Presiden Perluas PPKM di Luar Jawa, Gubernur Sumbar: Kita Pakai Perda

KSP Konferensi Video dengan Gubernur Sumbar, Sampaikan Kriteria Tertentu Izin Mudik, ppkm

Ilustrasi - Kebijakan PSBB Covid-19. (Foto: Gerd Altmann/pixabay.com)

Langgam.id-Pemerintah pusat berencana melakukan perluasan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro ke luar provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

Menanggapi rencana tersebut, Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi mengatakan untuk Sumbar saat ini sudah punya Perda yang mengatur penanganan Covid-19.

“Kita sudah punya Perda, kita akan ikuti Perda, Perda kan sudah ada, tentu nanti juga ada persyaratan-persyaratan untuk daerah yang menerapkan PPKM itu,” katanya Jumat, (6/3/2021).

Menurutnya PPKM adalah istilah lain dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang pernah diterapkan di Sumbar. Dalam Perda diatur soal itu, maka Sumbar akan mengikuti apa yang diatur dalam Perda.

Selain itu, dirinya juga beberapa waktu lalu rapat bersama presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendapatkan arahan dengan menekankan agar mempersempit penanganan covid-19 hingga tingkat pemerintahan terkecil seperti RT, RW, nagari dan lainnya.

Baca juga: Tanggapan Gubernur Sumbar Soal Wako Bukittinggi yang Wajibkan ASN Subuh Berjemaah

“Alhamdulillah kita di Sumbar punya kongsi Covid-19, kita punya nagari tageh, dan lainnya, maka ini yang kita perkuat, kita ikuti Perda yang ada, kita ini sudah lebih maju dari yang lain,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi menjejaskan perluasan PPKM skala mikro ini akan difokuskan dan dikembangkan di provinsi di luar Jawa dan Bali yang memiliki kasus aktif yang banyak.

PPKM mikro yang selama ini sudah berjalan dinilai telah memberikan hasil yang cukup baik. Dari jumlah kasus Covid-19 secara mingguan di setidaknya tujuh provinsi yang memberlakuan PPKM mikro sudah mengalami penurunan seperti di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur dan Bali.(Rahmadi/Ela)

Baca Juga

Dialog dengan Aktivis, Mahyeldi: Persoalan Daerah Tak Bisa Diselesaikan di Hilir, Harus Menyentuh Akar Masalah
Dialog dengan Aktivis, Mahyeldi: Persoalan Daerah Tak Bisa Diselesaikan di Hilir, Harus Menyentuh Akar Masalah
Gubernur Mahyeldi Pimpin Aksi Tanam 1.000 Pohon di Hutan Kota Malvinas
Gubernur Mahyeldi Pimpin Aksi Tanam 1.000 Pohon di Hutan Kota Malvinas
Komit Kembangkan Ekonomi Umat dan Budaya Halal, Gubernur Sumbar Raih Penghargaan Nasional
Komit Kembangkan Ekonomi Umat dan Budaya Halal, Gubernur Sumbar Raih Penghargaan Nasional
311 Pelajar Ramaikan Lomba Lagu Pasan Buruang, Gaungkan Pesan Lingkungan Lewat Seni Minang
311 Pelajar Ramaikan Lomba Lagu Pasan Buruang, Gaungkan Pesan Lingkungan Lewat Seni Minang
Gubernur Sumbar menghadiri penanaman pohon Andalas di Unand. (Dok. Biro Adpim Pemprov Sumbar)
Tanam Pohon Andalas di Kampus Unand Bareng Kakak Presiden Prabowo, Mahyeldi: Menjaga Warisan dan Merawat Alam!
Terowongan 5,8 Km Bakal Dibangun di Sumbar, Mahyeldi: Pusat Studi Jadi Kebutuhan Mendesak
Terowongan 5,8 Km Bakal Dibangun di Sumbar, Mahyeldi: Pusat Studi Jadi Kebutuhan Mendesak