Perjalanan KA Sibinuang dari Padang Terganggu Gara-gara Seekor Sapi

Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan membeberkan sejumlah pembangunan perkeretaapian di 2024. Dua di antara di Sumbar.

Gerbang Stasiun Kereta Api, Simpang Haru, Kota Padang (Foto: Dok. Diskominfo Kota Padang)

Langgam.id – Seekor sapi meganggu perjalanan kereta api lokal Sibinuang di kawasan Gantiang, Lubuk Buaya, Koto Tangah Kota Padang, Sabtu (2/1/2020) sore.

Berdasarkan rekaman video dari akun @infopadang, tampak seekor sapi berwarna hitam berada di atas rel dan di bawah salah satu gerbong kereta api yang telah berhenti. Sejumlah masyarakat tampak menyaksikan itu di sekitar lokasi.

“Seekor sapi terlindas kereta api, di perlintasan kawasan Ganting, Lubuk Buaya. Akibatnya perjalanan kereta api dari Padang menuju Pariaman sempat terhenti,” tulis akun tersebut.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatra Barat (Sumbar), Ujang Rusen Permana membenarkan peristiwa tersebut. Peristiwa terjadi saat kereta berada diantara Stasiun Tabing Padang dan Stasiun Duku Padang Pariaman.

“Berdasarkan laporan Masinis, sapi menempel KA Lokal Sibinuang di kilometer antara Stasiun Tabing dan Stasiun Duku. Peristiwa menyebabkan gangguan pada lokomotif sehingga kereta mengalami keterlambatan,” ujarnya.

Menurutnya, petugas hanya fokus pada pelayanan operasional kereta api. Terkait dengan benda, termasuk hewan yang berada di jalur kereta, secara aturan tidak diperbolehkan karena membahayakan perjalanan kereta api.

“Kalau secara regulasi, istilahnya sapi yang menabrak kereta,” katanya.

Dijelaskannya berdasarkan pasal 181 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (“UU Perkeretaapian”) dijelaskan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api. (Rahmad/ABW)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre