”. Semoga Allah Subhanahuwa Taala mengampuni dosa-dosa dan kesalahannya dan menerima segala amal ibadahnya. Semoga nantinya beliau dikumpulkan bersama orang-orang shaleh. Amiin.</p>



<p><strong>*Bukittinggi, 13 Januari 2025</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/in-memoriam-prof-dr-hasjim-djalal-gelar-tuanku-pujangga-diraja-patriot-negara-kepulauan-indonesia-dalam-kenangan/">In Memoriam Prof. Dr. Hasjim Djalal Gelar Tuanku Pujangga Diraja: Patriot Negara Kepulauan Indonesia Dalam Kenangan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219777</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Bencana Tanah Datar, BM 3 Sumut Salurkan Bantuan dan Santunan</title>
		<link>https://langgam.id/peduli-bencana-tanah-datar-bm-3-sumut-salurkan-bantuan-dan-santunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 May 2024 10:06:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Galodo]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Datar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=204148</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Musyawarah Masyarakat Minang Sumatera Utara (BM 3 Sumut) menunjukkan kepeduliannya terhadap para korban bencana banjir bandang dan longsor di Tanah Datar. Bantuan berupa santunan dan kebutuhan pokok diserahkan langsung kepada para korban yang terdampak. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Ketua BM 3 Sumut Yunan Sirhan, kepada Bupati Tanah Datar, Eka Putra di Posko Utama Komplek Indojolito pada hari Kamis (23/5/2024). Bantuan yang diberikan BM 3 Sumut meliputi santunan untuk ahli waris korban meninggal dunia dan yang masih dinyatakan hilang; pakaian dalam wanita; popok untuk balita Yunan Sirhan menjelaskan bahwa bantuan tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peduli-bencana-tanah-datar-bm-3-sumut-salurkan-bantuan-dan-santunan/">Peduli Bencana Tanah Datar, BM 3 Sumut Salurkan Bantuan dan Santunan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Badan Musyawarah Masyarakat Minang Sumatera Utara (BM 3 Sumut) menunjukkan kepeduliannya terhadap para korban bencana banjir bandang dan longsor di Tanah Datar. Bantuan berupa santunan dan kebutuhan pokok diserahkan langsung kepada para korban yang terdampak.</p>



<p>Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Ketua BM 3 Sumut Yunan Sirhan, kepada Bupati Tanah Datar, Eka Putra di Posko Utama Komplek Indojolito pada hari Kamis (23/5/2024).</p>



<p>Bantuan yang diberikan BM 3 Sumut meliputi santunan untuk ahli waris korban meninggal dunia dan yang masih dinyatakan hilang; pakaian dalam wanita; popok untuk balita</p>



<p>Yunan Sirhan menjelaskan bahwa bantuan tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak di pengungsian, terutama bagi wanita dan anak-anak. &#8220;Santunan pun langsung kami serahkan kepada ahli waris sebagai bentuk turut prihatin dan meringankan beban mereka,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Yunan Sirhan atas nama seluruh pengurus dan anggota BM 3 Sumut berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi para korban. Ia juga mendoakan agar para korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Eka Putra menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kepedulian dan bantuan dari BM 3 Sumut. Ia mengungkapkan bahwa hingga hari ke-12 pasca bencana, jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor mencapai 32 orang, dan 10 orang lainnya masih dalam pencarian.</p>



<p>&#8220;Kami bersama tim terus berupaya untuk mencari korban yang masih hilang. Doa dan dukungan dari semua pihak sangatlah kami harapkan,&#8221; tutur Eka Putra.</p>



<p>Bupati Eka Putra juga mendoakan agar seluruh anggota BM 3 Sumut selalu diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugasnya. Ia pun berharap agar mereka dapat kembali ke Sumatera Utara dengan selamat.</p>



<p>&#8220;Kami ucapkan terima kasih tak terhingga atas bantuan ini. Semoga menjadi amal ibadah bagi bapak dan ibu semua. Kami juga mendoakan semoga seluruh saudara kami yang tergabung dalam organisasi BM 3 Sumut selalu diberikan kesehatan, dimurahkan rezekinya oleh Allah, dan selamat kembali lagi di perantauan, Aamiin,&#8221; pungkasnya. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peduli-bencana-tanah-datar-bm-3-sumut-salurkan-bantuan-dan-santunan/">Peduli Bencana Tanah Datar, BM 3 Sumut Salurkan Bantuan dan Santunan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204148</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kadisnakertrans Sumbar: 94 Persen Pekerja Migran Minang Adalah Perempuan</title>
		<link>https://langgam.id/kadisnakertrans-sumbar-94-persen-pekerja-migran-minang-adalah-perempuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2024 12:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Migran Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=202213</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Sumbar, Nizam Ul Muluk mengatakan bahwa saat ini perantau Minang tidak lagi didominasi oleh laki-laki, namun perempuan. &#8220;Kondisi dan ironisnya sekarang, 94 persen pekerja migran asal Minang adalah perempuan,&#8221; ucap Nizam dilansir dari infopublik.id, Rabu (1/5/2024). Menurut Nizam, banyaknya perempuan yang bekerja di luar negeri sudah menyalahi adat Minang. Laki-laki di Minang adalah perantau. Namun kini berbanding terbalik, justru perempuan yang memilih merantau. &#8220;Ada cerita menarik, ketika Dewi (nama pinjaman) ditanyai cita-citanya. Dewi menjawab ingin jadi dokter. Ketika laki-laki ditanya apa cita-citanya, lelaki pun menjawab ingin menjadi suaminya Dewi. Artinya kini,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kadisnakertrans-sumbar-94-persen-pekerja-migran-minang-adalah-perempuan/">Kadisnakertrans Sumbar: 94 Persen Pekerja Migran Minang Adalah Perempuan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Sumbar, Nizam Ul Muluk mengatakan bahwa saat ini perantau Minang tidak lagi didominasi oleh laki-laki, namun perempuan.</p>



<p>&#8220;Kondisi dan ironisnya sekarang, 94 persen pekerja migran asal Minang adalah perempuan,&#8221; ucap Nizam dilansir dari infopublik.id, Rabu (1/5/2024).</p>



<p>Menurut Nizam, banyaknya perempuan yang bekerja di luar negeri sudah menyalahi adat Minang. Laki-laki di Minang adalah perantau. Namun kini berbanding terbalik, justru perempuan yang memilih merantau.</p>



<p>&#8220;Ada cerita menarik, ketika Dewi (nama pinjaman) ditanyai cita-citanya. Dewi menjawab ingin jadi dokter. Ketika laki-laki ditanya apa cita-citanya, lelaki pun menjawab ingin menjadi suaminya Dewi. Artinya kini, laki-laki memilih jadi bapak rumah tangga, istri yang bekerja,&#8221; beber Nizam.</p>



<p>Ia mengharapkan agar laki-laki menjadi pemimpin di rumah tangga. Di saat minimnya lapangan pekerjaan, laki-laki memutar otak agar mendapat pekerjaan yang layak.</p>



<p>&#8220;Saat ini pemerintah telah membuka pendaftaran bagi mereka yang ingin bekerja ke luar negeri,&#8221; ujar Nizam.</p>



<p>Pemerintah terang Nizam, membuka pendaftaran bagi pencari kerja yang ingin menjadi pekerja migran. Dua negara siap menampung lulusan D-III dan S-I Keperawatan lewat program G to G. Negara itu yakni Jepang dan Jerman.</p>



