Langgam.id – Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menyebutkan gangguan distribusi air yang terjadi di kawasan Lolong Belanti, merupakan dampak kerusakan infrastruktur pascabencana banjir dan longsor pada akhir November 2025.
Adhie menjelaskan, instalasi pengolahan air (IPA) Gunung Pangilun, hingga kini belum sepenuhnya pulih sehingga proses pengolahan air belum dapat berjalan maksimal.
“Pasca bencana akhir November tahun lalu, keadaan infrastruktur pengolahan air di IPA Gunung Pangilun masih belum kembali normal. Selain itu, debit air yang masuk tidak seperti semula dan kondisinya sangat keruh,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Kata Adhie, kondisi tersebut mengakibatkan distribusi air bersih terganggu. Namun siang Selasa (7/7/2026), aliran air di kawasan Lolong Belanti diklaim sudah mulai mengalir, tapi belum sepenuhnya normal.
Di sejumlah titik, air masih mengalir kecil bahkan belum mengalir sama sekali, terutama pada jam-jam puncak pemakaian.
“Kondisi air di kawasan Lolong Belanti dan sekitarnya saat ini telah mengalir, namun tidak seperti biasanya. Pada beberapa area masih banyak terjadi gangguan seperti air yang kecil hingga tidak mengalir sama sekali. Namun pada malam hari kondisinya kembali berangsur membaik seperti semula,” jelasnya.
Ia menambahkan, gangguan masih sering terjadi pada pagi dan sore hari, karena kapasitas produksi air belum kembali normal akibat kerusakan intake dan IPA Gunung Pangilun.
“Saat ini PDAM bersama pemerintah melalui Hutama Karya sedang melakukan perbaikan di IPA Gunung Pangilun. Pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi ini diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun,” kata dia. (WAN)






