Rafflesia Arnoldii Hasil Budi Daya Mekar di Palupuah Agam

Langgam.id - Bunga langka dan dilindungi jenis Rafflesia Arnoldii hasil budi daya seorang warga bernama Joni Hartono di pekarangan rumah.

Rafflesia Arnoldii hasil budi daya seorang warga mekar sempurna di Palupuah, Agam. (Foto: Dok. Joni Hartono)

Langgam.id – Bunga langka dan dilindungi jenis Rafflesia Arnoldii hasil budi daya seorang warga bernama Joni Hartono di pekarangan rumahnya mekar sempurna di Batang Palupuh, Nagari, Koto Rantang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar).

“Bunga mekar di perkarangan rumah jenis Rafflesia Arnoldi, sudah tiga hari ini mekar,” ujar Joni kepada langgam.id, Sabtu (2/6/2022).

Menurut Joni, Bunga Rafflesia Arnoldii itu mekar hanya 5 sampai 7 hari dan tahun 2022 ini hanya 4 individu hasil budi daya yang mekar di pekarangan rumahnya.

Menurut Joni, saat ini juga masih banyak individu kecil yang bakal mekar juga. Ada sekitar 20-an individu kecil yang akan besar di perkarangan rumahnya. “Kalau yang lainnya di hutan lebih banyak, di cagar alam, kalau di hutan ini masih banyak,” ungkap Joni.

Untuk mekar selanjutnya, kata Joni, diperkirakan akhir tahun 2022. Satu individu bunga bisa berhasil mekar dari biji hingga mekar sekitar 9 bulan hingga 1,5 tahun. Itu juga tergantung dengan cuaca juga.

Dia menjelaskan, bahwa sudah membudidayakan Rafflesia Arnoldii sejak tahun 2000-an. Alasanya, tertarik membudidayakan karena sering menemani tamu-tamu yang pergi meneliti bunga itu ke dalam hutan.

Akibat sering menemani itu, Joni menagku lebih mengenal bunga langka itu, kemudian menyukainya. Lalu dia belajar membudidayakan lewat buku dan berdasarkan pengalaman dari ikut penelitian.

Diketahui, Joni merupakan orang yang pertama kali berhasil membudidayakan Rafflesia Arnoldii. Selama membudiyakan dalam waktu 20 tahun itu, dia menghitung sudah 18 kali berhasil mekar.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Ardi Andono mengatakan, satu individu Bunga Rafflesia Arnoldii sedang mekar sempurna yang merupakan hasil budi daya Bapak Joni Hartono di Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kabupaten Agam.

Baca juga: Menonton Kisah Joni Hartono, Penangkar Pertama Bunga Rafflesia dari Agam

Bunga itu mekar mulai dari tgl 1-5 Juli 2022. Dia mengajak masyarakat untuk mengunjungi bunga langka itu. “Mari kunjungi dan saksikan bunga langka yang merupakan puspa nasional ini dalam kondisi terindahnya. Bunga rafflesia ini mengalami proses mekar sempurna antara 8-10 hari,” ujarnya.

Baca Juga

PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan langkah nyata dalam percepatan pemulihan Sumatra Barat
Pascabencana Sumbar, Kementerian PU-Brantas Abipraya Rehab 2 Masjid dan Bangun 2 Sekolah di Palembayan
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau pengerjaan bailey yang dibangun di jalan provinsi ruas Sicincin–Simpang Balingka di Malalak,
Menteri PU Kebut Fungsional Jalan Malalak Jelang Ramadan, 2 Jembatan Bailey Dibangun
TNI AD sudah memasang lima jembatan bailey di Tanah Datar. Pemasangan ini dilakukan karena jembatan sebelumnya diterjang banjir bandang
TNI AD Bangun Jembatan Armco di Salimpauang
Pemkab Agam Sambut Tim PDEI Sumbar, Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Korban Bencana
Pemkab Agam Sambut Tim PDEI Sumbar, Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Korban Bencana
Yogi Yolanda Dilantik jadi Ketua DPC PDI-P Agam di Antara Tenda Bencana
Yogi Yolanda Dilantik jadi Ketua DPC PDI-P Agam di Antara Tenda Bencana
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono mengatakan kerugian akan bencana di Kabupaten Agam diperkirakan mencapai lebih dari Rp6,5 triliun.
Agam Masuki Masa Transisi Menuju Pemulihan, Kerugian Bencana Capai Rp6,5 Triliun