<p>&#8220;Jika berminat untuk mencari informasi dan mendaftar, silahkan datangi Kantor Disnakertrans Pemprov Sumbar atau Disnakerin Kota Padang,&#8221; kata Nizam. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kadisnakertrans-sumbar-94-persen-pekerja-migran-minang-adalah-perempuan/">Kadisnakertrans Sumbar: 94 Persen Pekerja Migran Minang Adalah Perempuan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202213</post-id>	</item>
		<item>
		<title>IKPS Riau Dirikan Posko Kemanusian Galang Bantuan ke Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan</title>
		<link>https://langgam.id/ikps-riau-dirikan-posko-kemanusian-galang-bantuan-ke-warga-terdampak-banjir-dan-longsor-di-pesisir-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2024 14:31:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir di Pesisir Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=198947</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Keluarga besar Pesisir Selatan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) Riau dirikan Posko Bantuan Kemanusian bagi warga terdampak korban bencana alam banjir serta longsor di kampung halaman. Ketua IKPS Riau, Datuak Jhon Sastri didampingi Sekretaris IKPS Riau Zulpardisyah menyebutkan donasi yang terkumpul segera disalurkan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. &#8220;Kita mengumpulkan sumbangan, baik berupa uang tunai, maupun pakaian layak pakai&#8221; ujar Datuak Jhon Satri, Selasa, (12/3/2024). Bagi warga ingin menyumbangkan pakaian, sembako serta uang dan lainnya bisa langsung mengantarkannya ke Posko Kemanusian Korban Banjir Pesisir Selatan di Percetakan CV Gema Lestari, Jalan Nenas atau Utama, Sukajadi,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ikps-riau-dirikan-posko-kemanusian-galang-bantuan-ke-warga-terdampak-banjir-dan-longsor-di-pesisir-selatan/">IKPS Riau Dirikan Posko Kemanusian Galang Bantuan ke Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Keluarga besar Pesisir Selatan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) Riau dirikan Posko Bantuan Kemanusian bagi warga terdampak korban bencana alam banjir serta longsor di kampung halaman.</p>



<p>Ketua IKPS Riau, Datuak Jhon Sastri didampingi Sekretaris IKPS Riau Zulpardisyah menyebutkan donasi yang terkumpul segera disalurkan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.</p>



<p>&#8220;Kita mengumpulkan sumbangan, baik berupa uang tunai, maupun pakaian layak pakai&#8221; ujar Datuak Jhon Satri, Selasa, (12/3/2024).</p>



<p>Bagi warga ingin menyumbangkan pakaian, sembako serta uang dan lainnya bisa langsung mengantarkannya ke Posko Kemanusian Korban Banjir Pesisir Selatan di Percetakan CV Gema Lestari, Jalan Nenas atau Utama, Sukajadi, Pekanbaru.</p>



<p>Datuak Jhon Satri mengatakan bantuan dari warga Riau sudah disalurkan sebagian ke warga terdampak di Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Pesisir Selatan.</p>



<p>&#8220;Lumpo kami dapat info juga termasuk lokasi yang terendam dan kondisi masyarakat butuh makanan dan pakaian&#8221; sebutnya didampingi Ketua Bampers, Sesmardi dan Son Makuwan.</p>



<p>Menurut Datuak Jhon Satri warga rantau sangat peduli terhadap penderitaan yang dialami oleh orang kampung.</p>



<p>&#8220;Kami atas nama perkumpulan turut prihatin dan empati yang besar atas musibah yang terjadi&#8221; tuturnya.</p>



<p>Tokoh-tokoh masyarakat Pessel di perantauan khususnya Riau juga berharap semua pihak khususnya perantau dimanapun berada untuk peduli.</p>



<p>&#8220;Tentu perasaan perantau pasisie dimanapun berada pasti sama, sedih, prihatin dan mendoakan semoga masyarakat yg terkena musibah diberi kesabaran&#8221; harapnya.</p>



<p>Zulpardisyah mengatakan, penggalangan bantuan ini dilakukan oleh seluruh DPD IKPS/BAMPER&#8217;S kabupaten dan kota yg ada di Provinsi Riau dan saat ini masih berlangsung pengumpulan sumbangan tersebut. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ikps-riau-dirikan-posko-kemanusian-galang-bantuan-ke-warga-terdampak-banjir-dan-longsor-di-pesisir-selatan/">IKPS Riau Dirikan Posko Kemanusian Galang Bantuan ke Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198947</post-id>	</item>
		<item>
		<title>3 Putra Minang Kini Pegang Pangdam</title>
		<link>https://langgam.id/3-putra-minang-kini-pegang-pangdam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jul 2023 14:03:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=184523</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Panglima TNI Laksamana Yudo Margono melakukan mutasi besar besaran terhadap perwira tinggi di lingkungan institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Rabu (19/7/2023). Perubahan itu diklaim dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karir serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas-tugas TNI ke depan yang semakin kompleks dan dinamis. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/779/VII/2023 tanggal 17 Juli 2023 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, telah ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 96 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 53 Pati TNI AD, 28 Pati TNI AL dan 15 Pati TNI AU. Uniknya, dalam mutasi kali</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-putra-minang-kini-pegang-pangdam/">3 Putra Minang Kini Pegang Pangdam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Panglima TNI Laksamana Yudo Margono melakukan mutasi besar besaran terhadap perwira tinggi di lingkungan institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Rabu (19/7/2023).</p>



<p>Perubahan itu diklaim dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karir serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas-tugas TNI ke depan yang semakin kompleks dan dinamis.</p>



<p>Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/779/VII/2023 tanggal 17 Juli 2023 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, telah ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 96 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 53 Pati TNI AD, 28 Pati TNI AL dan 15 Pati TNI AU.</p>



<p>Uniknya, dalam mutasi kali terdapat dua orang putra Minang atau keturunan etnis Minangkabau yang dipercaya menjabat Panglima Daerah Militer (Pangdam) di Indonesia secara bersamaan, dan berstatus menyandang pangkat jenderal bintang dua alias Mayor Jenderal. </p>



<p>Pertama, Pangdam X/Udayana Mayjen TNI Harfendi, lahir di Bukittinggi pada 12 Juni 1967. Ia berasal dari Ranggomalai, Tilatang Kamang,  Kabupaten Agam.</p>



<p>Dikutip langgam dari tulisan Sejarawan Hasril Chaniago mengatakan, Harfendi merupakan alumni SMA Negeri 2 Padang (1986) dan lulusan Akabri 1989. Promosi menjadi Pangdam berdasarkan Skep Panglima TNI tanggal 17 Juli 2023. Sebelumnya adalah Koordinator Staf Ahli Panglima TNI dan Staf Ahli KSAD.</p>



<p>Putra Minang kedua yakni Mayjen TNI Syafrial, yang kini menjabat Pangdam XVI/Pattimura. Ia lahir di Padang 18 September 1967, kedua orangtua berasal dari Sungai Limau, Padang Pariaman.</p>



<p>Mayjen Syafrial adalah alumni SMA Negeri 2 Padang (1986) dan lulusan Akmil 1990. Promosi menjadi Pangdam berdasarkan Skep Panglima TNI 17 Juli 2023. Sebelumnya menjabat Kepala Staf Kostrad (2022-2023), Pangdiv II Kostrad (2020-2022) dan Kasdam Sriwijaya (2018-2020).</p>



