Pertemuan Forum Wakil Rektor di UNAND, Bidik Hilirisasi dan Hasilkan Produk Kolaborasi

Langgam.id — Perguruan tinggi yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat didorong tidak hanya menghasilkan riset, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antarkampus, forum ini menargetkan lahirnya produk bersama yang dapat dihilirisasikan dan dimanfaatkan secara luas.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama BKS PTN Wilayah Barat yang digelar di Kampus Limau Manis, Universitas Andalas (UNAND), Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini mengangkat tema praktik baik kerja sama dan hilirisasi riset perguruan tinggi.

Rektor UNAND yang diwakili Wakil Rektor I, Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng., mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut. Menurutnya, pertemuan para wakil rektor bidang kerja sama menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi yang berdampak.

Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama BKS PTN Wilayah Barat, Prof. Dr. Revis Asra, mengatakan forum ini diharapkan mampu melahirkan produk kolaboratif dari 39 perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam BKS PTN Barat.

“Kami berharap ada satu produk hasil kolaborasi perguruan tinggi negeri wilayah barat yang benar-benar lahir dari kerja sama bersama dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Revis, konsep universitas berdampak kini menjadi arah pengembangan perguruan tinggi. Karena itu, hasil riset tidak boleh berhenti di laboratorium atau publikasi ilmiah, melainkan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

Ia mencontohkan UNAND yang telah menghasilkan berbagai inovasi yang dimanfaatkan masyarakat, bahkan sebagian telah masuk ke katalog elektronik pemerintah. Di sisi lain, sejumlah perguruan tinggi lain juga memiliki produk unggulan yang berpotensi dikembangkan bersama.

“Hilirisasi riset harus terus diperkuat. Di Universitas Syiah Kuala ada produk minyak nilam, di UNAND ada pengembangan gambir. Potensi seperti ini perlu dikolaborasikan agar memberi dampak yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UNAND, Prof. Henmaidi, mengatakan forum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang berbagi praktik baik antarperguruan tinggi dalam membangun kerja sama dan mempercepat hilirisasi hasil riset.

Menurutnya, UNAND juga menampilkan sejumlah inovasi bidang kesehatan yang telah dikembangkan peneliti kampus, di antaranya alat diagnostik untuk malaria, kanker serviks, tifus, hingga rapid test berbagai penyakit.

“Kami ingin melalui forum ini setiap perguruan tinggi saling mengenalkan produk riset yang dimiliki sehingga dapat dipromosikan dan dimanfaatkan di berbagai daerah,” ujarnya.

Ia menilai promosi hasil riset antaranggota BKS PTN Barat menjadi langkah penting agar inovasi kampus tidak hanya dikenal di lingkungan akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan pemerintah, industri, dan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama BKS PTN Barat, Arif Rohman, menegaskan forum tersebut akan terus diperkuat sebagai wadah membangun kolaborasi yang lebih luas, terutama pada bidang riset dan inovasi.

Menurutnya, sinergi antarkampus menjadi kunci agar hasil penelitian dapat dihilirisasikan secara lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan.

Forum tersebut juga menghadirkan Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Yos Sunitiyoso, yang memaparkan arah kebijakan nasional mengenai hilirisasi riset dan penguatan ekosistem inovasi perguruan tinggi.

Selain itu, peserta memperoleh berbagai praktik baik dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Padang (UNP), Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi UNAND, serta PT Crown Teknologi Indonesia mengenai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam mengembangkan hasil riset menjadi produk yang siap dimanfaatkan masyarakat.

Melalui forum ini, BKS PTN Wilayah Barat berharap kolaborasi antarperguruan tinggi tidak lagi sebatas kerja sama pendidikan, penelitian, maupun kuliah kerja nyata, tetapi juga mampu melahirkan produk inovasi bersama yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi Indonesia. (HER)

Tag:

Baca Juga

Sepanjang 2024, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar mengagendakan pemeriksaan saksi korupsi UIN Padang.
Pakar Hukum Pidana Sentil Kejati Sumbar Soal Tes Urine Mahasiswa: Atas Dasar Apa? 
Mahasiswa Magister Proteksi Tanaman UNAND Dalami Riset Pengendalian Hayati di Gifu University Jepang
Mahasiswa Magister Proteksi Tanaman UNAND Dalami Riset Pengendalian Hayati di Gifu University Jepang
Ikuti Program Akademik di Jepang, Mahasiswa UNAND Kembangkan Prototipe Diagnostik Pita Suara Berbasis AI
Ikuti Program Akademik di Jepang, Mahasiswa UNAND Kembangkan Prototipe Diagnostik Pita Suara Berbasis AI
HUT ke-50 KOMMA FP-UA Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi Pecinta Alam Hadapi Krisis Ekologis di Sumbar
HUT ke-50 KOMMA FP-UA Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi Pecinta Alam Hadapi Krisis Ekologis di Sumbar
Riset di Padang dan Nairobi, Kenya, UNAND Kembangkan Konsep Kewirausahaan Berbasis Iman
Riset di Padang dan Nairobi, Kenya, UNAND Kembangkan Konsep Kewirausahaan Berbasis Iman
Hilang Sejak November 2025, UNAND Komit Dampingi Keluarga Cari Keberadaan Ryan Alghifary
Hilang Sejak November 2025, UNAND Komit Dampingi Keluarga Cari Keberadaan Ryan Alghifary