Langgam.id – Sejumlah pedagang mengaku omzet mereka meningkat hingga dua kali lipat selama revitalisasi Pasar Raya Padang, setelah meninggalkan basement dan pindah ke area lobi gedung Blok III.
Berdasarkan pantauan Langgam.id, pekerjaan revitalisasi berlangsung di area Basement II dan Basement III Pasar Raya Padang. Pekerjaan tersebut dimulai sejak 25 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.
Akses menuju area basement kini ditutup menggunakan seng. Sementara itu, sejumlah pedagang terlihat menempati area lobi dengan meja dan barang dagangan mereka.
Perpindahan lokasi tersebut ternyata berdampak pada omzet sebagian pedagang. Pedagang sembako, Herdian (49), mengaku mendapatkan omzet lebih tinggi setelah hampir dua bulan berjualan di lobi.
“Kalau di basement biasanya Rp400 ribu sampai Rp500 ribu per hari. Sekarang di lobby bisa Rp700 ribu sampai Rp900 ribu,” kata Herdian kepada Langgam.id, Rabu (12/8/2026).
Herdian mengatakan peningkatan omzet dipengaruhi posisi lobi yang menjadi jalur keluar-masuk pengunjung. Menurutnya, pembeli dapat melihat dagangan tanpa harus masuk ke area basement.
“Orang lalu-lalang di sini. Jadi, pembeli tidak perlu mencari sampai ke dalam pasar,” ujarnya.
Ia mengatakan pembeli di basement sebenarnya tetap ada. Namun, jumlahnya tidak sebanyak di area yang berada dekat jalur pengunjung.
“Kalau di basement, orang harus masuk dulu, turun atau naik tangga. Mungkin orang lebih memilih yang praktis,” ungkapnya.
Pedagang bahan pokok lainnya, Diana (41), juga mengaku mengalami peningkatan penjualan sejak pindah ke lobi. Ia mengatakan lokasi tersebut membuat dagangannya lebih mudah dilihat pengunjung.
“Belum masuk pasar, orang sudah melihat dagangan kita,” kata Diana.
Ia menyebut omzetnya saat ini berkisar Rp500.000 hingga Rp800.000 per hari. Menurutnya, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan ketika berjualan di basement.
“Kalau dulu di basement, untuk mencapai omzet lebih dari Rp500 ribu itu jarang terjadi,” ujarnya.
Meski mendapatkan keuntungan dari lokasi di lobi, Diana tidak keberatan jika nantinya kembali berjualan di basement. Namun, ia berharap seluruh pedagang yang berjualan di luar gedung juga ditata.
“Kalau kembali ke basement, saya tidak menolak. Yang penting semua pedagang dipindahkan ke dalam,” imbuhnya.
Diana menilai penataan seluruh pedagang diperlukan agar tidak terjadi ketimpangan lokasi berjualan. Menurutnya, pedagang di dalam gedung akan kesulitan bersaing jika pembeli lebih memilih lokasi yang mudah dijangkau.
“Kalau pedagang di basement bagus, tetapi pembeli mencari yang lebih dekat, percuma juga,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan mengatakan, seluruh pedagang kaki lima nantinya akan dipindahkan ke dalam gedung dan ditempati di area Basement Blok II dan Blok III.
Dengan penataan tersebut, aktivitas perdagangan diharapkan tidak lagi berlangsung di pinggir jalan maupun area lobi.
Fizlan menegaskan lokasi basement akan menjadi tempat pedagang berjualan setelah penataan dilakukan.
“Jadi, tidak ada lagi yang jualan di pinggiran jalan maupun di lobi,” kata Fizlan. (WAN)





