September 2026: Harga Cabai jadi Pendorong, Inflasi Sumbar Capai 3,50 Persen

September 2026: Harga Cabai jadi Pendorong, Inflasi Sumbar Capai 3,50 Persen

Cabai merah. (Foto: Diskominfo Padang Panjang)

Langgam.id – Inflasi Sumatera Barat pada September 2026 mencapai 3,50 persen secara tahunan (year on year/y-on-y). Secara bulanan (month to month/m-to-m), Sumbar mengalami inflasi 0,60 persen, dengan kenaikan harga cabai merah menjadi salah satu komoditas yang paling besar mendorong inflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Nurul Hasanudin mengatakan, inflasi y-on-y tersebut terjadi karena kenaikan harga pada seluruh 11 kelompok pengeluaran.

“Pada September 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sumatera Barat sebesar 3,50 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,47,” kata Nurul berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Sumbar, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, secara bulanan inflasi Sumbar pada September 2026 mencapai 0,60 persen. Sementara itu, inflasi secara tahun berjalan (year to date/y-to-d) tercatat sebesar 1,83 persen.

Untuk inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan inflasi 4,06 persen dan memberikan andil 1,38 persen terhadap inflasi Sumbar.

Komoditas yang dominan mendorong inflasi tahunan dari kelompok tersebut antara lain daging ayam ras, beras, minyak goreng dan sejumlah komoditas ikan.

Namun, pada pergerakan harga secara bulanan, cabai merah menjadi komoditas yang paling besar memberikan andil terhadap inflasi September.

“Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi m-to-m antara lain cabai merah, daging ayam ras, beras, cabai hijau, ikan cakalang atau ikan sisik dan bawang merah,” jelasnya.

Cabai merah memberikan andil sebesar 0,47 persen terhadap inflasi bulanan Sumbar. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan komoditas lain yang menjadi pendorong inflasi pada September.

Meski demikian, tidak semua komoditas pangan mengalami kenaikan. Sejumlah komoditas justru memberikan andil terhadap deflasi, seperti cabai rawit, jengkol, kentang, tomat, buncis, wortel dan daun seledri.

Dari sisi tahunan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi, yakni 7,47 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi 5,67 persen, disusul transportasi sebesar 4,66 persen.

Sementara kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi 4,06 persen dan memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan Sumbar sebesar 1,38 persen.

Nurul menyebutkan, dari empat wilayah yang menjadi cakupan penghitungan IHK di Sumbar, seluruhnya mengalami inflasi secara tahunan.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Dharmasraya sebesar 4,42 persen, disusul Pasaman Barat 3,56 persen, Kota Bukittinggi 3,43 persen dan Kota Padang 3,33 persen.

Secara bulanan, Pasaman Barat mencatat inflasi tertinggi sebesar 1,11 persen, disusul Dharmasraya 1,03 persen, Bukittinggi 0,98 persen dan Padang 0,33 persen.

Dengan perkembangan tersebut, BPS mencatat inflasi Sumbar hingga September 2026 masih berada pada level 1,83 persen secara tahun berjalan.

Nurul mengatakan, perkembangan harga berbagai komoditas pada September menunjukkan adanya kenaikan, terutama pada sejumlah komoditas pangan yang berpengaruh terhadap inflasi bulanan.

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada September 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan,” ujarnya. (HER)

Baca Juga

Laju Inflasi di Sumbar Stabil Selama Pandemi Corona
Juli 2026: BPS Catat Inflasi Sumbar 4,12 Persen
BI Sebut Inflasi Sumbar Masih dalam Rentang Sasaran Target Nasional, 2,5 Plus Minus 1 Persen
BI Sebut Inflasi Sumbar Masih dalam Rentang Sasaran Target Nasional, 2,5 Plus Minus 1 Persen
evaluasi-distribusi-bbm-subsidi-wagub-sumbar-lebih-tepat-sasaran
Inflasi Sumbar Juni 2026 Melonjak Jadi 4,70 Persen, Didorong Kenaikan Harga BBM dan Cabai Merah
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi Sumatra Barat (Sumbar) tercatat 0,57 persen secara bulanan pada November 2023.
Inflasi Mei Menguat, BI Sumbar Yakin Tahun Ini Terkendali di Rentang 2,5 Plus Minus 1 Persen
Dipicu Kenaikan Harga Emas dan Daging Ayam, Inflasi Sumbar April Capai 1,97 Persen
Dipicu Kenaikan Harga Emas dan Daging Ayam, Inflasi Sumbar April Capai 1,97 Persen
Lonjakan harga komoditas pangan seperti bawang merah dan daging ayam mempengaruhi kenaikan inflasi Sumatra Barat (Sumbar) pada Oktober 2024.
Bawang Merah hingga Emas Perhiasan Penyumbang Inflasi Sumbar Oktober 2024