Pencari Lokan di Agam Belum Ditemukan, Proses Pencarian Kini Libatkan “Orang Pintar”

Pencarian Pencari Lokan yang Hilang di Agam Dihentikan

Proses pencarian orang hilang di Batang Masang, Agam. (Foto: Dok. BPBD Agam)

Langgam.id – Pencari lokan yang hilang di aliran sungai Batang Masang, Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) masih belum ditemukan. Memasuki hari kelima proses pencarian, tanda-tanda keberadaan korban di dasar maupun di aliran sungai belum juga ada titik terang.

Bahkan, pihak keluarga memutuskan untuk melibatkan “orang pintar” atau dukun untuk mencari korban yang diketahui bernama Zainal. Pria 35 tahun ini hilang setelah melakukan penyelaman hingga akhirnya tidak muncul kembali ke permukaan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Syafrizal mengatakan, keterlibatan “orang pintar” dalam proses pencarian itu sesuai permintaan keluarga. Hal ini telah dilakukan sejak pencarian hari keempat.

Namun, kata Syafrizal, selama proses pencarian oleh “orang pintar” tersebut, tim gabungan yang terlibat diminta untuk tidak melakukan proses pencarian. Meskipun demikian, keputusan ini tetap dihargai dan personel gabungan tetap siaga di lokasi.

“Kemarin pihak keluarga meminta sampai pukul 14.00 WIB, karena kearifan lokal katanya. Hari ini juga diminta sampai pukul 13.00 WIB pakai orang pintar pagi, kami menunggu selesai. Setelah kami bergerak melakukan pencarian,” ujar Syafrizal dihubungi langgam.id, Selasa (21/7/2020).

Ia mengungkapkan proses pencarian yang dilakukan tim gabungan akan tetap sampai ke muara sungai. Proses pencarian juga menggunakan sonar atau pendeteksi gelombang suara berfrekuensi tinggi yang dipancarkan ke dasar air. “Sonar itu akurasi juga hanya 40 persen. Kami sekarang titik penyelaman yang memakai peralatan lengkap itu terkendala juga dengan air yang keruh dan sungai itu merupakan habitat buaya,” katanya.

Syafrizal menegaskan tim gabungan akan tetap berupaya melakukan pencarian terhadap korban. Diharapkan, dalam pencarian kelima ini mendapat titik terang. “Sampai sekarang tanda-tanda dari barang milik korban tidak ada. Tapi kami akan tetap berusaha, pencarian nanti sampai pukul 18.00 WIB. Kalau tidak membuahkan hasil, kami lanjutkan besok,” tuturnya.

 

Sebelumnya, korban ketika itu diketahui mencari lokan bersama tiga rekannya Azri (20) dan Wahyu (15) dan Dani (18) pada Jumat (17/7/2020) sekitar pukul 12.00 WIB. Setiba di aliran sungai, mereka langsung masuk ke dalam air dan menyelam.

Tiga rekannya usai menyelam telah kembali ke permukaan. Sementara korban tidak muncul-muncul dari dalam air. Rekan korban sempat menunggu dan memperhatikan sungai dengan seksama. Tapi tidak menemukan riak air sebagai tanda korban masih di dalam sungai. (Irwanda/SS)

Baca Juga

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono mengatakan kerugian akan bencana di Kabupaten Agam diperkirakan mencapai lebih dari Rp6,5 triliun.
Agam Masuki Masa Transisi Menuju Pemulihan, Kerugian Bencana Capai Rp6,5 Triliun
Banjir bandang di Nagari Batang Pisang, Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kabupaten Agam Jumat dini hari (2/1/2026).
Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau, Akses Lubuk Basung–Bukittinggi Terputus
Banjir dan longsor melanda Jorong Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (30/12/2025)
Banjir dan Longsor Landa Salareh Aia Agam, 3 Warga Selamat Usai Sempat Tertimbun
Kitabisa Salurkan Bantuan Rp.1,1 Miliar Untuk Korban Terdampak Bencana di Agam
Kitabisa Salurkan Bantuan Rp.1,1 Miliar Untuk Korban Terdampak Bencana di Agam
Terisolir Akses Putus, Warga di Sejumlah Nagari di Palembayan Butuh Bantuan Sembako
Terisolir Akses Putus, Warga di Sejumlah Nagari di Palembayan Butuh Bantuan Sembako
Bencana banjir bandang (galodo) melanda Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, pada Rabu (26/11/2025) sore. Adanya peristiwa galodo ini
Galodo Terjang Malalak Timur Agam Rabu Sore