Perbaikan Irigasi Batang Sianok Agam Dialokasikan Rp3 Miliar

Bantu Infrastruktur Pertanian, 5 Kabupaten di Sumbar Ini Masuk Program Irigasi Terpadu

Ilustrasi pembangunan irigasi. (Foto: Dok. Langgam.id)

Langgam.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk rehabilitasi jaringan Irigasi Batang Sianok di Kabupaten Agam. Perbaikan tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk mendukung peningkatan infrastruktur sumber daya air di Sumatera Barat.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar, Rifda Suriani, mengatakan rehabilitasi Irigasi Batang Sianok memiliki panjang penanganan sekitar 1.628,01 meter.

“Irigasi Batang Sianok di Kabupaten Agam mendapatkan alokasi Rp3 miliar dengan panjang penanganan 1.628,01 meter,” ujar Rifda dikutip, Rabu (12/8/2026).

Menurut Rifda, rehabilitasi Irigasi Batang Sianok merupakan salah satu dari sejumlah kegiatan bidang irigasi yang dibiayai melalui tambahan TKD. Secara keseluruhan, Pemprov Sumbar mengalokasikan sekitar Rp49,60 miliar untuk kegiatan di bidang tersebut.

Anggaran itu terdiri atas Rp41,52 miliar untuk rehabilitasi jaringan irigasi permukaan, Rp7,95 miliar untuk rehabilitasi bendung irigasi, serta Rp125 juta untuk penyusunan rencana teknis dan dokumen lingkungan hidup untuk konstruksi irigasi dan rawa.

Selain Irigasi Batang Sianok, rehabilitasi jaringan irigasi juga menyasar sejumlah daerah lainnya. Di antaranya Irigasi Ladang Laweh di Kabupaten Padang Pariaman dengan alokasi Rp3,5 miliar dan panjang penanganan 1.919,47 meter, serta Irigasi Bandar Panjang Salayo di Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan alokasi Rp5 miliar dan panjang penanganan 2.765,42 meter.

Sejumlah jaringan irigasi lainnya juga menjadi sasaran rehabilitasi di Kabupaten Tanah Datar, Agam, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Solok Selatan, Pesisir Selatan, dan daerah lainnya.

Rifda mengatakan rehabilitasi jaringan irigasi diperlukan untuk menjaga keberlanjutan fungsi pengairan, terutama dalam mendukung kebutuhan pertanian dan aktivitas masyarakat.

“Intinya, anggaran ini kita arahkan untuk mendukung infrastruktur sumber daya air yang memang dibutuhkan, baik untuk pengendalian dan pengamanan sungai maupun untuk menjaga fungsi jaringan irigasi,” katanya.

Ia menambahkan, rehabilitasi jaringan irigasi dan bendung merupakan bagian dari 75 kegiatan yang mendapat alokasi tambahan TKD sebesar Rp195,10 miliar melalui Dinas SDABK Provinsi Sumbar.

Hingga 5 Agustus 2026, pelaksanaan 75 kegiatan tersebut berada dalam sejumlah tahapan, mulai dari kegiatan yang telah berkontrak, penerbitan SPPBJ, evaluasi pengadaan melalui E-Katalog, kegiatan yang telah tayang di E-Katalog, hingga proses perencanaan.

Pemprov Sumbar memastikan seluruh proses pengadaan dan pelaksanaan kegiatan terus dikawal agar rehabilitasi infrastruktur sumber daya air, termasuk Irigasi Batang Sianok, dapat direalisasikan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(HER)

Tag:

Baca Juga

Pemprov Alokasikan Rp5 Miliar Rehabilitasi Irigasi Bandar Panjang Salayo di Solok
Pemprov Alokasikan Rp5 Miliar Rehabilitasi Irigasi Bandar Panjang Salayo di Solok
Perbaikan Irigasi Ladang Laweh Padang Pariaman Dianggarkan Rp3,5 Miliar
Perbaikan Irigasi Ladang Laweh Padang Pariaman Dianggarkan Rp3,5 Miliar
Bendungan Irigasi Koto Kandis di Pesisir Selatan Mulai Diperbaiki
Bendungan Irigasi Koto Kandis di Pesisir Selatan Mulai Diperbaiki
Harmonisasi Rasionalitas dan Kearifan Lokal dalam Manajemen Sistem Irigasi
Harmonisasi Rasionalitas dan Kearifan Lokal dalam Manajemen Sistem Irigasi
Langgam.id-irigasi
2022, Pemkab Pessel Alokasikan Rp15 Miliar untuk Pengembangan Irigasi
Bantu Pengairan Sawah di Dharmasraya, Saluran Sekunder Jaringan Irigasi Batanghari Dibangun
Bantu Pengairan Sawah di Dharmasraya, Saluran Sekunder Jaringan Irigasi Batanghari Dibangun