Langgam.id – Kuliner khas Sumatera Barat kembali mencuri perhatian dunia. Sate Padang dinobatkan sebagai hidangan daging terbaik nomor dua di Asia versi TasteAtlas dalam daftar 100 Best Meat Dishes in Southeast Asia yang diperbarui pada Juni 2026.
Sementara pada daftar 100 Best Meat Dishes in Asia, Sate Padang juga berhasil menembus lima besar dengan menempati peringkat kelima, dikutip langgam.id, Senin (13/7/2026).
Pengakuan tersebut semakin mengukuhkan posisi Sate Padang sebagai salah satu ikon kuliner Indonesia yang memiliki cita rasa khas dan berbeda dibandingkan jenis sate lainnya di Asia maupun Nusantara.
TasteAtlas menyebut keunikan utama Sate Padang terletak pada kuah kental berbumbu rempah yang menjadi ciri khasnya. Tidak seperti sate pada umumnya yang disajikan dengan bumbu kacang atau kecap manis, Sate Padang menggunakan kuah berbahan dasar kaldu daging yang dikentalkan dengan tepung beras dan diperkaya berbagai rempah seperti kunyit, lengkuas, serai, ketumbar, jintan, serta cabai sehingga menghasilkan rasa gurih, pedas, dan kaya aroma.
Selain bumbunya, proses pembuatannya juga menjadi keistimewaan tersendiri. Daging sapi, lidah sapi, maupun jeroan terlebih dahulu direbus dalam kuah rempah hingga empuk sebelum dibakar di atas bara api. Kuah rebusan kemudian diolah kembali menjadi saus kental yang disiramkan di atas sate saat disajikan.
Sate Padang umumnya disantap bersama ketupat atau lontong dan taburan bawang goreng. Perpaduan rasa gurih, pedas, serta aroma rempah yang kuat membuat hidangan ini memiliki karakter yang sulit ditemukan pada jenis sate lainnya.
Di Sumatera Barat sendiri, Sate Padang memiliki beberapa varian yang berkembang di berbagai daerah. Sate Padang Pariaman dikenal dengan kuah berwarna merah karena penggunaan cabai yang lebih dominan. Sementara Sate Padang Panjang menggunakan kuah kekuningan dengan cita rasa rempah yang lebih menonjol. Adapun Sate Padang Kota Padang merupakan perpaduan kedua gaya tersebut sehingga menghasilkan rasa yang lebih seimbang.
Keunikan lain dari Sate Padang adalah penggunaan hampir seluruh bagian sapi sebagai bahan baku, mulai dari daging, lidah hingga jeroan. Hal ini mencerminkan filosofi masyarakat Minangkabau yang mengutamakan pemanfaatan bahan pangan secara maksimal tanpa mengurangi kualitas cita rasa.
Masuknya Sate Padang dalam jajaran hidangan daging terbaik Asia menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumatera Barat. Pengakuan internasional tersebut diharapkan semakin memperkuat promosi wisata kuliner daerah sekaligus mendorong pelestarian kekayaan gastronomi Minangkabau di tingkat dunia. (HER)






