Polisi Terapkan Pengamanan Terbuka dan Tertutup dalam Perayaan Natal-Tahun Baru di Sumbar

Polda Sumbar Perketat Pengamanan Pascaledakan Bom di Medan

Ilustrasai suasana pengamanan di gerbang Polresta Padang. (Foto: Istimewa)

Langgam.id – Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Polda Sumbar) menerapkan sistem pengamanan terbuka dan tertutup untuk keamanan perayaan Natal dan tahun baru 2019.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu mengatakan, untuk pengamanan di gereja saat perayaan Natal, pihaknya akan memperketat dengan melakukan pengamanan terbuka dan pengamanan tertutup. Pengamanan ini untuk memberikan rasa aman, nyaman masyarakat beribadat.

“Personel polisi juga melakukan sterilisasi di gereja. Dilakukan sebelum pelaksanaan ibadat oleh tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Brimob, serta mengerahkan anjing pelacak,” tuturnya, di Polda Sumbar, Rabu (18/12/2019).

Menurutnya, Polda Sumbar mendirikan puluhan posko untuk melakukan pengaman perayaan malam Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pengaman ini dilaksanakan dalam Operasi Lilin Singgalang 2019.

Bayu mengingatkan agar tak aksi sweeping yang dilakukan kelompok masyarakat pada Nataru mendatang.

“Kita minta tidak ada kelompok yang melakukan sweeping. Tidak boleh melakukan tindakan sendiri,” kata Satake Bayu di Mapolda Sumbar, Rabu (18/12/2019).

Ia mengungkapkan, apabila ada yang mengganggu keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas), supaya segera melaporkan kepada kepolisian.

“Kondisi Sumbar selama ini relatif sangat kondusif, aman dan damai. Namun, kami tetap meminta masyarakat supaya selalu menjaga kerukunan antar umat beragama,” ujarnya.

Pada pengamanan Nataru, kepolisian juga melaksanakan Operasi Lilin Singgalang 2019. Operasi kemanusiaan tersebut dilaksanakan selama 10 hari, 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

“Apel gelar pasukan dilaksanakan Kamis besok. Apel tersebut untuk mengecek kesiapan personel yang dilibatkan untuk Operasi Lilin Singgalang 2019,” kata dia.

Satake Bayu menjelaskan, pada operasi itu dikerahkan personel gabungan sebanyak 6.055. Rinciannya, personel Polri 3.405, kemudian personel TNI dan instansi samping 2.650.

“Selain itu juga dibentuk sebanyak 66 posko, yakni 40 pos pengamanan, 25 pos pelayanan, dan 1 pos terpadu. Personel tersebut ditempatkan di posko-posko yang telah disediakan. Personel yang bertugas harus meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya. (Irwanda/HM)

Baca Juga

Kasus Bom Rakitan Siswa MAN 3 Padang, Waka Polda Sumbar: Anak Ini Juga Korban
Kasus Bom Rakitan Siswa MAN 3 Padang, Waka Polda Sumbar: Anak Ini Juga Korban
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin. [foto: Irwanda Saputra]
Wakapolda Sumbar: Negara akan Dampingi Warga Agam Korban Penyekapan di Myanmar
Status Hukum Siswa MAN 3 Padang yang Ledakan Bom di Sekolah Belum Ditetapkan
Status Hukum Siswa MAN 3 Padang yang Ledakan Bom di Sekolah Belum Ditetapkan
Irjen Djati Wiyoto. (Foto: Humas Polda Kaltara)
Kapolda Sumbar Ancam Pecat Anggotanya yang Terlibat Narkoba: Tidak Ada Toleransi! 
Hasil Ungkap Kasus Sebulan, Polda Sumbar Musnahkan 9 Kg Sabu dan 60 Kg Ganja
Hasil Ungkap Kasus Sebulan, Polda Sumbar Musnahkan 9 Kg Sabu dan 60 Kg Ganja
12 Saksi Diperiksa dalam Kasus Ledakan Bom MAN 3 Padang
12 Saksi Diperiksa dalam Kasus Ledakan Bom MAN 3 Padang