Rawan Longsor, DPRD Sumbar Minta Pemprov Alokasikan Dana Reboisasi

Rawan Longsor, DPRD Sumbar Minta Pemprov Alokasikan Dana Reboisasi

Material longsor menimpa rumah warga di Kota Sawahlunto. (BPBD Sawahlunto)

Langgam.id – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) Yosrizal, meminta Pemerintah Provinsi Sumbar menggelontorkan anggaran untuk proses penghijauan hutan atau reboisasi.

Menurutnya, beberapa kawasan hutan di Sumbar telah gundul dan menyebabkan terjadinya bencana alam banjir dan longsor.

Teranyar longsor serta banjir bandang di Kabupaten Agam dan Solok Selatan.

“Pengawasan dan penghijauan harus dilakukan mengingat geografis Sumbar yang rawan terjadi bencana alam,” ujarnya, kemarin.

Menurut Yosrizal, salah satu faktor lain yang harus diperhatikan oleh dinas terkait, adalah paktek ilagal logging (pemalakan liar). Hal itu harus diawasi agar kerusakan lingkungan tidak terus terjadi, alam merupakan suatu unsur yang membutuhkan keseimbangan. Jika ada kerusakan maka harus diperbaiki dengan cara reboisasi.

“Jika alam terus rusak, akan berdampak buruk terhadap kelangsungan kehidupan masyarakat. Tidak hanya sekarang,  namun untuk beberapa tahun kedepan,” katanya, sebagaimana dicuplik dari dprd.sumbarprov.go.id.

Yosrizal meminta anggaran untuk penghijauan jangan hanya diberatkan kepada keungan daerah, namun juga alokasi pemerintah pusat harus berkontribusi. Pemerintah harus memikirkan hal tersebut.

“Untuk beberapa tahun terakhir tercatat lebih dari 3.600 hektare hutan di Sumbar gundul. Untuk kegiatan ‘illegal logging’ atau pembalakan liar antara 200-300 hektare yang tersebar di berbagai kabupaten kota, termasuk Kota Padang dengan titik yang cukup banyak,” terangnya.

Selain itu, 540 hektare hutan lainnya berkurang akibat adanya aktivitas pembukaan lahan pertanian dan perkebunan dengan cara membakar lahan.

“Perambahan kawasan hutan paling tinggi disumbangkan perusahaan perkebunan kelapa sawit guna memperluas area perkebunan atau pembukaan lahan perkebunan baru, tercatat lebih dari 2.000 hektare,” pungkasnya. (Osh)

Baca Juga

Kondisi Sungai Batang Baliang setelah Galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok. (Langgam.id/ Ghaffar Hamdi)
Pemkab Solok Usul Pembangunan 3 Sabo Dam Senilai Rp 250 Miliar Usai Arosuka Diterjang Galodo
Kondisi Sungai Batang Baliang setelah Galodo di Arosuka, Kabupaten Solok. (Langgam.id/ Ghaffar Ramdi)
Arosuka Solok Kembali Diguyur Hujan Lebat, BPBD Larang Warga Dekati Bantaran Sungai Antisipasi Galodo
Banjir menerjang Simpang Tonang, Kabupaten Pasaman. (Dok. Istimewa)
Banjir Terjang Simpang Tonang Pasaman, Satu Warga Hanyut hingga 5 Hektare Sawah Tertimbun
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Polisi Hanya Aksi Bakar-bakar di Lokasi Tambang Emas Ilegal, Walhi Sumbar: Gimmick Belaka
Polisi Hanya Aksi Bakar-bakar di Lokasi Tambang Emas Ilegal, Walhi Sumbar: Gimmick Belaka
Emas, Peti dan Nasib Sumbar ke Depan
Emas, Peti dan Nasib Sumbar ke Depan