Langgam.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal melakukan survei ke Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk menindaklanjuti usulan pengembangan kawasan tambak udang vaname terintegrasi yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar).
Survei tersebut merupakan tindak lanjut setelah Menteri KKP merespons positif usulan pengembangan Integrated Shrimp Farming (ISF) di Pulau Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, Menteri KKP langsung menginstruksikan Direktur Budi Daya Air Payau untuk melakukan survei lapangan ke Mentawai.
“Ini menjadi momentum bagi kita untuk mempercepat persiapan. Pemprov Sumbar bersama Pemkab Mentawai akan mengawal proses ini agar setiap tahapan dapat disiapkan dengan baik,” kata Mahyeldi dikutip Sabtu (8/8/2026).
Menurut Mahyeldi, kawasan yang diusulkan berada di Pantai Timur Pulau Pagai Selatan dengan luas sekitar 2.150 hingga 2.470 hektare.
Berdasarkan kajian Pra-Amdal LPPM Universitas Andalas, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi untuk pengembangan tambak udang vaname karena memiliki bentang pantai yang luas, topografi relatif landai serta karakteristik perairan yang mendukung.
Pengembangan kawasan tambak udang terintegrasi tersebut diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp7,2 triliun. Kawasan tersebut juga diperkirakan mampu menghasilkan 52.000 hingga 52.800 ton udang per tahun.
Mahyeldi mengatakan investasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat Mentawai.
Dengan kapasitas produksi tersebut, kawasan tambak diproyeksikan dapat menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja lokal.
“Kita ingin investasi ini benar-benar memberikan dampak. Ada lapangan kerja yang terbuka, ekonomi lokal tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Syefdinon mengatakan Pemkab Kepulauan Mentawai dan masyarakat setempat juga telah melakukan persiapan sosial terkait rencana pengembangan kawasan tersebut.
Menurutnya, Bupati Mentawai bersama jajaran telah turun langsung ke lokasi dan berkomunikasi dengan tokoh adat serta masyarakat.
“Pendekatan sosial menjadi kunci. Kita ingin masyarakat menjadi bagian dari pembangunan, bukan hanya sebagai penonton,” katanya.
Ia menjelaskan, konsep ISF Mentawai akan mengusung prinsip eco-efficiency dan zero waste. Sistem budidaya dirancang terintegrasi mulai dari intake air, tandon, klaster budidaya hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Pengembangan tambak juga akan diarahkan menerapkan prinsip good aquaculture practices agar kegiatan budidaya berjalan produktif dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, DKP Sumbar akan membentuk Tim Percepatan ISF Mentawai yang melibatkan Pemprov Sumbar, Pemkab Mentawai, KKP, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.
Syefdinon menargetkan seluruh tahapan awal persiapan dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga bulan sehingga pembangunan kawasan tambak udang modern dan terintegrasi dapat mulai direalisasikan pada 2027. (HER)