<p>Keduanya menyusul Mayjen TNI Mohamad Hasan yang sejak 24 Maret lalu mengemban jabatan Pangdam I/Bukit Barisan). Untuk diketahui, Mayjen TNI Mohamad Hasan, lahir di Bandung 23 Maret 1971, merupakan putra Minang asal Nagari Canduang Koto Laweh,  Kabupaten Agam.</p>



<p>Diungkapkan Hasril, Hasan menamatkan SMP Negeri Simpang Candung (1987) dan SMA N 1 Ampek Angkek (1990). Kemudian lulusan Akmil 1993. </p>



<p>Sebelumnya, Mohamad Hasan menjabat Pangdam Iskandar Muda (2021-2023) dan Danjen Kopassus (2020-2021). Pertama diangkat jadi Pangdam merupakan Pangdam termuda di Indonesia, dan yang pertama di angkatannya menjadi Pangdam.</p>



<p>Di samping itu, putra Minang lainnya, Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin (Pangdam I/Bukit Barisan) akan melepas jabatannya karena dipromosikan menjadi Aster KSAD terhitung 17 Juli 2023.</p>



<p>Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, lahir di Makassar 23 Maret 1967, kedua orang tuanya berasal dari Sungai Aro, Koto Parik Gadang Diateh, Solok Selatan, bersuku Kampai, adalah lulusan Akmil 1990. Sebelum jadi Pangdam I/BB ia pernah jadi Wadan Pussenif dan Kasdam Iskandar Muda.</p>



<p>Selain nama-nama tersebut, Panglima TNI Yudo Margono juga mengangkat putra Minang lainnya menjabat Inspektur Jenderal TNI, yakni Laksamana Madya TNI Angkasa Dipua. </p>



<p>Ia lahir di Padang 21 September 1965 dan lulusan Akmil AL pada 1988. Sebelumnya, Angkasa Dipua menjabat Asisten Intelijen Panglima TNI. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-putra-minang-kini-pegang-pangdam/">3 Putra Minang Kini Pegang Pangdam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184523</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Minang di Singapura</title>
		<link>https://langgam.id/masyarakat-minang-di-singapura/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Donny Syofyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 May 2023 06:22:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alam Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=182055</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai sebuah negara kecil, Singapura bisa dibilang sebuah permadani bahasa yang memiliki sintaks dan sejarahnya sendiri yang unik. Beberapa sudah terancam punah dan yang lainnya terus berkembang, tak terkecuali adalah orang-orang Minang yang sudah berada di sana jauh sebelum Singapura merdeka. Anggota Dewan Legislatif Melayu pertama di Singapura dalam pemerintahan kolonial dan juga wartawan Eunos Abdullah adalah orang Minang. Begitu juga presiden pertama Singapura, Tuan Yusof Ishak dan komposer lagu kebangsaan Zubir Said juga berasal dari Minangkabau. Salah satu alasan di balik keberhasilan masyarakat Minang yang relatif kecil di sina karena jiwa merantau, ketika laki-laki Minang meninggalkan ranah Minang untuk</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/masyarakat-minang-di-singapura/">Masyarakat Minang di Singapura</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebagai sebuah negara kecil, Singapura bisa dibilang sebuah permadani bahasa yang memiliki sintaks dan sejarahnya sendiri yang unik. Beberapa sudah terancam punah dan yang lainnya terus berkembang, tak terkecuali adalah orang-orang Minang yang sudah berada di sana jauh sebelum Singapura merdeka.</p>



<p>Anggota Dewan Legislatif Melayu pertama di Singapura dalam pemerintahan kolonial dan juga wartawan Eunos Abdullah adalah orang Minang. Begitu juga presiden pertama Singapura, Tuan Yusof Ishak dan komposer lagu kebangsaan Zubir Said juga berasal dari Minangkabau.</p>



<p>Salah satu alasan di balik keberhasilan masyarakat Minang yang relatif kecil di sina karena jiwa merantau, ketika laki-laki Minang meninggalkan ranah Minang untuk mengadu nasib di rantau, negeri seberang. Secara harfiah, kata <em>marantau</em> sebenarnya berarti melakukan perjalanan dari pantai ke pantai. </p>



<p>Agaknya ini terkait dengan langkah awal dengan bepergian lewat kapal. Tapi kini konsep ini tak sebatas perjalanan maritim. Tak dipungkiri juga, tradisi merantau ini juga  berjalan seiring dengan karakteristik masyarakat Minangkabau yang matrilineal, di mana tanah dimiliki dan diwariskan kepada pihak perempuan.</p>



<p>Masyarakat Minangkabau berpusat pada suku dan orang-orang harus menikah di luar suku-suku masing-masing. Secara adat, tidak dibolehkan kawin sesama suku. Karenanya, diaspora Minang nyaris ditemukan di banyak wilayah. Baru-baru ini dalam acara yang diadakan Diaspora Minang, saya sempat bertemu dengan sejumlah warga Minang di Singapura. </p>



<p>Marina Rahim, seorang dosen di sebuah perguruan tinggi di Singapura, mengatakan: “Akar saya berasal dari Sumatra Barat, Penang dan Kedah. Dan ayah saya kebetulan lahir di Singapura.” Marina adalah keturunan generasi keenam dari Datuk Jenaton Raja Labu, seorang bangsawan Minangkabau yang meninggalkan ranah Minang menuju Penang pada 1749 dan seorang putri dari Menteri Senior Negara dan Diplomat Abdul Rahim Ishak, saudara laki-laki almarhum Yusof Ishak.</p>



<p>Pekerjaannya di industri perhotelan membawanya ke Jakarta. Ia kerap mendendangkan tembang-tembang lagu Minang seperti Ayam Den Lapeh yang sudah melegenda. “Semua orang Minang bisa merasakannya dan setiap orang Minang bisa menyanyikannya,” ucap Marina. Almarhum Pak Abdul Rahim juga mewariskan cita rasa masakan Minang dengan cita rasa dataran tinggi, seperti pakis. “Rendang sangat juga ada di Melayu, tapi rendang Minang adalah yang asli, begitu juga sate Padang,” ujarnya. </p>



<p>“Alih-alih dicelupkan ke dalam bumbu kacang, sate Padang dicirikan dengan kuah kental yang dituang di atasnya.” Ia bekerja penuh semangat ketika menghidangkan nasi Padang yang otentik dan kerap protes menyaksikan kedai-kedai lain yang menjual nasi Padang dengan harga obral. “Kedai makanan di Singapura menyebutnya nasi Padang, tapi isinya nugget dan sosis saus tomat,” ungkapnya dengan nada berang.</p>



<p>Kawasan Kampong Glam adalah pusat masakan Padang di Singapura. Orang-orang tua dan juga tokoh-tokoh masyarakat sering datang ke sana sekalian untuk menjaga silaturahim. Di antara rumah makan Padang yang ada di sana adalah Warong Nasi Pariaman di North Bridge Road, sebuah usaha keluarga yang didirikan pada 1948 dan Rumah Makan Minang di Jalan Kandahar. </p>



