Langgam.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mengirim sejumlah sampel makanan dan muntahan korban dugaan keracunan MBG ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Padang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Hendri Rusdian mengatakan, sampel yang dikirim meliputi makanan MBG, yang dibagikan pada Senin (31/8/2026), serta sampel muntahan dan feses korban.
“Sampel sudah dikirim ke BPOM. Yang diambil itu makanan pada hari Senin, kemudian sampel feses dan muntahan dari korban,” ujar Hendri kepada Langgam.id, Kamis (3/9/2026).
Adapun makanan yang dijadikan sampel terdiri dari nasi putih, kuah gulai, telur puyuh, tahu, potongan tomat dan timun.
Hendri menambahkan sampel tersebut akan diperiksa dengan sejumlah parameter, untuk mengetahui kandungan atau faktor yang berkaitan dengan gangguan kesehatan yang dialami korban.
“Banyak parameter yang diukur. Jenis makanan juga diperiksa berapa parameternya. Kita kawal terus prosesnya,” jelasnya.
Menurutnya, hasil pemeriksaan diperkirakan dapat diketahui dalam waktu sekitar satu minggu.
“Sampelnya sudah diambil, sekarang kita menunggu hasilnya. Diperkirakan seminggu bisa keluar,” tuturnya.
Sebelumnya, Data Kesehatan Kabupaten Agam jumlah warga yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG di Palupuh bertambah menjadi 276 orang.
Dari jumlah tersebut, lima korban harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Tiga korban dirawat di RSUD Bukittinggi, satu di RS Ahmad Mochtar dan satu lainnya di RST Bukittinggi. (WAN)




