Ranperda Trantibum Kota Payakumbuh Disahkan Jadi Perda

Berita Payakumbuh - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Ranperda Trantibum Kota Payakumbuh disahkan menjadi perda.

Wako Riza Falepi melakukan penandatanganan terkait disahkannya Ranperda Trantibum Kota Payakumbuh sebagai perda. [foto: Pemko Payakumbuh]

Berita Payakumbuh – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Ranperda tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kota Payakumbuh disahkan menjadi perda.

Langgam.id – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kota Payakumbuh disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Pengesahan itu dilakukan dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Kota Payakumbuh, Senin (7/3/2022).

Wakil Ketua DPRD Payakumbuh Wulan Denura menjelaskan, Ranperda Trantibum tersebut telah dibahas bersama dalam Rapat Kerja Tim Ranperda dengan Pansus DPRD pada tahun 2019.

Kemudian terangnya, juga telah melalui proses harmonisasi dan fasilitasi oleh gubernur sebanyak dua kali, 2020 dan 2021.

Panjangnya proses tersebut terangnya disebabkan karena adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri yang menjadi pedoman dalam pembentukan ranperda ini.

Yaitu Permendagri Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat yang ditetapkan dalam rentang waktu pembahasan dan fasilitasi dilaksanakan.

Laporan Hasil Pembicaraan Tingkat 1 tentang Ranperda Trantibum ini disampaikan oleh juru bicara DPRD Fahlevi Mazni Dt. Bandaro Nan Balidah.

Fahlevi mengungkapkanm, semua fraksi di DPRD menyetujui dan dapat menerima ranperda disahkan menjadi Perda Trantibum.

“Kami harapkan peran OPD terkait dan Tim 7 dalam mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat Kota Payakumbuh demi terciptanya situasi yang kondusif di kota kita tercinta,” harapnya.

Wako Payakumbuh Riza Falepi mengatakan, bahwa ranperda ini yang merupakan unifikasi dari dua perda sebelumnya.

Yaitu Perda Nomor 5 Tahun 2007 tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perda Nomor Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pencegahan, Penindakan dan Pemberantasan Penyakit Masyarakat/Maksiat beserta perubahannya.

Penyatuan ini ungkapnya, dilakukan berdasarkan pertimbangan efektifitas serta sebagai upaya untuk mengakomodasi semua materi aturan yang ada dalam kedua perda sebelumnya agar lebih sesuai dengan prinsip-prinsip dasar penyusunan perda.

“Serta menambah beberapa ketentuan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang baru, yang sekaligus diharapkan akan memudahkan aparat dalam penegakan perda ini nantinya,” ujarnya.

Baca juga: Tingkatkan PAD, Pemko Payakumbuh Launching Pengunaan Smart Tax

Riza mengharapkan, dengan ditetapkannya ranperda ini menjadi perda, dapat mencegah dan menanggulangi perbuatan yang tidak sesuai dengan tata kehidupan, etika, moral, dan budaya masyarakat.

Kemudian terangnya, diharapkan bisa memberikan perlindungan dan rasa aman dalam masyarakat.

Dapatkan update berita Payakumbuh – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Masyarakat Nagari Kubang Putiah Agam menolak trase Tol Sicincin-Bukittinggi. (Dok. Saluak Kreasi)
Pemerintah Batalkan Trase Tol Sicincin Bukittinggi yang Lewati Kubang Putiah
Suasana proses belajar mengajar di MAN 3 Padang, Rabu (15/7/2026).
Usai Insiden Bom Rakitan, Aktivitas Belajar di MAN 3 Padang Kembali Normal
Insiden MAN 3 Padang, Polda Sumbar Temukan 4 Bom, 1 Meledak 
Insiden MAN 3 Padang, Polda Sumbar Temukan 4 Bom, 1 Meledak 
Bekas ledakan bom rakitan di meja belajar miliki salah seorang siswa MAN 3 Padang.
Polda Ungkap Bahan Bom Rakitan Siswa MAN 3 Padang, Dari Kelereng hingga Mesiu
Tim Gegana Polda Sumbar di TKP bom rakitan di MAN 3 Padang.
Bom Rakitan MAN 3 Padang, Polda: Siswa Belajar Otodidak di Internet 
Tim Gegana Polda Sumbar di TKP bom rakitan di MAN 3 Padang.
Polda Pastikan Tidak Ada Korban dari Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang