Satgas Karhutla Kalteng Catat Terjadi 415 Kali Kebakaran Hutan

Satgas Karhutla Kalteng Catat Terjadi 415 Kali Kebakaran Hutan

Ilustrasi (pixabay.com)

Langgam.id – Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah kembali melakukan peninjauan serta penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di daerah itu sejak 19 Okbober 2021 telah tercatat sekitar 415 kebakaran yang terjadi.

Erlin Hardi, Plt Kalaksa BPBPK Provinsi Kalteng mengatakan dari 415 kali kejadian karhutla yang terjadi ini, yaitu terjadi di wilayah Barito Selatan 10 kali, Barito Timur 1 kali, Barito Utara 79 kali, Gunung Mas 4 kali, Kapuas 6 kali, dan Katingan 31 kali.

“Kemudian, di Kotawaringin Barat 56 kali, Kotawaringin Timur 42 kali, Lamandau 11 kali, Murung Raya 69 kali, Kota Palangka Raya 52 kali, Pulang Pisau 2 kali, Seruyan 15 kali, dan Sukamara 37 kali,” katanya, dikutip Kamis (21/10/2021).

Berdasarkan keterangan Erlin tersebut, mengenai kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai tempat di Kalimantan diharapkan dapat menggerakkan hati masyarakat untuk lebih sadar terhadap lingkungan sekitar.

“Kebakaran hutan dan lahan ini tak jarang terjadi juga dalam waktu yang berdekatan sehingga tim satgas harus melakukan pemadaman pada dua titik sekaligus,” ujarnya.

Erlin juga menambahkan bahwa penanganan kejadian Karhutla di Kabupaten Barito Utara dilakukan oleh Satgas penanganan karhutla bersama instansi terkait.

“Yaitu melakukan penanganan dan pemadaman kejadian karhutla di 2 titik, yaitu di Desa Parangkampeng, Kecamatan Teweh Tengah dan di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, dan penanganan karhutla juga dilakukan di Kabupaten Murung Raya terdapat 1 titik, yaitu di Kecamatan Permata Intan dan Sumber Barito di Desa Sungai Maruwing,”

“Sementara itu, Satgas penanganan karhutla di Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Murung Raya melakukan patroli ke daerah-daerah yang rawan terjadinya karhutla dan sosialisasi edukasi masyarakat secara humanis dilakukan kepada masyarakat sekitar,” tutupnya.

Untuk mengurangi dan menanggulangi karhutla yang terjadi pemerintah memutuskan untuk melakukan patroli dan melakukan sosialisasi pada masyarakat-masyarakat daerah yang rawan kebakaran. (mg-Rayhanda)

Baca Juga

Karhutla di Kabupaten Solok
Kualitas Udara Dharmasraya Tidak Sehat karena Karhutla
Ilustrasi karhutla
Dinas Kehutanan Sumbar Perkuat Patroli dan Sosialisasi Cegah Karhutla
1.491 Hektare Karhutla di Sumbar Selama 2026, Dinas Kehutanan Klaim Angka Tak Gambarkan Kebakaran Masif
1.491 Hektare Karhutla di Sumbar Selama 2026, Dinas Kehutanan Klaim Angka Tak Gambarkan Kebakaran Masif
9 Titik Panas Terdeteksi di Sumbar, Ini Kata DLH 
9 Titik Panas Terdeteksi di Sumbar, Ini Kata DLH 
7 Hotspot Muncul di Dharmasraya, BPBD Sumbar: Kecil Kemungkinan Jadi Karhutla
7 Hotspot Muncul di Dharmasraya, BPBD Sumbar: Kecil Kemungkinan Jadi Karhutla
Ilustrasi karhutla
Ancaman Karhutla, BPBD Sumbar Deteksi Hotspot di Sejumlah Wilayah