Langgam.id – Keluarga dari seorang siswi MTsN 1 Kota Pariaman mengungkapkan perubah kondisi anak mereka, usai diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Siswi kelas VII ini berinisial CAR (12).
Ayah CAR mengatakan, anaknya mengalami kondisi lemas, wajah pucat, sakit perus usai menyantap MBG pada Senin (14/9/2026).
Perubahan kondisi CAR lalu berlanjut keesokan harinya. Ia lebih banyak tidur hingga siang, dan menunjukkan perubahan perilaku setelah terbangun.
“Biasanya tidak seperti itu. Dia lebih emosional, gampang marah, emosinya tidak stabil, kemudian sering diam dan melamun,” ujar ayah CAR, Kamis (17/9/2026).
“Saya juga tidak tahu, apakah ini efek dari keracunan, pertumbuhan, stres, atau apa,” sambungnya.
Ayah CAR kemudian membawa anaknya pada Rabu (16/9/2026), ke dokter anak. Langkah itu dilakukan setelah mendapat arahan dari Pemerintah Kota Pariaman dan Dinas Kesehatan setempat.
Dari pemeriksaan dokter anak, CAR kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil Padang untuk pemeriksaan neurologi.
“Di sana diperiksa dokter anak dan dokter saraf. Alhamdulillah, kondisi umumnya aman,” ungkapnya.
Dokter juga merencanakan pemeriksaan electroencephalogram (EEG) terhadap CAR. Namun, pemeriksaan itu tidak dilakukan, karena CAR menolak karena takut dan tertekan.
Maka itu, Ayah CAR menambahkan, ia memutuskan tidak memaksakan pemeriksaan EEG terhadap anaknya. CAR akhirnya diperbolehkan pulang, kini dipantau secara ketat oleh keluarga.
“Kalau kondisinya memburuk, tentu kami bawa lagi ke rumah sakit,” jelasnya.
Sebelumnya, teedapat 123 siswa MTsN 1 Kota Pariaman mengalami mual, muntah, dan pusing setelah menyantap MBG. Lima siswa terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit.
Bahkan tiga di antaranya, termasuk CAR, dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Hal ini sesuai permintaan pihak keluarga. (WAN)




