Polisi Duga Perampok Guru MAN 1 Padang Pariaman dalam Travel Berjumlah 4 Orang

Oknum ASN di Agam Terlibat Kasus Penggelapan Mobil Diringkus Polisi, musafir

Ilustrasi (Foto: Free-Photos / pixabay.com)

Langgam.id – Polisi masih berupaya untuk mengungkap kasus perampokan dan penganiayaan bermodus mobil travel terhadap seorang guru di MAN 1 Padang Pariaman bernama Nurlela. Penyelidikan masih terus berjalan dan Polisi telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.

“Kami masih mencari bukti dan mengumpulkan keterangan. Saksi sudah ada empat orang kami minta keterangan, termasuk korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Koto Tangah, Ipda Mardianto Padang dihubungi langgam.id, Jumat (5/2/2021).

Mardianto menyebutkan, para saksi merupakan warga di sekitar lokasi korban diturunkan dari mobil oleh pelaku. Diketahui saat itu korban diturunkan paksa di kawasan By Pass Anak Air.

“Saksi kami ambil dari warga yang berada di lokasi terkahir korban diturunkan pelaku dari mobil,” jelasnya.

Hasil penyelidikan sementara, kata Mardianto, kuat dugaan semua orang yang ada di dalam minibus terlibat dalam aksi perampokan dan penganiayaan tersebut. Saat kejadian, terdapat empat orang yang ada dalam mobil tersebut.

“Karena mereka satu mobil, artinya mengetahui semua kejadian itu. Sesuai keterangan korban ada tiga laki-laki dan satu perempuan (dalam mobil),” katanya.

Baca juga: Soal Perampokan Bermodus Travel, DPRD Sumbar Desak Dishub dan Polisi Bertindak

Sebelumnya, korban yang merupakan guru mata pelajaran Alquran dan Hadis itu hendak berangkat menuju sekolah dari Kota Padang, Selasa (2/2/2021). Seperti biasa, korban menaiki moda transportasi darat travel.

“Cerita yang kami dapat dari beliau, beliau kan berangkat setiap pagi dari Padang sekitar pukul 06.00 WIB. Menunggu mobil di sekitar kawasan Simpang Pasir Jambak,” kata Kepala MAN 1 Padang Pariaman, Amrizon.

Kemudian, kata dia, datang minibus Avanza berwarna silver yang diyakini korban sebagai travel. Hal ini diperkuat dengan adanya dua penumpang lainnya.

“Terus naik travel, travel tidak biasanya. Setelah masuk mobil, di dalam ada wanita yang berhijab. Ada bertiga di dalam, satu sopir, satu penumpang wanita dan satu penumpang pria di belakang,” jelasnya.

Namun setelah korban masuk ke dalam mobil, ternyata terdapat satu penumpang pria lainnya yang bersembunyi di kursi belakang. Pada saat itulah terjadi penyekapan hingga berujung penganiayaan.

Sejumlah harta benda korban yang hilang di antaranya uang tunai, handphone, cincin emas hingga pengurusan isi tabungan. Untuk saat ini korban diistirahatkan pihak sekolah untuk pemulihan luka maupun trauma. (Irwanda/ABW)

Baca Juga

Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Senin (3/8/2026)
Banjir Kota Padang, Wagub Vako: 1.488 KK Terdampak, 1.377 Warga Sempat Mengungsi
Walikota Padang, Fadly Amran.
Fadly Amran Tinjau Pembersihan Lumpur Sisa Banjir SMPN 41, Targetkan Proses Belajar Kembali Normal
Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).
Cerita Kepsek SMPN 41 Pantau CCTV Saat Banjir Rendam Gedung Sekolah
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan
2.033 Warga Padang Terdampak Banjir Dievakuasi
2.033 Warga Padang Terdampak Banjir Dievakuasi