Langgam.id- Sudah satu pekan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palupuh, Kabupaten Agam, mencuat. Namun, hingga Rabu (9/9/2026), hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengungkap penyebab gangguan kesehatan yang dialami ratusan penerima manfaat tersebut belum juga keluar.
Sebanyak 334 orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Sampel makanan yang dikonsumsi serta sampel dari sejumlah korban telah dikirim untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Belum keluar lagi dari BPOM,” katanya kepada Langgam.id, Rabu (9/9/2026).
Menurut Rusdian, pihaknya mendapat informasi bahwa pemeriksaan terhadap sampel tersebut masih berlangsung.
“Kata orang BPOM, masih dalam pemeriksaan,” ujarnya.
Sebelumnya, sampel makanan MBG dan sampel dari korban dikirim untuk mengetahui penyebab munculnya gangguan kesehatan yang dialami ratusan penerima manfaat.
Para korban sebelumnya dilaporkan mengalami sejumlah gejala, di antaranya mual, muntah, diare, dan demam.
Hingga saat ini, hasil pemeriksaan laboratorium tersebut masih ditunggu untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami 334 penerima manfaat MBG di Palupuh. (HER)