<p>Karena keluarganya sudah lama meninggalkan Sumatera Barat, Marina tidak tumbuh dengan berbicara bahasa Minang. Orang tuanya menggunakan bahasa Inggris di rumah. “Saya lebih suka belajar bahasa Jepang!” serunya. “Mengapa saya belajar bahasa Minang? Siapa yang akan saya ajak bicara? Komunitasnya sangat kecil.”</p>



<p>Sebuah fakta miris, seperti yang diungkapkan oleh Irianto Safari (54 tahun) bahwa warga Minang Singapura adalah minoritas di dalam minoritas. Ia adalah generasi ketiga, insinyur dan selama 15 tahun, menjabat sebagai presiden Singapore Minangkabau Association (SMA) yang didirikannya bersama teman-teman lain pada 1994. Banyak anak Minang belajar bahasa Melayu standar di sekolah. </p>



<p>Kedua bahasa ini mirip, misalnya, kata yang diakhiri dengan “a” dalam bahasa Melayu biasanya diakhiri dengan “o” dalam bahasa Minang. Ada pengecualian. “Kelapa” dalam bahasa Melayu, kata Pak Irianto, bukanlah “kelapo” dalam bahasa Minangkabau – melainkan “karambia”. Kehalusan bahasa, seperti aksen, berbeda di kalangan diaspora Minang.</p>



<p>Direktur galeri seni Masturah Sha’ari (48 tahun), mencoba melacak asal-usulnya ke negara bagian Negeri Sembilan Malaysia, yang merupakan rumah bagi para perantau atau imigran Minang selama berabad-abad. </p>



<p>“Ibu saya dan almarhum ayah saya ketika berbicara satu sama lain seperti berpantun. Ini tidak mengherankan mengingat penekanan bahwa budaya Minangkabau memegang teguh adat atau kebiasaan. Menurut salah satu pendiri SMA, Marah Hoessein Salim (60 tahun) yang juga seorang manajer senior perusahaan konsultan bahwa budaya Minang itu berdasarkan “adat basandi syarak , syarak basandi kitabullah” – yang berarti tradisi berdasarkan syariah dan syariah berdasarkan Al-Quran.” Untuk meringkas etos Minangkabau, ia memisalkan perkwaninan praktik-praktik matrilineal peralihan harta pusako dengan hukum waris Islam.</p>



<p>Aspek adat lainnya termasuk penggunaan gelar untuk menunjukkan rasa hormat. Marah Hoessein memiliki banyak nama – untuk teman-temannya, misalnya, dia dipanggil Uda Bob. “Uda” berarti “kakak laki-laki”, sedangkan “uni” adalah padanan femininnya. Seorang wanita yang lebih tua dapat disebut &#8220;etek&#8221;, atau &#8220;bibi&#8221;, &#8211; berlawanan dengan kata Bahasa Indonesia &#8220;tante&#8221;. Namun ketika Marah Hoessein kembali ke kampung asalnya di Sumatera Barat, gelar sukunya adalah Sutan Rangkayo Basa, seorang yang berkarakter tinggi.</p>



<p><strong>*Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/masyarakat-minang-di-singapura/">Masyarakat Minang di Singapura</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182055</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aroma Nasi Kapau Autentik Menguar di Jakarta Selatan</title>
		<link>https://langgam.id/aroma-nasi-kapau-autentik-menguar-di-jakarta-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Mar 2023 09:45:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khas]]></category>
		<category><![CDATA[Masakan Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Kapau]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Randang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=179695</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wakil Menteri Agama Indonesia Kabinet Indonesia Maju Zainut Tauhid Sa&#8217;adi tak sungkan menyingkirkan sendok garpu dari tangannya, dan kemudian membiarkan jemarinya berlumuran gulai tunjang (kikil). Menyuap dengan tangan, Zainut merasakan sensasi gulai tunjang lebih paripurna. Jumat (24/2/2023) siang itu, Zainut menjadi salah seorang tamu yang diundang untuk mencicipi jabaran lauk pauk rumah makan Padang yang spesifik menjual masakan Kapau yakni Kapau Rayo. Selain gulai tunjang, Zainut juga melahap sejumlah menu lainnya seperti randang (rendang), gulai gajeboh, dan tentu saja sayur khas kapau. “Sayurnya enak. Rasanya beda dengan yang pernah saya makan. Ada yang lain tersangkut lama di lidah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/aroma-nasi-kapau-autentik-menguar-di-jakarta-selatan/">Aroma Nasi Kapau Autentik Menguar di Jakarta Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Wakil Menteri Agama Indonesia Kabinet Indonesia Maju Zainut Tauhid Sa&#8217;adi tak sungkan menyingkirkan sendok garpu dari tangannya, dan kemudian membiarkan jemarinya berlumuran gulai tunjang (kikil). Menyuap dengan tangan, Zainut merasakan sensasi gulai tunjang lebih paripurna.</p>



<p>Jumat (24/2/2023) siang itu, Zainut menjadi salah seorang tamu yang diundang untuk mencicipi jabaran lauk pauk rumah makan Padang yang spesifik menjual masakan Kapau yakni Kapau Rayo. Selain gulai tunjang, Zainut juga melahap sejumlah menu lainnya seperti randang (rendang), gulai gajeboh, dan tentu saja sayur khas kapau.</p>



<p>“Sayurnya enak. Rasanya beda dengan yang pernah saya makan. Ada yang lain tersangkut lama di lidah yakni rempah, bumbu yang dalam banget sangat beda. Tunjang, rendang, gajebih, sayur kapau. Semua enak. Saya jarang makan tunjang, tapi sekarang makan tunjang,” ungkap Zainut.</p>



<p>Zainal Tauhid menyambut baik kehadiran Kapau Rayo dalam perkulineran di Jakarta. Menurutnya, Kapau Rayo memberi khazanah tambahan bagi para penikmat masakan padang terutama Kapau. “Kami sangat bahagia, karena masakan Kapau, semoga bisa menambah referensi bagi masyarakat untuk menikmati dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena menyerap tenaga kerja dan karena ini ekonomi kreatif,” ungkapnya.</p>



<p>Pendiri Kapau Rayo, Reza Eka Pahlevi yang duduk semeja dengan Zainut, senyum merekah tak terkira. Jabaran dan pengakuan Zainut sekiranya menjadi penguat baginya dan pengelolaan Kapau Rayo lainnya, bahwa olahan masakan Kapau yang hendak dijual sudah berada di jalan yang benar; autentik nasi Kapau di tanah rantau.</p>



<p>“Saya memimpikan untuk memiliki rumah makan Kapau dengan cita rasa autentik sebagaimana di Ranah Minang. Dengan mimpi itu lah dibangun rumah makan Kapau Rayo ini,” ujar Reza saat peresmian rumah makannya yang berada di Darmawangsa Square, Jalan Dharmawangsa VI, Komplek Ruko Unit-34, Jakarta Selatan, Jumat (24/2/2023).</p>



<p>“Inpirasi buka Kapau Rayo, sudah lama. Tapi bikin yang autentik tak mudah. Pertama ada koki atau tukang masak. Kebetulan ada Mama Ret. Langsung dari Bukittinggi. Setiap makan masakannya, saya suka, tak bisa sahur kalau tak ada makan masakannya. Proses sampai seperti ini lama,” Reza menambahkan.</p>



