Penipuan Modus Satgas Covid-19 Ternyata Sudah 2 Kali Terjadi di Parupuk Tabing

Penipuan Modus Satgas Covid-19 Ternyata Sudah 2 Kali Terjadi di Parupuk Tabing

Lurah Parupuk Tabing, Buderi Himra. (Foto: Irwanda)

Langgam.id – Peristiwa penipuan yang diduga mengandalkan hipnotis dengan modus menjadi Tim Satgas Covid-19 telah dua kali terjadi di Kelurahan Parupuk Tabing, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Hal ini dibenarkan Lurah Parupuk Tabing, Buderi Himra.

“Kebetulan di Parupuk Tabing kejadian seperti ini udah kedua kalinya. Tapi yang pertama tidak disampaikan ke kami seminggu yang lalu,” kata Buderi saat diwawancarai wartawan di kediaman salah seorang korban, Selasa (10/11/2020) malam.

Peristiwa pertama diketahui dialami seorang warga di Jalan Enggang 1 RT 5 RW 11 dan yang kedua warga Komplek Pilano RT 02 RW 18, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Para korban kehilangan barang berharganya berupa emas.

Buderi mengatakan pasca dua kali penipuan dengan modus Tim Satgas Covid-19, pihaknya meminta kepada warga untuk lebih berhati-hati. Sistem keamanan di lingkungan warga diharapkan ditingkatkan.
.
Baca Juga: Mengaku dari Satgas Covid-19, 2 Pelaku Hipnotis Seorang Ibu di Padang

“Masing-masing RW setidaknya telah mempersiapkan tim satgasnya, petugas ronda untuk menyikapi keluar masuk orang setelah kejadian ini. Kami juga telah menyebarkan informasi terkait modus kejahatan ini di grup WhatsApp,” ujarnya.

“Kami di kelurahan juga ada kongsi covid-19 di tingkat RW. Saya meminta warga untuk lebih berhati-hati lagi pasca peristiwa hipnotis ini. Dari dua kejadian warga kami yang menjadi korban, dari ciri-ciri pelaku sama dan modus juga sama,” sambungnya.

Sebelumnya, peristiwa penipuan mengandalkan hipnotis dengan modus menjadi Tim Satgas Covid-19 ini terakhir terjadi pada Senin (9/11/2020). Warga yang menjadi korban terpaksa kehilangan dua gelang emasnya seberat 50 gram.

“Pertama mereka datang di pagar mengaku dari Tim Satgas Covid-19, katanya mau wawancara saya. Dia (pelaku) mengatakan saya terpilih karena sehat selama covid-19,” cerita Erlinda yang menjadi korban.

Pelaku diketahui berjumlah dua orang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Peran pelaku perempuan sebagai eksekutor, sementara laki-laki menunggu di luar rumah.

Korban sempat luluran dengan pelaku dengan mengunakan odol. Di saat inilah pelaku beraksi untuk meminta melepaskan perhiasan korban yang terpasang di tangan. Saat korban membersihkan tangannya ke kamar mandi, pelaku kabur dengan membawa perhiasan. (Irwanda/SS)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre