Pertamina Tambah Kuota Penyaluran BBM Subsidi di Sumbar: Biosolar Naik 10 Persen, Pertalite 5 Persen

Pertamina Tambah Kuota Penyaluran BBM Subsidi di Sumbar: Biosolar Naik 10 Persen, Pertalite 5 Persen

Pelangan mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Ampang. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)

Langgam.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menambah penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Sumatera Barat sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penyaluran Biosolar ditingkatkan sekitar 10 persen, sedangkan Pertalite ditambah sekitar 5 persen dibandingkan penyaluran normal.

“Penambahan penyaluran ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi,” ujar Fahrougi, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, kepadatan kendaraan yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Barat bukan disebabkan oleh pengurangan kuota ataupun gangguan pasokan BBM, melainkan meningkatnya konsumsi, terutama untuk Biosolar dan Pertalite.

Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya aktivitas pengisian kendaraan angkutan barang, logistik, maupun kendaraan masyarakat di sejumlah SPBU, sehingga memicu antrean pada jam-jam tertentu.

Selain itu, kepadatan juga dipengaruhi adanya jeda waktu antara habisnya stok di SPBU dengan kedatangan mobil tangki yang membawa pasokan berikutnya.

“Situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika operasional distribusi BBM di lapangan,” katanya.

Fahrougi memastikan stok BBM di terminal dalam kondisi aman dan distribusi ke seluruh SPBU di Sumatera Barat tetap berlangsung setiap hari.

“Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh gangguan pasokan maupun pengurangan kuota BBM. Stok BBM di terminal dalam kondisi aman dan pengiriman ke SPBU tetap dilakukan setiap hari,” tegasnya.

Untuk mendukung penambahan penyaluran tersebut, Pertamina mengoptimalkan distribusi dari terminal BBM, memaksimalkan armada mobil tangki, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh lembaga penyalur agar pasokan segera diterima SPBU.

Terkait informasi mengenai penyaluran Pertalite bagi nelayan di wilayah Padang Pariaman, Pertamina menyatakan masih melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan SPBU serta pihak terkait untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Setiap informasi yang diterima akan kami tindak lanjuti untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap berjalan sesuai ketentuan, termasuk bagi nelayan yang telah memiliki surat rekomendasi sesuai peraturan yang berlaku,” tutup Fahrougi. (HER)

Tag:

Baca Juga

Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui DPRD, Mahyeldi: Masukan Jadi Evaluasi Tata Kelola
Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui DPRD, Mahyeldi: Masukan Jadi Evaluasi Tata Kelola
Suami Meninggal di Huntara, Nurmaini Kini Menanti Kepastian Huntap di Usia Senja
Suami Meninggal di Huntara, Nurmaini Kini Menanti Kepastian Huntap di Usia Senja
Pelatih Semen Padang Fc Nil Maizar
Spanyol Juarai Piala Dunia 2026, Nil Maizar: Messi Benar-benar Dikunci
Korban Bencana di Huntara Kapalo Kota Padang Pertanyakan Kepastian Huntap
Korban Bencana di Huntara Kapalo Kota Padang Pertanyakan Kepastian Huntap
Tahapan Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Sumbar Periode 2026–2031 Dimulai, Ini Jadwal Lengkapnya
Tahapan Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Sumbar Periode 2026–2031 Dimulai, Ini Jadwal Lengkapnya
Pemprov Sumbar Buka Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Periode 2026–2031
Pemprov Sumbar Buka Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Periode 2026–2031