Setuju Akses ke Tol dari Dharmasraya, Pakar Ekonomi: Cari Solusi Jalur Padang-Payakumbuh

Jalan Tol Sumbar

Titik awal tol yang akan menghubungkan Padang-Pekanbaru. (Foto; pu.go.id)

Langgam.id - Pakar Ekonomi Pembangunan Syafruddin Karimi setuju dengan usulan membuat jalan baru ke tol Trans Sumatra di Riau dari Kabupaten Dharmasraya. Meski demikian, menurutnya, pemerintah daerah mesti mencari solusi untuk akses transportasi antar daerah di Sumbar yang masih jadi masalah. Salah satunya, jalur Padang-Payakumbuh.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas itu mengatakan, usulan membuat jalur baru dari Dharmasraya ke tol Trans Sumatra di Riau akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bukan saja di Sumbar bagian selatan, tetapi juga untuk Riau dan Jambi.

Menurutnya, memperlancar akses antara Sumbar dengan pantai timur Sumatra sudah terencana sejak lama. Tentara Pendudukan Jepang bahkan sempat merintis jalur kereta dari Sawahlunto menuju Riau untuk mengangkut batu bara. Jalur itu belum selesai ketika Jepang kalah saat Perang Dunia II berakhir.

"(Akses ke tol via Dharmasraya) bagus untuk pertumbuhan ekonomi. Tapi, tidak menjawab persoalan yang dihadapi Sumbar soal akses transportasi antar daerah di dalam provinsi," katanya, saat berbincang dengan Langgam.id, Minggu (27/9/2020).

Syafruddin mengatakan, memperlancar akses ke timur penting utuk ekonomi antar provinsi di Sumatra. Namun, pemerintah mesti mencari solusi soal akses transportasi di dalam provinsi. "Transportasi di Sumbar belum memfasilitasi efisiensi. Ini tugas gubernur baru," katanya.

Jalur paling ramai di Sumbar antara Padang-Bukittinggi-Payakumbuh, menurutnya, masih sering bermasalah dengan kemacetan. Rencana jalan tol yang akan menghubungkan Padang-Padang Pariaman dengan Bukittingi dan Payakumbuh hingga terus ke Riau masih terkendala. "Perlu dicari solusi soal pembebasan tanah yang masih terkendala," tuturnya.
.
Baca Juga: Mengurai Soal Kusut Jalan Tol Sumbar

Prof. Syaruddin mengatakan, gagasan integrasi ekonomi di dalam Sumbar hanya akan terwujud bila akses transportasi antar daerah lancar. Selain Padang-Payakumbuh, menurutnya, yang juga penting adalah memperlancar Padang-Solok yang selama ini sering terkendala kemacetan dan longsor di Sitinjau Lauik.

Selain itu, menurutnya, penting memperlancar jalur Payakumbuh-Sawahlunto. Perlu juga jalur baru antara Lubuk Sikaping (Pasaman) dan Payakumbuh yang akan membuka wilayah utara dengan timur. "Ini akan membuat seluruh wilayah di Sumbar terintegrasi dalam kesatuan ekonomi," katanya.

Baca Juga: Bupati Dharmasraya Minta Akses Pintu Tol Trans Sumatra
.
Sebelumnya, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengusulkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono agar menyetujui jalan akses dari Dharmasraya ke tol trans Sumatra di Riau.

Baca Juga: Menteri PUPR Setuju, Dharmasraya Tindak Lanjuti Rencana Jalan ke Tol Trans Sumatra
.
Menteri Basuki memberi lampu hijau untuk usulan tersebut. Ia sudah meminta Balai Jalan untuk mencek dan memprogramkan secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sendiri menindaklanjuti dengan membuat usulan lebih rinci dan teknis. (HM/SS)

Baca Juga

Langgam.id - Bupati Kabupaten Agam, Andri Warman mengungkapkan keinginannya terkait pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau.
Mantan Anggota DPR RI Taslim Soroti Keramba Jaring Apung yang Rusak Keindahan Danau Maninjau
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta
Wajah Gelap Homo Digitalis
Wajah Gelap Homo Digitalis
Ribuan Komix Herbal untuk Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor Sumbar
Ribuan Komix Herbal untuk Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor Sumbar
Nofel Nofiadri
Galodo Soko dalam Kontestasi Kepala Daerah
Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra,Andre Rosiade mengucapkan selamat kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran
Anggap sebagai Kampung Halaman, Prabowo Berkomitmen Bangun Sumbar