Sumbar Catatkan Angka Sembuh Covid-19 Tertinggi se-Indonesia

Pasien sembuh covid-19 sumbar, Rt padang zona hijau

Ilustrasi covid-19 (canva.com)

Langgam.id – Sumatra Barat (Sumbar) menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kesembuhan pasien covid-19 tertinggi se-Indonesia. Hal tersebut berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 per 2 Juli 2021.

Dalam rilis tersebut, selain Sumbar terdapat 4 provinsi lain dengan tingkat kesembuhan harian tertinggi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Pada 2 Juli 2021, pasien sembuh covid-19 di Sumbar bertambah 355 orang, sehingga total kesembuhan menjadi 47.239 orang.

Baca juga: Total Kasus Covid-19 Sumbar Tembus 52 Ribu Orang, Berikut Sebarannya

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 Sumbar total jumlah kasus positif tembus 52 ribu orang atau tepatnya 52.190. Jumlah itu, setelah kasus positif bertambah 455 orang pada Jumat (2/7/2021).

“Selain itu, menurutnya, kasus meninggal bertambah 7 orang, sehingga jumlah total meninggal dunia jadi 1201 orang (2,30%),” tulis Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal dalam situs resmi Pemprov Sumbar.

Baca Juga

TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto saat memberikan penjelasan tentang izin pertambangan rakyat.
Solar Langka, Dinas ESDM Sumbar Dorong Distribusi BBM Subsidi Tepat Sasaran 
Ilustrasi kekerasan anak. (Dok. Istimewa)
10 Fakta Mencemaskan Kekerasan Anak di Sumbar yang Naik Drastis, Korban Dilecehkan hingga Disiksa Ayah Kandung
Khairul Jasmi. (Foto: Do. Probadi)
Tutup Saja Jalan Lembah Anai, Ada Jalur Lain Sejak Zaman Belanda