Perkuat Media Lokal, Tempo Kembangkan Platform Teras.id

Langgam.id- Tempo Media Group mengembangkan platform berita daerah Teras.id, untuk memperkuat media lokal di Indonesia.

Ada sekitar 30 media lokal yang berkolaborasi dengan Teras.id lewat Program Independent Media Accelerator (IMA) 2.0. Salah satunya media lokal dari Sumatra Barat, Langgam.id.

Program IMA 2.0. ini diselenggarakan Tempo, Tempo Institute, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan mendapat dukungan penuh dari The International Fund for Public Interest Media (IFPIM).

CEO Tempo Digital Wahyu Dhyatmika mengatakan, perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah media massa hari ini. Ruang untuk mendapatkan informasi semakin meluas dan bisa diakses tanpa mengenal batas dan waktu.

“Publik pun semakin dimudahkan dengan kehadiran berbagai platform digital yang menawarkan beragam berita dan informasi,” ujar Wahyu yang juga Ketua Umum AMSI. . 

Kata dia, Teras.id yang hadir untuk memberikan perspektif baru bagi publik dan media lokal, membawa semangat kolaborasi dalam memperkuat jurnalisme lokal yang independen dan berkualitas.

Independensi akan membuat media menjadi lebih leluasa dalam menjalani tugas-tugas jurnalisme, yang secara tidak langsung mendorong menghasilkan karya berkualitas dan lepas dari intervensi pihak lain.

Sehingga, pembaca tidak hanya mendapatkan informasi daerah yang eksklusif, beragam, dan menarik, tapi juga berita yang jernih dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Kami percaya media daerah mempunyai peran penting dan strategis. Karena itu Teras hadir untuk menjadi wadah atau ruang berjejaring bagi media lokal (mitra) yang bergabung,” ujarnya.

Selain memperkuat kualitas jurnalisme, program ini juga akan mengembangkan model bisnis untuk keberlanjutan media massa.

“Kami bekerja sama dengan media lokal mengembangkan model bisnis berlangganan agar publik bisa berpartisipasi aktif memperkuat jurnalisme di daerah,” ujarnya

Model bisnis berlangganan merupakan salah satu ikhtiar Teras bersama media lokal dalam rangka mencari sumber pendapatan baru. Sehingga diharapkan media daerah bisa tumbuh dan menjadi lebih independen.

“Kami ingin dalam jangka panjang media daerah bisa memiliki alternatif pendapatan melalui sistem berlangganan,” ujarnya

Tahap awal program ini, sebanyak 14 media daerah yang masuk dalam gelombang pertama sudah mengikuti pelatihan di Jakarta. Saat ini awak redaksi atau jurnalis dari 14 media sedang meliput berbagai peristiwa penting yang terjadi di berbagai daerah.

CEO Langgam Andri El Faruqi mengatakan, kolaborasi ini memperkuat media lokal untuk menjaga independensi dan kualitas jurnalisme. 

“Program ini amat penting, karena kita juga dibantu dalam mengembangkan model bisnis berlangganan yang relevan di era digital yang terus berubah,” ujarnya.

Ia mengatakan, media daerah berperan dalam menyajikan informasi yang jauh dari jangkauan dan akses media arus utama yang berbasis di Jakarta dan kota besar lainnya.

Baca Juga

Banjir Landa Batang Agam Usai Hujan Deras, Puluhan Warga Mengungsi
Banjir Landa Batang Agam Usai Hujan Deras, Puluhan Warga Mengungsi
Viral Kopdes Merah Putih di Ngarai Sianok, Dandim Klaim Aman Banjir
Viral Kopdes Merah Putih di Ngarai Sianok, Dandim Klaim Aman Banjir
Walhi Sumbar memberikan rapor merah kepada mantan Kapolda Sumbar sebelumnya, Irjen Pol. Gatot lantaran tidak tegas memberantas tambang ilegal
Walhi Beri Eks Kapolda Gatot Rapor Merah: Tambang Ilegal di Sumbar Kian Subur
Dijadwalkan Hari Ini, Sertijab Kapolda Sumbar Mendadak Ditunda
Dijadwalkan Hari Ini, Sertijab Kapolda Sumbar Mendadak Ditunda
Kapolda Sumbar, Komjen Pol Gatot Tri Suryanta
Kenaikan Harta Kekayaan Kapolda Sumbar Gatot, Mahasiswa Minta KPK-PPATK Turun Tangan
Antrean Panjang Kendaraan Pengisi Solar  di SPBU Ampang, Capai 500 Meter
Antrean Panjang Kendaraan Pengisi Solar di SPBU Ampang, Capai 500 Meter