Langgam.id – Alat pemantau kualitas udara atau Air Quality Monitoring System (AQMS) di halaman depan Kantor Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) sudah selesai diperbaiki. Sebelumnya, alat ini sempat rusak tidak berfungsi.
Kepala UPTD Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar Desrizal membenarkan bahwa perangkat AQMS tersebut sempat mengalami kerusakan.
“Memang alat yang berada di depan Kantor Gubernur Sumbar sempat rusak. Namun, sudah diperbaiki pada 29 Agustus kemarin dan perbaikannya sudah selesai,” kata Desrizal, Kamis (3/9/2026).
Ia menjelaskan meski perangkat AQMS sudah diperbaiki, informasi kualitas udara belum dapat ditampilkan melalui layar LED yang terdapat pada alat tersebut.
“Untuk layar LED-nya memang belum tampil. Tetapi datanya masih bisa dilihat melalui aplikasi yang terkoneksi langsung dengan alat tersebut,” ujarnya.
Menurut Desrizal, data dari perangkat tersebut tetap dapat digunakan untuk memantau kondisi kualitas udara di Kota Padang, khususnya di sekitar lokasi AQMS yang berada di depan Kantor Gubernur Sumbar.
Desrizal menambahlan kualitas udara Kota Padang pada Kamis pagi sempat berada pada kategori tidak sehat. Namun, kondisi tersebut mulai berangsur menurun pada siang hari.
“Tadi pagi memang kualitas udara di Kota Padang berada pada kategori tidak sehat. Siang ini sudah berangsur menurun,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Langgam.id melalui situs IQAir pada pukul 15.22 WIB, kualitas udara Kota Padang berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Desrizal menyebutkan pihaknya masih melakukan rekapitulasi data kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat hingga Kamis siang.
“Saat ini kami masih merekapitulasi data terkait kondisi kualitas udara di Sumbar sampai siang hari ini,” tuturnya. (WAN)






