Selain Basapa, Tradisi Unik Ini Hanya Ada di Ulakan Padang Pariaman

basapa, basapa warisan budaya

Kegiatan Basapa di Ulakan, Padang Pariaman (foto:Annisa/Langgam.id)

Langgam.id – Ulakan adalah salah satu desa atau nagari di Kabupaten Padang Pariaman. Salah satu yang identik dengan Nagari Ulakan adalah adanya makam Syekh Burhanuddin. Syekh Burhanuddin adalah ulama yang berpengaruh di daerah Minangkabau sekaligus ulama yang menyebarkan agama Islam di Sumatra Barat.

Banyak orang yang datang ke makam Syekh Burhanuddin untuk berziarah. Berziarah ke makam Syekh Burhanuddin boleh kapan saja, tetapi kebanyakan peziarah akan datang ketika bulan Safar. Hal ini menjadikan Ulakan sebagai destinasi wisata religi di Kabupaten Padang Pariaman.

Selain itu, Ulakan juga terkenal dengan salah satu tradisinya, yaitu Basapa. Istilah Basapa berasal dari kata bersafar yang merupakan gabungan antara imbuhan “ber-” dan kata “Safar” yang merupakan nama bulan dam tahun hijriah. Itu sebabnya tradisi ini dilaksanakan menggunakan hitungan bulan tahun hijriah.

Baca juga: 8 Spot Snorkeling di Sumbar yang Sajikan Panorama Cantik Bawah Laut

Selain Basapa, ini dia tradisi-tradisi masyarakat Nagari Ulakan lainnya yang jarang diketahui:

1. Mandoa Sura
Mandoa Sura atau mandoa bulan Sura diadakan di bulan Muharram. Hitungannya dimulai dari hari pertama bulan Muharram terbit sampai hari ke sepuluh. Mandoa bulan Sura ini dilakukan sebagai wujud menghormati perjuangan nabi dan rasul Allah.

2. Basapa
Kegiatan basapa merupakan wisata sejarah islam yang tidak asing lagi bagi masyarakat setempat, Ulakan Tapakis, khususnya Pariaman. Setiap tahun, setelah tanggal 10 Safar atau pada hari rabu minggu kedua dan minggu ketiga bulan Safar masyarakat Pariaman selalu memperingati meninggalnya Syeh Burhanuddin yang dikenal dengan sebutan Basapa.

Tradisi Basapa adalah kegiatan ziarah ke Makam Syekh Burhanuddin di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman. Basapa ini dilakukan masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih terhadap Syekh Burhanuddin atas jasanya mengembangkan ajaran Islam di Minangkabau.

3. Bulan maulid
Sebagian besar warga Kabupaten Padang Pariaman memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar tradisi “malamang” atau membuat lemang.

Selain “malamang”, Maulid Nabi biasanya diperingati sampai tiga bulan dari Rabiul Awal hingga Jumadil Awal dengan menggelar acara berzikir di sejumlah surau suku sekaligus mengumpulkan sumbangan untuk pembangunan rumah ibadah.

4. Bulan carai
Bulan carai adalah bulan istirahat antara kegiatan masyarakat. Bulan ini berada di bulan Jumadil Akhir. Konon katanya dalam bulan ini masyarakat tidak boleh melakukan kegiatan apapun.

5. Bulan Sambareh
Sambareh di kenal juga dengan nama serabi. Bulan Sambareh dilaksanakan pada Bulan Rajab. Di Bulan Rajab ini masyarakat akan membuat serabi. Tak hanya sekedar membuat serabi, masyarakat juga menggelar doa yang dinamakan mandoa Sambareh.

Baca juga: Galamai, Si Legit Nan Kenyal dari Payakumbuh

Doa ini ditujukan untuk mendiang keluarga. Selain itu Sambareh atau serabi juga akan dihantarkan ke rumah sanak saudara. Khusus yang sudah menikah, serabi ini akan dihantarkan ke rumah mertua dengan makanan yang lainnya.

6. Bulan Lamang
Hampir sama dengan Maulid Nabi, pada bulan ini masyarakat juga akan membuat Lamang. Bedanya doa yang akan dilantunkan hanya di rumah masyarakat tidak di surau-surau. Bulan Lamang ini dilaksanakan di Bulan Syaban. Tradisi ini juga dijadikan ajang silaturahmi bermaaf-maafan menjelang ramadan bagi masyarakat.(Mg-Annisa/Ela)

Baca Juga

Petugas KAI menutup perlintasan liar selebar dua meter di Padang Pariaman. (Foto: Humas KAI Divre II Sumbar)
KAI Divre II Sumbar Tutup Perlintasan Liar di Padang Pariaman
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Eviyandri. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
DPRD Sumbar Akan Bentuk Pansus, Usut 371 Buruh Perusahaan Kelapa Dipecat dan Tak Digaji
Direktur LBH Padang, Diki Rafiki, saat diwawancara awak media. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Nasib Pilu 371 Buruh Perusahaan Kelapa di Padang Pariaman, Dipecat Tanpa Surat dan Gaji
Sejumlah warga menyeberangi sungai Batang Anai mengunakan rakit. (Foto: Camat 2x11 Kayu Tanam)
Jembatan Darurat Rusak Lagi, Putus Akses 3 Nagari di Padang Pariaman hingga Menyeberang Pakai Rakit
Ahli Waris Korban Bencana 2025 di Padang Pariaman Terima Santunan
Ahli Waris Korban Bencana 2025 di Padang Pariaman Terima Santunan
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) mengatakan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah
Normalisasi SPAM, Padang Pariaman Dapat Kucuran Awal Rp204 Miliar dari Kementerian PU