Penipuan di Medsos Atas Nama Gubernur Mahyeldi, Masyarakat Diimbau Waspada

Penipuan mahyeldi, mahyeldi sekolah tatap muka

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah [Instagram]

Langgam.id – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta masyarakat waspada terhadap oknum yang mencoba melakukan penipuan lewat media sosial facebook dengan mengatasnamakan dirinya.

Hal ini disampaikan Mahyeldi lewat akun instagram resminya, Senin (30/8/2021).

“Akhir-akhir ini banyak laporan ke ambo terkait media sosial khususnya facebook yang mengatas namakan Mahyeldi Ansharullah menghubungi dunsanak melalui pesan secara pribadi,” tulis gubernur dalam postingannya.

Baca juga: Sandiaga Sebut Pantai Padang Cocok Jadi Lokasi Surfing untuk Pemula

Mahyeldi menegaskan dirinya tidak pernah menghubungi siapa pun melalui media sosial. Terlebih dengan niat meminta atau menawarkan sesuatu.

“Dalam kesempatan ini ambo ingin menyampaikan bahwa ambo tidak pernah menghubungi dunsanak di media sosial khususnya facebook dalam bentuk mengirim pesan secara pribadi, berinterkasi, meminta dan menawarkan sesuatu apapun,” katanya.

Ia meminta agar ke depan masyarakat lebih berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahyeldi Ansharullah

Baca Juga

Petugas BPBD evakuasi warga terjebak banjir di Kota Padang.
Banjir Kota Padang, BPBD Klaim Tak Ada Tanggul Jebol
Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).
Cerita Kepsek SMPN 41 Pantau CCTV Saat Banjir Rendam Gedung Sekolah
Kondisi Dadok Tunggul Hitam usai diterjang banjir pada Selasa pagi (3/8/2026).
Begini Kondisi Dadok Tunggul Hitam Usai Diterjang Banjir
SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang usai terdampak banjir, Selasa (4/8/2026).
Banjir Kota Padang, SMPN 41 Padang Masih Dipenuhi Lumpur
Banjir di Kecamatan Kuranji
BNPB: Banjir Rendam 3 Kecamatan di Padang, RSUD Terdampak
15 Titik Wilayah di Padang Terdampak Banjir, BPBD Fokus Evakuasi Warga dan Pendataan
15 Titik Wilayah di Padang Terdampak Banjir, BPBD Fokus Evakuasi Warga dan Pendataan