LANGGAM.ID– Pemerintah Provinsi Sumbatra Barat atau Pemprov Sumbar melalui posko darurat melaporkan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir bandang atau galodo serta longsor mencapai 88 orang.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi menyebutkan, hasil rekapitulasi data bencana banjir dan longsor di Sumbar sampai Sabtu siang (29/11/2025) telah menyebabkan 88 korban jiwa meninggal.
“Data hingga Sabtu siang, terdapat 88 korban meninggal, dan 85 orang hilang,” ujar Arry saat dihubungi, Sabtu (29/11/2025).
Ia mengatakan, jumlah korban meninggal tersebut terdiri dari 74 korban meninggal di Kabupaten Agam, 5 orang meninggal di Kota Padang, 7 orang meninggal di Padang Panjang, 1 korban Kota Solok dan 1 korban meninggal di Pasaman Barat. Sementara itu 85 korban hilang terdiri dari 78 orang di Kabupaten Agam, 6 orang di Pasaman Barat
BPBD Sumbar juga mencatat jumlah warga mengungsi akibat bencana tersebut mencapai 64.465 jiwa. Dampak kerusakan yang ditimbulkan yaitu 570 rumah rusak, dengan rincian rusak berat 62 rumah, rusak sedang 319 rumah dan rusak ringan 189 rumah.
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat juga telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari kedepan. Bencana hidrometeorologi itu melanda 16 kabupaten/kota. (fx)






