Langgam.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar membahas percepatan pemulihan daerah pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Salah satu persoalan utama yang disoroti dalam rapat koordinasi itu adalah kerusakan jaringan irigasi yang berdampak langsung terhadap sektor pertanian.
Rapat koordinasi tersebut digelar di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Sabtu (14/3/2026), dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi serta Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama jajaran pemerintah daerah.
Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, kerusakan jaringan irigasi akibat bencana menjadi perhatian utama karena berpotensi mengganggu produksi pertanian masyarakat.
“Banyak jaringan irigasi yang rusak akibat bencana. Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat berdampak pada menurunnya produksi pertanian secara luas,” kata Eka dalam rapat tersebut.
Menurut dia, sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Tanah Datar. Karena itu, pemulihan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, perlu menjadi prioritas dalam upaya percepatan pemulihan daerah.
Eka berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mempercepat perbaikan infrastruktur pertanian yang terdampak bencana. Pemerintah kabupaten, kata dia, juga terus berupaya melakukan pemulihan secara bertahap agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis bagi perekonomian Tanah Datar. Sekitar 72 persen masyarakat di daerah tersebut menggantungkan penghidupan pada sektor ini.
“Komoditas yang dihasilkan dari Tanah Datar merupakan komoditas unggulan yang turut berkontribusi dalam pengendalian inflasi daerah. Karena itu, pemulihan sektor pertanian harus dilakukan secara cepat, terarah, dan tepat sasaran,” ujar Arry.
Ia menambahkan, meskipun sektor pertanian terdampak bencana, sektor ini tetap diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama perekonomian Sumatera Barat pada 2026.
Namun demikian, Arry mengakui terdapat sejumlah tantangan dalam proses pemulihan, di antaranya perlambatan investasi, keterbatasan belanja pemerintah, serta penurunan kinerja pada sejumlah lapangan usaha.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam merumuskan langkah-langkah pemulihan yang efektif, terutama pada sektor pertanian dan infrastruktur pendukungnya.
“Kita ingin memastikan seluruh program pemerintah provinsi dapat selaras dengan kebutuhan daerah. Dengan sinergi yang kuat, percepatan pembangunan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih terarah,” kata Arry.
Selain membahas pemulihan sektor pertanian, rapat koordinasi tersebut juga menyoroti sejumlah isu strategis daerah lainnya, seperti penanganan kebencanaan, pembangunan infrastruktur, penguatan sektor perekonomian dan pariwisata, serta kesiapan menghadapi Idulfitri, termasuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang hari raya.






