Penumpang Bus AKAP Sumbar Menurun Drastis Gara-gara Larangan Mudik

Penumpang Bus AKAP Sumbar Menurun Drastis Gara-gara Larangan Mudik

Bus NPM. (foto: Irwanda/langgam.id)

Langgam.id – Kebijakan pemerintah untuk memutuskan melarang aktivitas mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah membuat perusahaan otobus menjerit, termasuk bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang ada di Sumatra Barat (Sumbar). Dampaknya, jumlah penumpang pun kini mengalami penurunan dratis.

Salah satu perusahaan otobus yang merasakan adalah yang dikelola PT Naiklah Perusahaan Minang (NPM). Perusahaan otobus NPM ini satu dari 15 perusahaan bus AKAP yang ada di Sumbar.

“Dari segi penumpang sudah ada dampaknya. Penumpang saat ini jadi lebih takut mendengar kabar mobil akan disetop di jalur lintas,” kata Pengurus Pool NPM di Padang, Hariando kepada langgam.id, Selasa (27/4/2021).

Hariando mengungkapkan, saat ini calon penumpang banyak hanya sekadar bertanya di loket dari pada membeli tiket. “Calon penumpang dengan kabar larang mudik ini lebih memilih tidak mudik,” jelasnya.

Perusahaan bus NPM biasanya dapat memberangkatkan sebanyak 10 unit armada bus. Keberangkatan itu melalui empat pool yang ada, di antaranya Padang, Bukittinggi, Pariaman dan Payakumbuh.

“Namun sekarang jumlah penumpang saat ini sudah sangat jauh berkurang. Ada penurunan sekitar 60 persen sejak lima hari belakangan,” ujarnya.

Baca juga: Ada Penyekatan di Perbatasan, Gubernur Sumbar Imbau Perantau Tidak Mudik

Seperti diketahui, kebijakan larangan mudik lebaran ini dipercepat jadi 22 April hingga 24 Mei 2021. Polda Sumbar juga menyiapkan 10 pos penyekatan bagi pemudik yang tetap nekat masuk dan keluar ke wilayah Sumbar.

Adapun pos penyekatan itu di antaranya pos sekat Muaro Cubadak, Kecamatan Rao perbatasan dengan Sumatra Utara. Pos sekat Mapattunggul, Kecamatan Mapat Tunggul berbatasan dengan Provinsi Riau. Pos Sekat Provinsi (Kampung Baru, Nagari Bantahan, Kecamatan Rabat).

Kemudian pos sekat Pangkalan berbatasan dengan Provinsi Riau. Pos sekat Silaut, Kecamatan Silaut berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko.

Selanjutnya, pos Sekat Sako, Kecamatan Rahul Tapan berbatasan dengan Provinsi Jambi, Kabupaten kota Madya Sungai Penuh Kerinci. Pos sekat JTO Kamang perbatasan dengan Provinsi Riau.

Berikutnya pos Sekat Simalidu berbatasan dengan Provinsi Jambi. Pos sekat Sungai Rumbai berbatasan dengan Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi.

Terkahir, pos Sekat Provinsi Kubang Gajah Perbatasan dengan Kabupaten Solok Selatan dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Dalam pengamanan ini, setidaknya sekitar 1.300 personel dilibatkan dalam Operasi Ketupat Singgalang 2021. (Irwanda/ABW)

Baca Juga

Banjir bandang merendam pemukiman wawrga di Kota Padang, Jumat (28/11/2025). BPBD
Bencana Picu Inflasi Sumbar Melambung Tinggi
Presiden Prabowo saat meninjau pembangunan Huntara untuk korban banjir di Kabupaten Agam.
Pemerintah Bangun 750 Huntara untuk Korban Banjir Sumbar
Jaime Giraldo pemain baru Semen Padang
Jaime Giraldo Resmi Gabung ke Semen Padang FC
Wali Kota Padang Panjang Lantik 10 Pejabat Eselon II, Zia Ul Fikri Jabat Kepala BPKD
Wali Kota Padang Panjang Lantik 10 Pejabat Eselon II, Zia Ul Fikri Jabat Kepala BPKD
Banjir bandang di Nagari Batang Pisang, Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kabupaten Agam Jumat dini hari (2/1/2026).
Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau, Akses Lubuk Basung–Bukittinggi Terputus
Pelunasan Biaya Haji di Sumbar Tahap 1 Capai 75 Persen
Pelunasan Biaya Haji di Sumbar Tahap 1 Capai 75 Persen