<p>Kompleks restoran ini sudah menawarkan hawa kenyamanan sejak dari luar hingga di dalam. Pada dinding eksterior dan interior, nuansa Minangkabau amatlah kental. Ada ukiran-ukiran kayu tua bekas ornament rumah gadang dibingkai menghiasi dinding. Nuansa ini semakin menabalkan ketulenan Kapau Rayo sebagai restoran nasi Kapau.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" width="591" height="443" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Wamenag-Cicipi-Kapau-Rayo-ok.jpg?resize=591%2C443&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-179704" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Wamenag-Cicipi-Kapau-Rayo-ok.jpg?w=591&amp;ssl=1 591w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Wamenag-Cicipi-Kapau-Rayo-ok.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Wamenag-Cicipi-Kapau-Rayo-ok.jpg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Wamenag-Cicipi-Kapau-Rayo-ok.jpg?resize=120%2C90&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Wamenag-Cicipi-Kapau-Rayo-ok.jpg?resize=100%2C75&amp;ssl=1 100w" sizes="(max-width: 591px) 100vw, 591px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wakil Menteri Agama Indonesia Kabinet Indonesia Maju Zainut Tauhid Sa&#8217;adi ditemani pendiri atau owner Restoran Kapau Rayo mencicipi lauk pauk Kapau Rayo sesusai peresmian, Jumat (1/3). Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>
</div>


<p>Selama ini nasi Kapau terkenal di tanah asalnya, Nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Nasi Kapau dengan mudah, bahkan sudah menjadi ikon boga di Los Lambuang Bukittinggi. Sementara di tanah rantau seperti Jakarta, nasi Kapau dengan mudah ditemui di bawah fly over Senen.</p>



<p>Lalu apa yang membedakan nasi padang dengan nasi kapau? Secara implisit ada pada kekayaan menu lauknya dan gaya penyajiannya.</p>



<p>Lauk pauk seperti gulai tambunsu, gulai ayam kemumu, serta sayuran dengan perpaduan nangka yang diiris besar-besar, kacang panjang, lobak, adalah ciri khas masakan Kapau, hal yang jarang dijumpai di (rumah makan) masakan Padang biasa.</p>



<p>Nasi ramas Kapau akan didapati lauk yang diinginkan seperti randang ayam dengan potongan besar, atau dendeng ukuran besar juga, ditambah sayuran yang lengkap.</p>



<p>Cara penyajian nasi Kapau juga unik, sangat berbeda dengan rumah makan Padang kebanyakan. Ragam lauk masakan Kapau berjajar di atas <em>paluang</em>; papan berderet secara vertikal), dengan pramusaji berada di atas <em>paluang</em>. Pramusaji langsung berhadapan dengan pembeli.</p>



<p>Maka itu, sanduak (sendok panjang berbahan baku tempurung dan tangkai bambu) menjadi senjata yang identik bagi pramusaji nasi Kapau. Mereka cukup berdiri di belakang, dan dengan <em>sanduak</em> mereka menjangkau beragam gulai yang terletak di panci.<br><br>Sementara rumah makan Padang biasanya, ciri khasnya adalah menu lauk di atas piring, saling menghimpit di dalam etalase. Posisi pramusaji menghadap langsung ragam menu, dan sangat mudah dijangkau. Sehingga tidak perlu pakai <em>sanduak</em>.</p>



<p>Dalam khazanah masakan khas Kapau yang ditulis Irnal Sugama, setidaknya ada 35 jenis masakan khas Kapau. Ragam masakan itu sebagian juga ada di masakan Padang secara umum. Yang pasti rasanya pasti berbeda, karena racikan dan bumbunya.</p>



<p>Kapau Rayo yang turut di gelanggang masakan Padang dengan segmen Kapau di Jakarta, harus diakui bukanlah perintis. Namun, Kapau Rayo menggaransi keaslian nasi Kapau di tanah rantau; Jakarta.</p>



<p>“Rendang Kapau Rayo adalah Rendang Hitam (bukan Kalio yang berwarna masih coklat) yang sangat khas aromanya seperti dimasak di kampung halamannya. Gulai Cancang yang terasa bumbunya. Tambunsu (usus sapi yang diisi telur),” ujar Nofrins Napilus.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" width="899" height="675" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Tambunsu.jpeg?resize=899%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-179702" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Tambunsu.jpeg?resize=899%2C675&amp;ssl=1 899w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Tambunsu.jpeg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Tambunsu.jpeg?resize=768%2C576&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Tambunsu.jpeg?resize=1536%2C1153&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Tambunsu.jpeg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Tambunsu.jpeg?resize=120%2C90&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Tambunsu.jpeg?resize=100%2C75&amp;ssl=1 100w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Tambunsu.jpeg?w=1599&amp;ssl=1 1599w" sizes="(max-width: 899px) 100vw, 899px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tambunsu salah satu menu andalan Restoran Nasi Kapau Rayo. Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>



<p>Ketulenan ini dipastikan dari tukang masak yang berasal dari kampung sekitar Nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Lalu bahan utama seperti beras, bumbu-bumbu, bahkan kelapa yang dikirim langsung dari tanah Minang.</p>



<p>Sehingga nasi Kapau Rayo, bak dapur nasi racikan dari balik dapur-dapur di Nagari Kapau nun jauh di sana yang dikirim ke tanah rantau.</p>



<p><strong>Tukang Masak adalah Kunci</strong></p>



<p>Bukan lidah Zainut saja yang merasa dimanjakan kala mencicipi masakan Kapau Rayo. Sejumlah tamu lain seperti Gregorius Antar Awal alias Yori Antar yang dikenal arsitek yang fokus mempromosikan khazanah arsitektur nusantara, juga merasakan sensasi seperti makan langsung di ranah Minang.</p>



<p>“Rempahnya sangat terasa. Enak,” ujar Yori yang mencicipi dendeng, gulai tunjang, dan ayam bumbu sekaligus.</p>



<p>Richard Ricardo yang berprofesi sebagai <em>Master Ceremony</em> (MC) sering bolak-balik ke Padang. Seiring itu pula, ia terbiasa menguyah masakan Padang di ranah Minang. Dengan begitu, ia cukup objektif memberi penilaian tatkala mencicipi (<em>test food</em>) nasi Kapau Rayo.</p>



<p>“Perbedaannya 1 banding 2. Pikiran owner di sini (Kapau Rayo), menurut saya menyamaratakan orang Jakarta yang tak pernah ke Kapau. Karena di Minang, masakan Padang itu banyak jenis rasanya. Kalau Kapau strong. Bisanya makan nasi Kapau, satu menu, saya tak mau mencampuri. Sebab, dengan kuahnya yang kental,  saya  ingin meresapi betul  keauntentikan Kapau itu,” jelasnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" width="443" height="591" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Reza-Pahlevin-Kapau-Rayo-ok.jpg?resize=443%2C591&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-179705" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Reza-Pahlevin-Kapau-Rayo-ok.jpg?w=443&amp;ssl=1 443w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Reza-Pahlevin-Kapau-Rayo-ok.jpg?resize=225%2C300&amp;ssl=1 225w" sizes="(max-width: 443px) 100vw, 443px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pendiri Restoran Kapau Rayo Reza Eka Pahlevi. Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>
</div>


<p>Richard mengaku di antara beragam menu nasi Kapau, ia menyukai rendang kering, dendeng kering.</p>



