Ratusan Sapi Terjangkit PMK, Sekdako Pariaman: Pandemi Setelah Covid-19

ratusan-sapi-terjangkit-pmk-sekdako-pariaman-pandemi-setelah-covid-19

Ilustrasi. [Dok. Langgam.id]

Langgam.id – Ratusan sapi terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Kota Pariaman. Sekretaris daerah kota (Sekdako) setempat Yota Balad menyebut, PMK merupakan pandemi setelah Covid-19.

Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman pun menggelar Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan PMK, Kamis (25/8/2022). Kemudian, akan melakukan percepatan vaksinasi terhadap hewan ternak di Kota Pariaman Tahun 2022.

Yota Balad mengatakan, penanganan wabah PMK menjadi tanggungjawab bersama. Untuk itu, Pemko Pariaman membentuk Satgas Penanganan PMK.

Menurutnya, pembentukan Satgas Penanganan PMK merupakan kewajiban setiap kabupaten/kota di Sumbar. Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2022 tentang Penanganan PMK di daerah.

Wabah PMK sangat merugikan pemerintah terutama para peternak hewan seperti sapi dan kerbau, serta sangat mengganggu peningkatan perekonomian di Kota Pariaman.

Meskipun dinas terkait telah melakukan vaksinasi, namun Sekdako mengajak dan mengimbau masyarakat peternak di Kota Pariaman untuk tetap waspada terhadap jual beli hewan ternak. Waspadai ternak yang berasal dari daerah lain.

“Kami berharap kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk dapat memberikan informasi kepada Satgas PMK Kota Pariaman terkait hal ini. Sehingga nantinya perkembangan dari wabah PMK ini dapat kita atasi,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Dasril menyampaikan, wabah PMK di Kota Pariaman berdampak pada penurunan tingkat produksi dan konsumsi daging masyarakat. Selain faktor kelangkaan daging di pasaran, sebutnya, masyarakat juga khawatir mengkonsumsi daging.

Data terakhir 15 Agustus 2022, hewan ternak yang terjangkit PMK di Kota Pariaman sebanyak 270 ekor. Jumlah sembuh 228 sekor, potong paksa 7 ekor dengan sisa sakit sebanyak 35 ekor.

Baca Juga: Diprediksi Meningkat 5 Persen, Pemko Padang Pastikan Hewan Kurban Aman dari PMK

“Agar tidak terjadi lonjakan kasus dan luasnya penyebaran penyakit ini, dapat dilakukan dengan pengobatan hewan ternak yang sakit, pemberian vaksin PMK dan pembatasan keluar masuk ternak ke Kota Pariaman,” katanya.

Ikuti berita Kota Pariaman – berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Sepanjang 2024, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar sudah menangani 51 perkara korupsi yang dilimpahkan ke pengadilan sepanjang 2024.
Kasus Dugaan Korupsi Kampus III UIN IB Padang Terus Bergulir, Wakil Rektor dan Kabiro Diperiksa Kejati Sumbar
25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat
25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
2 Personel Polres Solok Kota Diperiksa Propam, Buntut Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Tangkapan layar video rombongan Arteria Dahlan saat berfoto-foto di pendakian ekstrem Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Viral Foto-foto Rombongan Arteria Dahlan di Tikungan Sitinjau Lauik, Polisi Klaim Sudah Mengingatkan
Dari Rantau ke Ranah Minang, SR12 Hadirkan Training Center Baru di Padang
Dari Rantau ke Ranah Minang, SR12 Hadirkan Training Center Baru di Padang