SJS Plaza Padang Bantah Hapus Rekaman CCTV Soal Pelecehan Seksual Karyawan

SJS Plaza Padang Bantah Hapus Rekaman CCTV Soal Pelecehan Seksual Karyawan

Ilustrasi CCTV. (Foto: pixabay.com)

Langgam.id - Manajemen SJS Plaza Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), membantah adanya penghapusan rekaman CCTV soal dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan seorang karyawan. Pelecehan seksual ini dialami seorang SPG hingga memutuskan untuk berhenti bekerja.

Kuasa hukum SJS Plaza Padang, Yohannas Permana mengatakan, pihaknya sangat menghargai proses penegakan hukum. Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan masih terus berproses.

"Saya akui adanya permintaan dari pihak kepolisian, meminta rekaman CCTV. Kami sudah menjawab, kami menghargai, silakan datang ke SJS Plaza, cek CCTV. Karena ini, ada asumsi di luar CCTV kami hapus, ini tidak," ujar Yohannas, Jumat (20/1/2023).

Namun, kata dia, sistem CCTV di SJS Plaza Padang per tiga minggu otomatis rekaman sebelumnya langsung tertimpa dengan rekaman yang baru. Sementara pihak kepolisian baru belakangan meminta soal rekaman CCTV. "Kami sudah sampaikan ini kemungkinan tertimpa, kalau tidak percaya silakan datang," katanya.

Baca Juga: Seorang SPG Diduga Alami Pelecehan di SJS Plaza Padang, Kuasa Hukum Korban Gelar Aksi

Yohannas menambahkan, alasan belum adanya sanksi internal terhadap terduga pelaku karena belum ada keputusan hukum berkekuatan tetap. Apabila ditetapkan tersangka, SJS Plaza Padang menjamin melakukan pemecatan terduga pelaku.

"Kecuali dia sudah tersangka. Kenapa kami tidak lakukan penegakan secara internal, tidak ada kepastian hukum, kalau sudah ada pasti kami berhentikan," tegasnya.

Yohannas mengaku heran aksi demonstrasi dilakukan kuasa hukum korban di pusat perbelanjaan. Padahal surat dari kuasa hukum korban terkait tuntutan telah dijawab secara resmi.

"Saya takutnya ini digiring isu kepentingan, SJS Plaza gini-gini. Nama swalayan kami dicemarkan, kalau kayak gini terus kami juga akan lapor," kata dia.

Korban Diraba di Area Sensitif

Kuasa hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Dechtree Ranti Putri mengungkapkan, pelecehan seksual itu terjadi pada Agustus 2022 di lantai 3 SJS Plaza Padang. Korban mendapat dugaan pelecehan seksual dua kali. "Korban diraba, itu terjadi saat dalam proses kerja," kata Ranti.

Ranti mengungkapkan ketika itu korban sedang berkemas-kemas barang di lokasi kerja. Terduga pelaku kemudian datang dari arah belakang. "Terduga pelaku meraba tubuh sensitif korban. Karena tidak ada respon dari atasan, inilah yang membuat korban melapor," tegasnya.

Pada bulan yang sama korban kemudian melapor ke pihak kepolisian. Selanjutnya, pada Desember 2022 korban mengadu ke LBH Padang meminta pendampingan. (*/SS)

Ikuti berita terbaru dan terkini dari Langgam.id. Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Dugaan Pelecehan, Unand Janji Jaga Keberlangsungan Perkuliahan Korban
Seorang SPG Diduga Alami Pelecehan di SJS Plaza Padang, Kuasa Hukum Korban Gelar Aksi
Polres Pessel Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual pada Anak Bawah Umur
Polres Pessel Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual pada Anak Bawah Umur
Unand Pastikan Tindak Tegas Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual
Unand Pastikan Tindak Tegas Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual
Pemkab Dharmasraya Sebut Sudah Dampingi dan Bantu Anak Korban Pelecehan Seksual
Pemkab Dharmasraya Sebut Sudah Dampingi dan Bantu Anak Korban Pelecehan Seksual
Kakek di Padang Cabuli Gadis Hingga Hamil
Oknum Dosen Diduga Lecehkan Mahasiswi, Satgas PPKS Unand Sebut Laporan Sedang Diproses
Langgam.id - Pengurus Iluni UIN IB Padang bergerak cepat membantu penuntasan kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus.
Sikapi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Kampus, Iluni UIN IB Padang Bentuk Tim Pencari Fakta