<p>Apa yang terhampar di etalase (<em>paluang</em>) Kapau Rayo, dan dinikmati para pengunjung semuanya adalah racikan Mama Ret, 65. Ia adalah tukang masak; idiom menyebut <em>chef</em> dalam budaya masakan Padang.</p>



<p>Mama Ret punya hubungan kekerabatan dengan Reza. Adiknya Reyno Anggoro, beristrikan Ardina Atles, anak satu-satunya Mama Ret. Kelindan keluarga ini menjadi kekuatan usaha kuliner Kapau Rayo. Mama Ret berasal dari kampung yang berdekatan dengan Nagari Kapau, yakni Kandikiah, masih di wilayah Tilatang Kamang.</p>



<p>Urusan dapur Kapau Rayo, Mama Ret, dibantu oleh &nbsp;suaminya, Syahrial, asal dari Balingka, Kabupaten Agam.</p>



<p>Kepiawaian Mama Ret memasak, menjadi alasan utama Reza terjun di bisnis kuliner dengan spesifik nasi Kapau. Ihwalnya, Reza sering dibikinin rendang terutama rendang paru oleh Mama Ret pada bulan puasa Ramadan. Jumlahnya banyak, dan oleh Reza, rendang bikinan Mama Ret, selalu menjadi menu disaat berbuka.</p>



<p>Berawal dari jamuan keluarga yang disajikan oleh Mama Ret, mertua dari adik kandungnya, yang selalu mengutamakan orisinalitas mulai dari pengolahan, proses sampai penyajian serta citra rasa yang luar biasa, muncul keinginan kuat untuk membuat rumah makan khas Minang tersebut.</p>



<p>Mama Ret, akhirnya setuju untuk mendukung niat baik Reza ini. “Tak mudah juga meyakinkan Mama Ret agar bersedia membagi hasil masakannya untuk bisa dinikmati oleh para pecinta kuliner lainnya,” ujar Nofrins, kolega Reza, yang juga menjadi bagian dari usaha nasi Kapau Rayo.</p>



<p>Pasalnya, Mama Ret yang sudah lama merantau Bersama suaminya, ingin balik kampung. Keduanya ingin menghabiskan masa tua di kampung halaman.</p>



<p>Kepiawaian Mama Ret memasak tak didapatkan dari sekolah boga formal. Ia sebagaimana gadis Minang lainnya, secara adat memang dituntut untuk bisa memasak. Setidaknya memasak makanan harian untuk keluarga inti. Dalam hal ini, Mama Ret dengan nama asli Ratna Ningsih, mulanya diajarkan orang tuanya. Lalu, di kampung dulunya, ia juga sering bantu memasak di tempat orang baralek.</p>



<p>Kecakapannya memasak terutama masakan Kapau terasah secara alamiah demikian. Hal ini yang menjadi modal Mama Ret mereduksinya menjadi lini bisnis kuliner di bawah bendera Kapau Rayo.</p>



<p>Maka tak mengherankan, bila ada orang yang pernah datang langsung ke Kapau atau Bukittinggi, dan mencicipi nasi Kapau di sana, kemungkinan akan memberi penilaian; nasi Kapau Rayo mengobati kerinduan mereka untuk mengulang melahap masakan Kapau itu. &nbsp;</p>



<p>“Kami pernah dagang (nasi) online 2 tahun lewat. Lauknya antara lain, tambunsu, dendeng,” ujar Mama Ret.</p>



<p>Untuk memastikan bisnis nasi Kapau ini benar-benar berasa nasi Kapau yang asli, tukang masak yang pandai masak saja tentu tak cukup. Ia harus berpadu dengan keaslian bahan baku dan proses meraciknya.</p>



<p>Racikannya harus berdasar pada bumbu-bumbu serta bahan utama lainnya seperti beras dan kelapa yang menjadi bahan baku orang memasak nasi Kapau di ranah Minang.</p>



<p>Agar bisa memunculkan rasa yang autentik tersebut, berbagai bahan mentah dan bumbu diimpor langsung dari Sumbar, seperti kelapa, cabai, bawang, jahe, kunyit, daun salam. Dan terkhusus, Kapau Rayo menggunakan beras asli dari Petani Kapau, Petani Ampek Angkek dan sekitarnya. Beras Randah ini adalah beras organik. Sehingga aromanya terasa lebih wangi dan lebih sehat sekaligus meningkatkan selera makan.</p>



<p>“Seluruh bumbu termasuk kerupuk jangek (kulit), dan beras, didatangkan dari Bukittinggi. Si sana diurus oleh adik ipar saya. &nbsp;Dikirim dengan Indah Kargo, untuk saat ini sekali 15 hari,” jelas Mama Ret.</p>



<p>“Di Jakarta banyak Kapau, tapi gak autentik secara bumbu.”</p>



<p>Untuk variasi menu, Kapau Rayo fokus untuk beberapa menu tertentu saja yang benar-benar khas dan otentik. Mengutamakan kualitas dan rasa. “Ada sekitar 20 menu (lauk) di Kapau Rayo,” kata Mama Ret.</p>



<p>Rendang Kapau Rayo adalah Rendang Hitam (bukan Kalio yang berwarna masih coklat) yang sangat khas aromanya seperti dimasak di kampung halamannya. Gulai cancang yang terasa bumbunya. Dan tambunsu (usus sapi yang diisi telur).</p>



<p>Gulai Kapau yang menjadi salah satu ciri masakan Kapau sangat membangkitkan selera makan. Gulai Kikil, randang paru, Bebek Cabe Ijo, Ikan Bilih Cabe Ijo, Gulai Ayam, Ayam Goreng Bumbu, Ayam Pop dan lain-lain yang disiapkan secara bervariasi dan berbeda setiap hari.</p>



<p>Yang akan jadi salah satu favorit dan menarik minat juga adalah Asam Padeh Gajeboh. Goreng Telor Barendo panas, bisa dipesan dan dibuatkan segera sebelum makan. Itu beberapa di antara menu yang disediakan Kapau Rayo.</p>



<p>Dari sisi harga, juga sangat terjangkau untuk konteks ranah Jakarta. Misalnya saja, rendang daging maupun rendang paru Rp.34 ribu. Gulai tambunsu, gulai ati limpo, gulai tunjang, gulai otak, sama berharga Rp.34 ribu. Ragam ayam rata-rata Rp.30 ribu. Dendeng balado Rp.34 ribu. Dan rendang itiak Rp.58 ribu.</p>



<p>Untuk menguji rasa sebelum benar-benar dibuka untuk umum, terhitung per 25 Februari 2023, selama sebulan terakhir Reza dan juga pengelola Kapau Rayo lainnya, mengundang para kolega dan teman-teman untuk mencicipi ragam lauk yang menjadi andalan.</p>



<p>“Kita pernah undang kawan SMP semasa d Bukittinggi dengan jumlah 25 orang, sebelum ini dibuka,” ujar Mama Ret.</p>



<p>Lalu bagaimana mendapatkan cira rasa orisilitas di tengah ruang dan keadaan memasak yang berbeda?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="899" height="675" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/tunjang-nasi-kapau.jpeg?resize=899%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-179703" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/tunjang-nasi-kapau.jpeg?resize=899%2C675&amp;ssl=1 899w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/tunjang-nasi-kapau.jpeg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/tunjang-nasi-kapau.jpeg?resize=768%2C576&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/tunjang-nasi-kapau.jpeg?resize=1536%2C1153&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/tunjang-nasi-kapau.jpeg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/tunjang-nasi-kapau.jpeg?resize=120%2C90&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/tunjang-nasi-kapau.jpeg?resize=100%2C75&amp;ssl=1 100w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/tunjang-nasi-kapau.jpeg?w=1599&amp;ssl=1 1599w" sizes="auto, (max-width: 899px) 100vw, 899px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sepiring nasi di Kapau Rayo dengan lauk gulai tunjang, randang paru, kentang, dan sayur Kapau. Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>



