Respons Polda Sumbar Terkait Video Viral Wajah Pria Berdarah di Pos PPKM Padang

Langgam-Polda Sumbar

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto. [foto: Polda Sumbar]

Langgam.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) merespons soal video viral yang memperlihatkan wajah seorang pria yang berdarah. Pria itu mengaku berada di pos penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Kota Padang.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto mengatakan, informasi yang ada dalam video tersebut bukanlah seperti itu kejadiannya. Polda, menurutnya, telah meminta keterangan dari kapolsek Lubuk Kilangan terkait kejadian yang sebenarnya terjadi.

“Yang bersangkutan (Awaludin Rao) tidak bisa memperlihatkan persyaratan untuk masuk Kota Padang disaat sedang PPKM Darurat,” katanya, sebagaimana dirilis tribratanews di situs resmi Polri, Sabtu (17/7/2021).

Ia berharap, agar warga yang akan masuk ke Sumbar pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk mematuhi peraturan dan persyaratannya.

“Petugas yang bertugas ini telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Jadi kalau persyaratan lengkap pasti dipersilahkan dan tidak akan dihalang-halangi apalagi dipersulit,” ujarnya.

Sebelumnya, sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang pria dengan wajah berdarah, Sabtu (17/7). Pria yang tersebut menyebutkan lokasi kejadian berada pos penyekatan antara Kota Padang dan Solok.

Baca Juga: Viral Video Pria Mengaku Matanya Tertusuk di Posko PPKM Padang, Ini Kata Polisi

Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon mengatakan, peristiwa dalam videi itu terjadi pada Jumat (16/7/2021) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB. Ia mengatakan sedang berada di lokasi saat itu. “Pria tersebut bernama Awaludin Rao, saat ditanya petugas ia tidak bisa menunjukkan syarat masuk Kota Padang, seperti vaksin atau rapid tes,” katanya.

Menurutnya, Awaludin Rao mengaku tinggal di Padang tetapi tidak bisa memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Padang.  Petugas kemudian memintanya berputar kembali ke arah Solok.

Lija Nesmon mengaku  memegang punggung Awaludin untuk memintanya masuk mobil agar memutar balik. Lalu dia marah-marah sambil mengoceh terus dekat mobilnya. Polisi membiarkan Awaludin karena terus mengoceh.

Lalu, menurutnya, tiba-tiba Awaludin berbalik badan dengan muka berdarah. Kemudian memvideokan itu sebagaimana yang beredar sambil terus marah-marah. “Saat ditanya siapa yang mendorong, yang bersangkutan juga tidak bisa menunjukkan karena petugas di sini ada 15 orang,” katanya.

Menurut Lija, usai berdarah itu, ia ikut mengantarkan Awaludin Rao tersebut ke klinik PT Semen Padang untuk mendapatkan perawatan. Di klinik, dokter memeriksanya dan ternyata tidak ada matanya kena pena.

Darah yang ada dalam video itu, menurutnya, berasal dari pelipisnya yang terluka. Dirinya juga tidak tahu mengapa pelipisnya terluka karena diminta penjelasan ia tidak memberikan penjelasan.

“Usai dilakukan penanganan, yang bersangkutan meminta terima kasih telah diantarkan ke klinik karena kalau datang sendiri dikira terkena covid-19. Malam itu sudah bersalam-salaman, dan tahunya videonya sudah viral saja hari ini,” kata dia. (Irwanda/SS)

 

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre