Polisi Dalami Ciri-ciri Pelaku Pelecehan Seksual yang Terekam CCTV di Padang

Korban pelecehan seksual melapor ke polisi. (Foto/Irwanda)

Korban pelecehan seksual melapor ke polisi. (Foto/Irwanda)

Langgam.id – Polisi menindaklanjuti kasus pelecehan seksual yang dialami seorang perempuan yang membawa balita dengan kereta dorong. Pelecehan seksual yang terekam CCTV ini terjadi kawasan Komplek Cluster Griya Utama Gadut, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).

Kapolsek Lubuk Kilangan Kompol Zulkafde mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait identitas pelaku. Sementara korban, telah membuat laporan atas tindakan pelecehan seksual tersebut.

“Memang informasi (pelecehan seksual) viral di media sosial. Sekarang kami tindaklanjuti laporan korban ini,” kata Zulkafde di Polsek Lubuk Kilangan, Kamis (13/8/2020).

Baca juga: Korban Pelecehan Terekam CCTV di Padang Lapor Polisi

Dia menyebut pihaknya melakukan penyelidikan terkait pelaku yang terekam CCTV. Begitupun, meminta keterangan korban untuk lebih detail menyampaikan ciri-ciri pelaku.

“Jadi untuk pelaku masih lidik dulu. Laporan kami terima dan periksa korban dulu,” ujarnya.

Sebelumnya, korban yang didampingi majikannya mendatangi ke Polsek Lubuk Kilangan sekitar pukul 14.30 WIB. Dengan laporan itu, korban berharap pelaku dapat segera ditangkap.

Baca juga: Pelecehan Seksual di Padang Terekam CCTV, Korban Sedang Asuh Balita

Korban berusia 18 tahun, seorang asisten rumah tangga. Saat kejadian, korban sedang membawa anak majikannya jalan-jalan di sekitar kompleks.

Pelaku ketika itu mengendarai sepeda motor dan mendekat serta sempat berhenti di samping korban. Namun, korban tak acuh dan tetap berjalan sambil mendorong balita.

Dari rekaman CCTV, terlihat jarak sekitar satu sampai dua meter si pelaku berhenti dan turun dari sepeda motornya. Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu mengejar korban.

“Dari belakang dia (pelaku) berhenti, lalu langsung ngejar. Saya dipeluk, habis itu seperti itulah kejadiannya,” kata korban.

Setelah melakukan tindakan pelecehan, kata dia, pelaku kabur melarikan diri. Korban sempat akan melempari pelaku dengan batu, namun niat tersebut diurungkannya karena takut mengenai orang.

“Sebelumnya tidak pernah melihat wajah pelaku. Baru kali ini. Saya sempat teriak,” tuturnya. (Irwanda/ABW)

Baca Juga

Pemerintah Kota Padang mengajukan pengadaan 1.540 unit tablet Android senilai Rp3 miliar dalam APBD Kota Padang 2026. Ilustrasi Canva
Pemko Padang Anggarkan Rp3 Miliar Lebih Beli 1.500 Tablet Android
Revitalisasi Pasar Raya Padang, Relokasi Pedagang Ditargetkan hanya Sampai September
Revitalisasi Pasar Raya Padang, Relokasi Pedagang Ditargetkan hanya Sampai September
Lokasi sementara untuk pedagang terdampak revitalisasi Pasar Raya. Fajar
Revitalisasi Pasar Raya, Pemko Sediakan Area Sementara untuk Pedagang
Revitalisasi Pasar Raya Dimulai, Pemko Relokasi Pedagang Terdampak
Revitalisasi Pasar Raya Dimulai, Pemko Relokasi Pedagang Terdampak
Orang tua murid pendaftaran online SPMB mendatangi Kantor Disdikbud Kota Padang.(Langgam.id/Buliza Rahmat)
Website SPMB Tidak Bisa Diakses, Orang Tua Murid Geruduk Disdikbud Padang 
Pemko Padang alokasikan anggaran Rp309 juta untuk papan karangan bunga.
Anggaran Karangan Bunga Pemko Padang Capai Rp300 Juta