<p>Bagi mereka yang paham masakan Padang dan khususnya nasi Kapau yang kian menjamur, sejatinya dimasak di dapur yang terpisah dari rumah. Sebab, di dapur itu kayu-kayu bakar bekerja untuk perapian. Api kayu bekerja memproses masakan seperti randang yang menggunakan media kancah. Dari proses itu, makan akan dihasilkan cita randang dan lauknya lainnya bercita rasa kuat, aroma khas yang begitu semerbak.</p>



<p>Tapi proses demikian lazimnya bisa dilakukan di kampung. Di mana, dapur besar tersedia dan tungku-tungku perapian dari kayu yang membumbungkan asap, tak dipersoalkan.</p>



<p>Lalu bagaimana membuka bisnis masakan Padang khususnya nasi Kapau, cita rasa demikian didapatkan? Nah, nasi Kapau Rayo memastikan cita rasa kuat nasi Kapau tetap dapat, dengan berinovasi tentunya.</p>



<p><strong>Memastikan Ketulenan Nasi Kapau Lewat Inovasi</strong></p>



<p>Restoran Kapau Rayo berdiri di ruko berlantai 3. Lantai 3 difungsikan sebagai dapur. Sementara lantai 1 dan 2, menjadi ruangan makanan.</p>



<p>Untuk mendukung masakan yang sehat, bersih dan berkualitas, Dapur dibangun dengan sistem yang modern dan higienis. Perkakas di dapur dirancang sacara khusus untuk memastikan cita rara nasi Kapau yang kuat.</p>



<p>Nofrins mengatakan, semua perkakas memasak, dirancang sesuai kebutuhan ke salah satu workshop perdapuran di Depok.</p>



<p>“Dapur kita desain sesuai kebutuhan kita dan ruangan yang tersedia. Ada 3 kompor dan 3 kuali besi. Kuali dari besi cor itu juga kita pesan sesuai keinginan kita,” ungkap Nofrins.</p>



<p>Inovasi dan proses racikan semua menu Kapau Rayo berjalan dengan benar dan menghasilkan rasa yang orisinil, dijaga betul oleh Marchellinus Hanjaya. Ia bukan saja <em>Co Founder</em> Kapau Rayo, tapi sekaligus Perancang Menu Kapau.</p>



<p>“Pemilik resep asli Mama Ret. Fungsi saya memastikan masakan khas rumahan bisa dibawa ke ranah komersial. Kita melakukan modifikasi,” tukas Marchellinus.</p>



<p>Meski berasal dari Surabaya, Jawa Timur ini, Marchellinus pembelajar keras soal masakan Padang. Ia adalah murid dan ‘anak ideologis’ Bondan Winarno, salah seorang pakar kuliner Indonesia. Bahkan, Marchelllinus adalah sosok di balik kehadiran nasi Kapau melapak pada Kongres Makanan Kaki Lima Seluruh Dunia (World Street Food The Congress) di Singapura pada &nbsp;31 Mei hingga 9 Juni nanti.</p>



<p>Marchellinus Hanjaya yang menjabat panitia World Street Food The Congress di Indonesia dan Nofrins Napilus, pegiat wisata Sumatra Barat kala itu menemani KF Seetoh (pencetus ide The World Street Food Congress dan pemilik jejaringan Makan Sutra di Singapura), untuk langsung datang ke Nagari Kapau melihat proses nasi Kapau dan merasainya.</p>



<p>Marchellinus membocorkan sedikit rahasia Kapau Rayo menghasilkan cita rasa nasi Kapau seperti halnya yang ada di Kapau dan Bukittinggi sana. Misalnya randang. Katanya, untuk mengakali ketiadaan kayu untuk perapian, maka dibuat desain kompor yang memberi ruang pengapian dengan bahan baku sabut. Sabut dibakar menghasilkan asap yang bertahan lama, hal yang turut mengasapi randang di atas kancah selama lebih kurang 8 jam.</p>



<p>Dan yang terjadi, rasa dan aroma randang Kapau Rayo, serasa randang tradisional di Kapau dan Bukittinggi sana.</p>



<p>Di samping itu, juga ada inovasi bernama <em>bain marie. </em>&nbsp;Istilah yang berasal dari Prancis dengan nama asli <em>Au Bain </em>Marie, yang artinya secara harfiah mandi air mendiidh atau <em>boiling-water. Bain Marie</em> merupakan teknik memasak yang mirip dengan cara pengukusan. Ia memanfaatkan energi panas yang timbul dari uap air, tapi tidak bersentuhan langsung dengan uap air tersebut. Seperti cara memasak dengan proses pengetiman.</p>



<p>Pada teknik pengukusan, makanan akan bersentuhan langsung dengan uap panas. Namun pada Bain Marie, makanan tidak akan bersentuhan dengan uap panas maupun api secara langsung.</p>



<p>Di Kapau Rayo, <em>paluangnya</em> dirancang berbasis <em>bain marie. </em>Semua lauk berkuah (gulai) termasuk sayur Kapau di dalam panic, bertenggek di atas <em>bain marie.</em><em> </em>Setidaknya ada 6 macam gulai per hari tersaji di atas bain marie.<em></em></p>



<p>“Ada dua keuntungan menerapkan <em>bain marie, </em>yaitu meminalisir basi dan menyajikan gulai hangat,” ujar Marchellinus.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="507" height="675" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/inovasi-kapau.jpeg?resize=507%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-179706" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/inovasi-kapau.jpeg?resize=507%2C675&amp;ssl=1 507w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/inovasi-kapau.jpeg?resize=225%2C300&amp;ssl=1 225w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/inovasi-kapau.jpeg?resize=768%2C1023&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/inovasi-kapau.jpeg?resize=1153%2C1536&amp;ssl=1 1153w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/inovasi-kapau.jpeg?w=1200&amp;ssl=1 1200w" sizes="auto, (max-width: 507px) 100vw, 507px" /><figcaption class="wp-element-caption">Marchellinus Hanjaya, <em>Co Founder</em> Kapau Rayo sekaligus Perancang Menu Kapau memperlihatkan inovasi pengelolaan masakan nasi Kapau Rayo dengan konsep <br><em>bain marie</em>. Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>
</div>


<p>Inovasi lain, kata Marchellinus, menu ayam kecuali rendang ayam, juga disiapkan dengan konsep <em>A La Minute</em>, yakni ketika dipesan, baru dimasak.</p>



<p>“Kita menjunjung tinggi nilai tradisional, rasa tetap dijaga, tanpa meninggalkan nilai tradisional,” Marchellinus menambahkan.</p>



<p>Menurut Marchellinus, hal yang membedakan Kapau Rayo dengan yang lain adalah keautentikan. Orang mencari Kapau autentik di Jabodetabek ini susah. Sehingga tagline Kapau Rayo adalah <em>Taragak jo Kampuang.</em></p>



