Revitalisasi Pasar Raya Padang, Pedagang Mulai Tempati Lapak Sementara

Revitalisasi Pasar Raya Padang, Pedagang Mulai Tempati Lapak Sementara

Lapak-lapak pedagang di relokasi sementara depa gedung Basement III. (Foto: Fajar Hadiansyah/Langgam.id)

Langgam.id – 34 pedagang terdampak revitalisasi kawasan Basement III Pasar Raya Padang, mulai menempati lapak sementara yang berada di depan lobi Gedung Blok III, Senin (29’6/2026). Meski berpindah tempat, aktivitas jual beli tetap berlangsung seperti biasa.

Pantauan Langgam.id pada Senin (29/6/2026) pagi, kawasan lobi Gedung Blok III yang sebelumnya menjadi area parkir sepeda motor, kini dipenuhi sejumlah lapak  sementara pedagang berukuran 2×2 meter. Lapak-lapak ini disediakan Dinas Perdagangan Kota Padang. 

Sejumlah pedagang terlihat sibuk melayani pembeli, sementara sebagian lainnya mulai menutup lapak dan membereskan barang dagangan setelah selesai berjualan.

Salah seorang pedagang kolak kaling, Raben (60), mengatakan dirinya mulai menempati lapak sementara sejak Jumat (26/6/2026). Relokasi dilakukan setelah pembangunan lapak sementara selesai sehari sebelumnya.  

“Kalau dibandingkan, lapak yang lama lebih luas. Sekarang memang lebih kecil karena menyesuaikan lokasi sementara. Tapi untuk pembeli masih normal, pendapatan juga hampir sama seperti saat berjualan di Basement III,” katanya kepada Langgam.id, Senin (29/6/2026). 

Raben mengaku, jual beli dagangannya lebih dipengaruhi kondisi cuaca dibanding lokasi berjualan. Menurutnya, saat musim panas jumlah pembeli meningkat, sedangkan ketika musim hujan penjualan cenderung menurun.

“Kalau cuaca panas pembeli ramai, kalau hujan biasanya sepi. Harga kolak kaling Rp13 ribu per kilogram. Untuk kendala di sini tidak ada, soal keamanan tergantung bagaimana kita bergaul dengan orang sekitar pasar,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan pedagang bahan pokok, Jasrial (56). Ia mengaku baru dua hari berjualan di lapak sementara setelah pindah pada Sabtu (27/6/2026).

“Karena baru dua hari, saya belum bisa menghitung perubahan pendapatan. Tapi kalau dilihat dari pembelinya, di sini lebih ramai dibanding saat masih di Basement III. Pembeli juga lebih mudah melihat lapak karena tidak perlu turun ke area basement,” katanya.

Sementara itu, pedagang sarapan pagi, Indra (59), menyebutkan proses pemindahan lapaknya berjalan lancar, meski gerobak yang digunakan mengalami kerusakan pada bagian bawah sehingga harus diperbaiki sendiri.

Ia membutuhkan waktu sekitar dua hari, mulai Kamis hingga Jumat, untuk memindahkan dan menata kembali lapaknya di kawasan lobi Blok III. Indra mulai kembali berjualan pada Minggu.

“Kalau dulu di basement sekitar jam 09.00 WIB pembeli sudah mulai sepi. Di sini sampai siang masih banyak pembeli yang datang, bahkan sebagian pedagang masih tetap buka,” kata dia.

Meski demikian, Indra berharap proses revitalisasi dapat selesai sesuai target, agar para pedagang bisa kembali berjualan di lokasi semula.

“Kami berharap pengerjaannya tidak molor. Kami ingin kembali ke basement karena tempatnya lebih luas dan menurut saya lebih aman untuk menyimpan barang dagangan,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Padang menargetkan para pedagang menempati lapak sementara hingga September 2026. Sementara pekerjaan revitalisasi Basement III ditargetkan rampung pada Agustus 2026. (WAN) 

Baca Juga

Wapres Gibran dan BNPB Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Padang
Wapres Gibran dan BNPB Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Padang
Banjir di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Banjir di Padang Terus Berulang, DPRD Dorong Solusi dari Hulu hingga Muara
Dampak Kerusakan di SMPN 41 Padang Pascabanjir, dari Meja hingga Buku Hanyut
Dampak Kerusakan di SMPN 41 Padang Pascabanjir, dari Meja hingga Buku Hanyut
Proses Belajar Mengajar di SMPN 41 Padang Ditunda hingga Senin
Proses Belajar Mengajar di SMPN 41 Padang Ditunda hingga Senin
1 Ton Ikan Mati Akibat Bendungan Jebol dan Air Keruh Saat Banjir Padang
1 Ton Ikan Mati Akibat Bendungan Jebol dan Air Keruh Saat Banjir Padang
Anggaran Penanganan Banjir Padang Capai Rp1,5 Triliun, Mayoritas Tahap Tender
Anggaran Penanganan Banjir Padang Capai Rp1,5 Triliun, Mayoritas Tahap Tender