Semen Padang FC Degradasi, Statistik Buruk Gonta-Ganti Pelatih

Semen Padang FC degradasi ke Liga 2 pada musim depan.

Semen Padang FC degradasi ke Liga 2 pada musim depan.

Langgam.id– Perjalanan Semen Padang FC di Super League 2025/2026 tidak hanya diwarnai hasil yang inkonsisten, tetapi juga pergantian pelatih hingga tiga kali dalam satu musim yang tidak bisa mengangkat peforma kabau sirah.

Semen Padang FC mengawali musim bersama pelatih Eduardo Almeida. Namun, hasil yang kurang memuaskan membuat manajemen mengambil keputusan untuk melakukan pergantian. Dalam delapan pertandingan, Eduardo hanya mampu mengumpulkan 4 poin dengan 1 kali kemenangan, 1 kali imbang dan 6 kali kekalahan.

Kemenangan yang diraih Edu saat menghadapi Dewa United dengan skor 2-0 di Gor Haji Agus Salim Padang Jumat (15/08/2025). Dan imbang ketika melawan PSM Makassar dengan skor 1-1 di Padang (22/08/2025).

Selanjutnya, posisi pelatih diambil alih oleh Dejan Antonic pada Oktober 2025. Di bawah asuhan pria asal Serbia ini, Semen Padang menjalani 16 pertandingan dengan catatan 3 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 9 kekalahan, sehingga membuahkan 13 poin. 

Kemenangan atas melawan Persijap Jepara (1-2), Persija Jakarta (1-0), dan Persita Tanggerang (1-0). Sedangkan hasil imbang dengan Bali United (3-3), PSM Makassar (0-0), Malut United (2-2), dan PSIM (0-0). Hasil tersebut belum mampu mengangkat posisi tim dari papan bawah.

Manajemen kemudian kembali melakukan perubahan dengan memecat Dejan Antonic dan menunjuk Imran Nahumarury sebagai pelatih pada Maret 2026. Pergantian pelatih ketiga kalinya ini diharapkan mampu menyelamatkan tim dari degradasi.

Pada awal debutnya, Imran sempat memberikan harapan dengan meraih kemenangan, ketika melawan PSBS Biak (0-2). Namun setelah itu, dalam beberapa pertandingan terakhir, Semen Padang justru mengalami enam kekalahan beruntun, dan hanya mampu mencetak tiga gol selama ditangani Imran.

Saat ini, Imran menyisakan tiga pertandingan sebelum musim berakhir, yaitu menjamu Persik Kediri pada Jumat (8/5/2025), Persebaya serta laga terakhir Persija yang akan menjadi pertandingan terakhir Semen Padang FC di Liga 1 sebelum turun ke Liga 2 pada musim depan. 

“Masih ada tiga pertandingan lagi. Saya akan terus dalam perjuangan. Apa pun kondisi, saya tidak mau menyerah,” ucap Imran.

Secara keseluruhan, pergantian pelatih ini berdampak pada ketidakstabilan tim, baik dari sisi taktik maupun mentalitas pemain. Adaptasi yang terus berubah menjadi salah satu kendala utama dalam menjaga konsistensi performa.

Kondisi ini turut berkontribusi terhadap hasil akhir Semen Padang FC yang harus terdegradasi pada musim 2025/2026, setelah gagal bersaing dengan tim lain di papan bawah klasemen. (FIX)

Baca Juga

Ghifari Azhhar, Pemain Akademi Semen Padang FC kembali Dipanggil Timnas
Ghifari Azhhar, Pemain Akademi Semen Padang FC kembali Dipanggil Timnas
Tidak Sesuai Usulan, Ini Respons Semen Padang FC Soal Format Liga 2 Dibagi 3 Wilayah
Spartacks Optimistis Nil Maizar Mampu Racik Skuad Semen Padang FC untuk Liga 2
Banjir Landa Batang Agam Usai Hujan Deras, Puluhan Warga Mengungsi
Banjir Landa Batang Agam Usai Hujan Deras, Puluhan Warga Mengungsi
Hadapi Laga Pertama di Liga 2, Semen Padang FC Bakal Lawan PSPS Riau
Ini Jajaran Staf Medis Semen Padang FC untuk Liga 2 
Viral Kopdes Merah Putih di Ngarai Sianok, Dandim Klaim Aman Banjir
Viral Kopdes Merah Putih di Ngarai Sianok, Dandim Klaim Aman Banjir
Walhi Sumbar memberikan rapor merah kepada mantan Kapolda Sumbar sebelumnya, Irjen Pol. Gatot lantaran tidak tegas memberantas tambang ilegal
Walhi Beri Eks Kapolda Gatot Rapor Merah: Tambang Ilegal di Sumbar Kian Subur