Sumbar Berduka, Sastrawan Darman Moenir Tutup Usia

Sumbar Berduka, Sastrawan Darman Moenir Tutup Usia

Sastrawan Indonesia, Darman Moenir (ist)

Langgam.id - Kabar duka menyelimuti jagat sastra tanah air. Seorang sastrawan kenamaan asal Ranah Minang, Darman Moenir tutup usia. Ia dikabarkan meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang, sekitar pukul 14.40 WIB, Selasa (30/7/2019).

Kabar duka ini pertama kali disampaikan putri kandungnya melalui halaman media sosial (medsos) Facebook Tahtiha Darman Moenir.

“Inna lillahi wa Inna Ilayhi Rajiun. Telah wafat orang tua laki-laki kami, Ayahanda tercinta Darman Moenir, hari ini, 30 Juli 2019 di RSUP M Djamil Padang, jam 14.40 WIB. Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga almarhum husnul khotimah. Kami yang berduka cita,” tulis Tahtiha di akun Facebook-nya, Selasa (30/7/2019).

Darman Moenir memiliki 5 orang anak. Ia tercatat sebagai salah satu sastrawan Indonesia yang terus produktif menulis hingga usia senja. Beragam karya telah dilahirkan oleh putra asli Sawah Tangah, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datari itu. Mulai dari novel, sajak dan bentu karya tulis lainnya.

Karya novelnya antara lain, Bako yang berhasil memenagkan hadiah utama Sayembara Roman DKJ tahun 1980. Ada juga Gumam yang diterbitkan tahun 1976. Ada pula Aku, Keluargaku, dan Tetanggaku terbit tahun 1993. Serta sederet judul novel lainnya.

Sedangkan sajaknya yang terkenal berjudul ‘Kenapa Hari Panas Sekali’ terbit 1975 dan sajak ‘Tanpa Makna’ diterbitkan 1977.

Selain memenangkan Sayembara Mengarang Roman DKJ, Darman Moenir juga pernah menjadi juara kedua dalam Sayembara Novel Majalah Kartini tahun 1987. Ia juga maraih hadiah Sastra dari Pemerintah Republik Indonesia tahun 1992.

Dilansir dari berbagai sumber, Darman Moenir memulai karya tulis sejak usia 18 tahun. Karya-karyanya dimuat diberbagai majalah saat itu. Mulai dari Panji, Horison, Titian, Pertiwi, Kartini, Kompas, Pelita, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Suara Karya, Media Indonesia, Indonesia Raya, Republika, Berita Minggu (Singapura) dan termasuk surat kabar terbitan Padang.

Darman pernah menimba ilmu di Sekolah Seni Rupa Indonesia dan kuliah di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Prayoga, Jurusan Bahasa Inggris di Kota Padang. Ia juga kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Bung Hatta. Semoga hasil karya yang telah dilahirkan Darman Moenir bermanfaat untuk generasi selanjutnya. (*/ICA)

Tag:

Baca Juga

Mengenang A.A Navis, Merayakan Kebebasan Berpikir di Pergantian Tahun
Mengenang A.A Navis, Merayakan Kebebasan Berpikir di Pergantian Tahun
Ayu Utami Siapkan Hadiah Sastra untuk Penulis Pemula
Ayu Utami Siapkan Hadiah Sastra untuk Penulis Pemula
Para Penyair yang Dinyatakan Lolos Kurasi Buku Puisi Seperti Belanda
Para Penyair yang Dinyatakan Lolos Kurasi Buku Puisi Seperti Belanda
gubernur ASN bukittinggi
Wali Kota Ajak FIB Unand Bangun Kampung Sastra di Padang
5 Puisi Cinta Peninggalan Sapardi yang Populer
5 Puisi Cinta Peninggalan Sapardi yang Populer
MLI Komisariat Unand Adakan Simposium Bahasa di Era 4.0
MLI Komisariat Unand Adakan Simposium Bahasa di Era 4.0