Rapat Paripurna Hak Angket DPRD Sumbar Diagendakan di Oktober

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat (Sumbar) memutuskan membatalkan rencana penggunaan hak angket kepada Gubernur

Ketua DPRD Sumbar Supardi. [dok. Humas DPRD Sumbar]

Langgam.id – Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan, rapat paripurna membahas usulan hak angket kepada Gubernur Mahyeldi direncanakan digelar pada Oktober mendatang.

“Berdasarkan verifikasi terhadap usulan, kelengkapan seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan sudah memenuhi persyaratan,” kata Ketua DPRD Sumbar Supardi, Kamis (23/9/2021).

Dia menjelaskan, saat ini DPRD Sumbar masih dalam proses pengesahan RAPBD Perubahan Sumbar 2021. Rencananya akan digelar rapat paripurna pengesahan putusan terkait itu pada Kamis (30/9/2021) minggu depan.

“Setelah selesai pengesahan RAPBD Perubahan 2021, baru Badan Musyawarah (Bamus) bisa mengangendakan untuk jadwal paripurna hak angket,” katanya.

Baca juga: Syarat Usulan Hak Angket Lengkap, DPRD Sumbar Segera Agendakan Paripurna

Setelah pengesahan RAPBD Perubahan selesai ungkap Supardi, maka Bamus akan menggelar rapat untuk agenda hak angket.

Sehingga agenda paripurna hak angket bisa dilaksanakan pada Oktober, karena Bamus baru bisa bersidang setelah selesai paripurna RAPBD Perubahan.

Dia menjelaskan, usulan yang diajukan sudah memenuhi syarat, sesuai aturan harus ada tanda tangan anggota DPRD minimal 10 orang. Sementara dalam usulan sudah ada 17 anggota dewan yang memberikan tanda tangannya.

Kemudian syarat lain kata Supardi, minimal diusulkan oleh dua fraksi, dan itu juga sudah memenuhi persyaratan.

Sebab pengajuan hak angket dilakukan oleh tiga fraksi yaitu Gerindra, PDIP dan PKB, dan Demokrat serta satu partai yaitu Nasdem.

Sebelumnya, penyampaian rencana pengajuan hak angket disampaikan oleh Anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumbar Nurnas dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Sumbar, Selasa (14/9/2021).

“Pengajuan hak angket agar semua persoalan dapat diselesaikan secara objektif, sehingga tidak berpotensi melahirkan krisis kepercayaan publik kepada kepala daerah atau pemerintahan daerah,” kata Nurnas.

Hak angket menurut Nurnas, bertujuan agar menghindari krisis kepercayaan  yang meluas dan untuk mendapatkan kepastian hukum dan kepastian politik.

Makanya terang Nurnas, dipandang perlu dan penting dalam menggunakan hak pengawasannya dalam bentuk hak angket.

Baca Juga

Tersangka penganiayaan anak berusia tiga tahun saat diamankan polisi. (Foto: Polres Solok)
Kronologi Balita 3 Tahun Luka-luka Dianiaya Ayah Tiri, Dalih Santet hingga Dibawa ke Solok
Diskusi Publik IEO 2026 yang diselenggarakan Yayasan KEHATI bersama Biodiversity Warriors Universitas Andalas di Padang, Rabu (6/5/2026).
“Kanibalisme Antar Sektor” Ancam Masa Depan Ekologi Indonesia, Sumatra Jadi Alarm Krisis Sistemik
Langgam.id-kebakaran
Kebakaran Landa Rumah Warga di Padang, Armada Damkar Dikerahkan 
Petugas Satpol PP Kota Padang melakukan penertiban bangunan liar yang berdiri di sempadan sungai. (Foto: Humas Satpol PP Padang)
Satpol PP Padang Bongkar Bangunan Liar Berdiri di Sempadan Sungai 
Petani berajalan di antara lahan sawah yang masih tertimbun material sisa banjir bandang di Kabupaten Solok, Rabu (7/4/2026). Abdul Latif
Perbaikan Sawah Pascabencana Lambat: Ekonomi Petani Terhimpit, Musim Panen Terancam
Langgam.id - BPBD masih melakukan proses pencarian terhadap dua orang korban yang tertimbun longsor di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar.
Longsor di Sungai Landie, Akses Jalan Bukittinggi-Lubuk Basung Putus