<p>“Kita ingin memajukan kuliner Indonesia yang asli se aslinya. Ketika ingin mengenalkan kuliner Indonesia dalam hal ini masakan khas Kapau, kita tidak boleh melupakan masalah higienis. Ini perhatian kami. Jadi selain keaslian rasa dan juga higienis.</p>



<p><strong>Naik Kelas (Perusahaan)</strong></p>



<p>Reza mengaku tak setengah-tengah untuk masuk ke gelanggang bisnis rumah makan. Dia ingin Kapau Rayo adalah benar-benar nasi Kapau sebagaimana yang ada di ranah Minang. Dia ingin konsumen yang mencicipi nasi Kapau Rayo benar-benar merayakannya.</p>



<p>“Saya mengajak mereka yang mau merasakan cita rasa asli masakan Minang. Di sini tempatnya. Merasakan baru tahu,” ujar Reza yang terlahir dari pasangan, ibu asal Koto Gadang, pinggiran Bukittinggi dan bapak dari Jawa.</p>



<p>Konsumen maupun pelanggan yang datang, Reza pun ingin terpuaskan dari segi pelayanan. Untuk semua ini, maka usaha kuliner nasi Kapau ini dikelola secara professional. Maka dibentuklah Perusahaan Terbatas (PT) untuk menaunginya. Reza sendiri menjadi Direktur Utama di perusahaan tersebut. Sejumlah nama seperti Nofrins Napilus, selain Co-Founder juga sekaligus Project Manager Kapau Rayo. Lalu Marchellinus, <em>Co Founder</em> Kapau Rayo, memainkan peran sebagai Perancang Menu Kapau.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="591" height="443" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Pendiri-Kapau-Rayo-ok.jpg?resize=591%2C443&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-179701" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Pendiri-Kapau-Rayo-ok.jpg?w=591&amp;ssl=1 591w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Pendiri-Kapau-Rayo-ok.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Pendiri-Kapau-Rayo-ok.jpg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Pendiri-Kapau-Rayo-ok.jpg?resize=120%2C90&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2023/03/Pendiri-Kapau-Rayo-ok.jpg?resize=100%2C75&amp;ssl=1 100w" sizes="auto, (max-width: 591px) 100vw, 591px" /><figcaption class="wp-element-caption">Para pendiri dan pengelola Restoran Nasi Kapau Rayo berpose di depan kedai <br>disela peresmian Jumat (24/2/2023). Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>
</div>


<p>Sosok penting lainnya adalah Ardina Atles. Ialah yang mencipta logo Kapau Rayo. Ardina juga tercatat <em>Co-Founder</em>, dan bertanggung jawab untuk pemasaran Kapau Rayo. Sosok lainnya tentu saja Mama Ret, sebagai tukang dapur dan memastikan kualitas rasa Kapau Rayo.</p>



<p>Mereka lah pada akhirnya menjadi pengelola, dan menjalankannya dengan roda profesionalitas. Mulai dari langgam pelayanan, hingga <em>branding</em> lewat penampilan kedai yang berkelas restoran bernuansa klasik Minang.</p>



<p>“Kita berbadan hukum, kita serius, kita mau besar. Kita ingin matang. Kapau Rayo dalam proses dipatenkan,” bilang Reza.</p>



<p>Menurut Nofrins Napilus, Reza pengusaha yang percaya dengan proses. Konsep bisnisnya dimulai dari kecil untuk terus bertumbuh menjadi besar. Itulah kenapa dimulai dari satu unit ruko dulu.</p>



<p>“Mencari lokasi yang dianggap sesuai, juga tidak mudah,” katanya.</p>



<p>Untuk interior, Kapau Rayo melibatkan beberapa tenaga ahli dibidangnya masing-masing. Pendekatan konsepnya menggunakan prinsip Eklektik, dimana dibuat sedemikian rupa dari berbagai unsur tradisional&nbsp; seperti pemajangan ukiran-ukiran khas Minang yang biasanya menempel di rumah gadang, dan dengan unsur modern, sehingga semua elemen disatukan secara unik.</p>



<p>Sehingga hampir semua sudut di Kapau Rayo akan sangat instagramable.</p>



<p>Melalui rumah makan, Reza ingin ikut melestarikan kekayaan kuliner Minangkabau dan sekaligus ikut mendorong promosi Pariwisata Sumatra Barat.</p>



<p>Restoran Kapau Rayo buka dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Kapau Rayo sangat gampang di akses karena berada di posisi strategis. Ruko yang mereka tempati berada di seberang Darmawangsa Square. Lokasinya di di daerah selatan (Jakarta), persilangan perumahan dan area bisnis.</p>



<p>“Kita optimis bisa besar. Karena memanajemeni restoran ini yang profesional di bidangnya masing-masing. Dengan sengaja kita bikin restoran ini didesign senyaman mungkin. Makan di sini dengan berbagai kepentingan, dengan pergaulan, ada juga private room. Kenyaman kita jaga,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Optimisme Reza bukan hanya didasari rasa yang autentik, tapi juga Di samping itu, tentu saja harga yang sangat rasional.</p>



<p>&nbsp;“Dapat rasa, dapat tempat. Ini yang kita sediakan di Kapau Rayo,” bilang Reza yang menjadi Ketua Umum Gamami (Gerakan Anak Muda Minang) ini.</p>



<p>Ke depan, ia ingin Kapau Rayo segera berekspansi ke luar negeri. “Ini baru titik awal. Brand Kapau Rayo, saya mau ini aja, tidak mau waralaba. Supaya kepegang semuanya. Terjaga kualitas makanan, manajemen. Saya mau ekspansi ke luar negeri. Saya kebayang buka di Eropa. Orang Indonesia ke sana, cari masakan Indonesia susah,” tandas Reza.</p>



<p>Sebenarnya, keunikan nasi Kapau ini pernah disuarakan kebanyakan orang Kapau agar<br>dipatenkan. Suara masyarakat itu direspons Wali Nagari Kapau Zulkarnaini dengan mencoba mengurus patennya di awal tahun 2018. Ia menbawa serta camat dan perangkat pemerintahan Agam, mendatangi Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatra Barat di Padang.<br><br>“Tanya bagaimana branding nasi kapau, bisa dipatenkan gak? Jawaban mereka, Kapau kan nagari? Tidak bisa nyiak (panggilan walinagari di Agam). Tapi segi indikasi geografis, mulai dari cara masak, penyajiannya, wilayahnya, bisa saja. Kalau nasi Kapau tidak bisa. Kecuali misalnya ditambah nasi kapau A (mereknya),” terang Zulkarnaini.</p>



<p>Sementara Wamenag Zainut berharap pengelola Kapau Rayo segera mengurus sertifikasi halal untuk produk yang dijual. “Saya juga minta ke pemilik agar restoran ini juga sudah tersertifikasi halal. Tahun 2024 sudah berjalan maksimal untuk halal ini. Kami beri kemudahan untuk pengurusan produk halal untuk pelaku usaha. Dengan label halal, maka itu memberi kepercayaan ke public untuk rasa aman mengkonsumsi produknya,” pungkas Zainut.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/aroma-nasi-kapau-autentik-menguar-di-jakarta-selatan/">Aroma Nasi Kapau Autentik Menguar di Jakarta Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179695</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 28/51 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-08 10:42:40 by W3 Total Cache
-->