Pusat Gelontorkan Rp7,74 Miliar Revitalisasi 15 SD Pascabencana di Padang

Langgam.id — Pemerintah menggelontorkan anggaran Rp7,75 miliar untuk merevitalisasi 15 sekolah dasar (SD) di Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi November 2025.

Program revitalisasi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI ke Kota Padang, Jumat (4/9/2026). Rombongan Komisi X DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro terlebih dahulu meninjau rehabilitasi SDN 04 Baringin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, dan SDN 32 Kuranji, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.

Kedua sekolah tersebut merupakan bagian dari satuan pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi dan mendapatkan dukungan revitalisasi dari pemerintah pusat.

Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, bantuan revitalisasi diberikan kepada 15 SD dengan total anggaran sekitar Rp7,74 miliar. Pengerjaan program tersebut telah dimulai sejak April 2026.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan sarana pendidikan, khususnya sekolah yang berada di kawasan rawan banjir.

“Sekolah-sekolah yang berada di pinggir sungai membutuhkan dukungan untuk normalisasi dan penguatan infrastruktur. Kami juga berharap Komisi X mendorong sekolah di Kota Padang menjadi prioritas revitalisasi pada 2026 maupun diusulkan untuk 2027,” kata Maigus.

Menurutnya, pemulihan sekolah pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan yang rusak. Upaya tersebut harus dibarengi dengan penguatan mitigasi agar satuan pendidikan memiliki ketahanan lebih baik ketika menghadapi bencana.

“Kita tidak hanya melakukan ikhtiar secara fisik, tetapi juga menyiapkan generasi melalui pendidikan mitigasi bencana. Sekolah dan rumah ibadah harus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.

Saat ini, kata Maigus, program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) telah diterapkan di 130 sekolah di Kota Padang. Pendidikan kebencanaan juga terus didorong menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat tidak berhenti pada rehabilitasi bangunan, tetapi juga mencakup penanganan persoalan yang menjadi penyebab kerentanan sekolah, seperti normalisasi aliran sungai dan penguatan infrastruktur di kawasan rawan banjir.

Selain penanganan sarana pendidikan, Maigus menyampaikan sejumlah program Pemko Padang untuk memperkuat sektor pendidikan, di antaranya Padang Juara dan Smart Surau.

Program Padang Juara diarahkan untuk membantu pendidikan keluarga kurang mampu, termasuk pemenuhan kebutuhan sekolah dan dukungan beasiswa perguruan tinggi. Sementara Smart Surau dikembangkan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis rumah ibadah yang terintegrasi dengan aktivitas masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro mengatakan pihaknya akan membawa berbagai masukan Pemko Padang dan pemangku kepentingan pendidikan ke tingkat pemerintah pusat.

“Kita siap mendorong pemulihan sektor pendidikan dilakukan secara terpadu, cepat, dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan pemerataan akses belajar serta mitigasi risiko bencana dalam pembangunan kembali sarana pendidikan,” ujar Agung.

Ia menegaskan, rehabilitasi sekolah pascabencana harus menghasilkan bangunan yang lebih aman dan tangguh, bukan sekadar mengembalikan kondisi fisik seperti sebelum bencana.

“Aspirasi ini akan menjadi bahan kami di Komisi X dalam menjalankan fungsi pengawasan dan merumuskan rekomendasi kepada pemerintah pusat guna memperlancar pemulihan pendidikan pascabencana. Infrastruktur sekolah yang dibangun kembali harus lebih tangguh dan aman terhadap potensi bencana di masa mendatang,” katanya.

Selain pendidikan, Maigus juga menyampaikan pengembangan sektor pariwisata melalui program Jelajah Padang, termasuk revitalisasi kawasan Kota Tua, pasar, dan Pantai Padang. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Padang sebagai kota pendidikan, budaya, dan pariwisata sekaligus meningkatkan daya tarik sebagai pintu gerbang destinasi wisata Sumatera Barat. (HER)

Baca Juga

Komisi X DPR Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Bencana di Padang
Komisi X DPR Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Bencana di Padang
Pendaftaran Perlinsos di Padang Diperpanjang hingga 31 Desember 2026
Pendaftaran Perlinsos di Padang Diperpanjang hingga 31 Desember 2026
Pemko Akui 19 Persen Jalan Lingkungan di Padang Rusak Berat
Pemko Akui 19 Persen Jalan Lingkungan di Padang Rusak Berat
Pemko Padang Targetkan Pembangunan Jalan Lingkungan 17,8 Kilometer Tahun Ini
Pemko Padang Targetkan Pembangunan Jalan Lingkungan 17,8 Kilometer Tahun Ini
Audiensi dengan Wako Padang, BNN Ungkap 63 Ribu Warga Sumbar Terindikasi Penyalahgunaan Narkoba
Audiensi dengan Wako Padang, BNN Ungkap 63 Ribu Warga Sumbar Terindikasi Penyalahgunaan Narkoba
Dua ruang terbuka hijau baru yang dibangun Pemko Padang, sudah mulai beroperasi awal Januari 2026 ini. Yaitu Taman Rimbo Kaluang dan
DLH Padang Rencanakan Bangun Toilet Digital di Taman Rimbo Kaluang