Pesona Film Hollywood di Kalangan Masyarakat Indonesia

Pesona Film Hollywood di Kalangan Masyarakat Indonesia

Hollywood. (Foto: the hollywood reporter)

Langgam.id - Industri film Amerika Serikat telah lama menjadi sorotan utama dunia. Dengan segala kecanggihan dan ketenarannya, telah lama menjadi bintang utama dalam dunia hiburan. Dari jajaran film blockbuster hingga karya-karya berkelas festival, Hollywood adalah rumah bagi berbagai jenis produksi yang telah menarik perhatian penonton di seluruh dunia. Namun, bagaimana pandangan masyarakat Indonesia terhadap kualitas dan kepopuleran film Amerika?

Tidak dapat dipungkiri bahwa Amerika Serikat memiliki sejarah panjang dalam dunia perfilman. Studio-studio terkenal seperti Universal, Warner Bros, dan Paramount telah mendominasi industri ini selama beberapa dekade. Film-film Hollywood seperti "Avatar" atau "Dr. Strange" diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara.

Film-film Hollywood secara konsisten memasuki pasar Indonesia dan meraih kesuksesan komersial. Heni Ismianingsih, seorang penikmat film berbagi pandangannya, "Menurut saya, film Amerika sangat populer di Indonesia karena kualitas produksinya yang tinggi dan akting dari para aktor yang memukau. Kebanyakan film Hollywood diperankan oleh aktor yang sudah profesional dan berpengalaman." katanya.

Keberagaman genre film Amerika Serikat juga menjadi salah satu daya tarik utama. Dari action hingga fiksi ilmiah, Hollywood memiliki semua yang diinginkan penonton. Itu bisa menjadi pilihan ketika ingin menonton sesuatu yang berbeda disaat senggang.

Film Hollywood biasanya mengikutsertakan aktor atau latar belakang dari negara tertentu dalam proses pembuatan filmnya atau bahkan memakai sumber daya dari negara tersebut untuk menarik lebih banyak penggemar film-film Hollywood. Sebut saja Mortal Combat yang diperankan oleh aktor Indonesia Joe Taslim, kemudian film Anacondas: The Hunt of Blood Orchid yang mengambil latar belakang di hutan Kalimantan, dan masih banyak lagi.

Minat masyarakat Indonesia terhadap industri film Amerika Serikat masih kuat. Berkat kualitas produksi yang tinggi, beragamnya genre, dan jajaran bintang terkenal, ditambah dengan visual yang menarik. Hollywood tetap menjadi daya tarik utama di dunia perfilman. Meskipun film-film Hollywood masih dan terus bersinar, masyarakat Indonesia juga semakin menghargai dan mulai tertarik terhadap film-film lokal dan produksi internasional lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa keragaman selalu menjadi kunci dalam dunia hiburan.

Namun, seiring berjalannya waktu, film Amerika juga menghadapi persaingan sengit dari industri film lokal dan internasional. Twissylia Filarica, seorang mahasiswi sastra inggris, mengatakan, "Meskipun saya menyukai film-film Hollywood, saya juga menyukai film-film buatan dalam negeri dan karya dari berbagai negara, drama korea misalnya. Saya menyukai hal yang baru dari apa yang sudah saya dapatkan dari film Hollywood."

Popularitas film Amerika di Indonesia mempunyai dampak positif dan negatif. Hal positifnya adalah film Amerika dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif untuk memahami budaya, bahasa, dan masyarakat Amerika itu sendiri. Mereka juga dapat mendorong masyarakat untuk mengembangkan minat terhadap Bahasa Inggris dan sastra.

Film Amerika juga memiliki dampak besar pada budaya Indonesia. Menurut Devabel Jauza, seorang mahasiswi Sastra Inggris Universitas Andalas, "Film-film Hollywood seringkali membawa aspek-aspek budaya Amerika ke dalam budaya kita. Contohnya bisa mempengaruhi tren musik, fashion, dan bahkan lifestyle."

Heni Ismianingsih menambahkan, “Saya menyukai dan mulai menonton film Hollywood sejak dibangku SMP, alhasil saya bisa sedikit banyak menguasai kosa kata bahasa inggris. Tidak sulit bagi saya untuk menamatkan 4 judul film di waktu senggang, karena saya menikmati setiap film yang saya tonton”.

Namun, ada juga dampak negatif yang perlu diwaspadai. Ketergantungan yang berlebihan terhadap film-film Amerika dapat menyebabkan kurangnya apresiasi terhadap film-film dari budaya lain, terutama film-film Indonesia yang memiliki nilai budaya dan seni yang besar. Selain itu, film-film Hollywood juga dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap Amerika dan dunia secara umum, sehingga dapat menciptakan stereotip atau pemahaman yang dangkal.

"Kita perlu untuk terbuka terhadap berbagai jenis film, karena bisa jadi dari film-film yang berlatar belakang berbeda dapat menginspirasi, menghibur, dan mengajarkan banyak hal baru kepada kita daripada hanya menonton film yang itu-itu saja," kataTwissylia Fillarica.

Selain itu, karena kebijakan tiap negara hampir sama dalam aturan pembuatan film yaitu , tidak menyangkut isu politik, tidak menjelekan identitas negara tersebut, film sudah bisa masuk bioskop dengan mudah, apalagi film Hollywood yang gencar melakukan promosi di berbagai platform digital. (Azmil Asyiah Nadhifa)

Tag:

Baca Juga

Menyorot Fenomena Korean Wave di Indonesia
Menyorot Fenomena Korean Wave di Indonesia
Kecelakaan Tunggal di Malalak, Kapolda Sumbar Minta Sopir Bus ALS Serahkan Diri
Kecelakaan Tunggal di Malalak, Kapolda Sumbar Minta Sopir Bus ALS Serahkan Diri
Halal Bihalal Bersama Anak Panti Asuhan, Ketua LK2S Ny. Genny Apresiasi DWP Dinsos Padang
Halal Bihalal Bersama Anak Panti Asuhan, Ketua LK2S Ny. Genny Apresiasi DWP Dinsos Padang
Jabatan Gusti Chandra sebagai Direktur Kredit dan Syariah merangkap tugas Pjs Direktur Utama (Dirut) dan seluruh Direksi Bank Nagari,
Bank Nagari Klaim Selama Libur Lebaran Layanan Perbankan Berjalan Baik dan Lancar
Amazing Grace Production dan Yayasan Rumah Film Indonesia (YARFI) bekerja sama dengan BNN RI sedang mempromosikan film baru
Film Start Up Never Give Up Segera Tayang di Bioskop, Ricky Yanuarfi: Mantan Pecandu Berpeluang Sukses
Inspeksi Pascalebaran, Bupati Dharmasraya Temukan Kendaraan Dinas Tak Layak Jalan
Inspeksi Pascalebaran, Bupati Dharmasraya Temukan Kendaraan Dinas Tak Layak Jalan