Pemprov Sumbar Targetkan Tol Padang-Sicincin Selesai Sebelum Ramadan

Pemprov Sumbar Targetkan Tol Padang-Sicincin Selesai Sebelum Ramadan

Pintu tol Padang- Sicincin di Kota Padang. (Foto: Dok. Humas HK)

Langgam.id — Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menargetkan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru ruas Padang-Sicincin selesai sebelum Ramadan tahun depan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah memyebutkan rencana penyelesaian jalan tol tersebut saat melepas ribuan peserta Sepeda Sehat di Jalan Tol Padang-Sicincin, Minggu (29/10/2023).

Gubernur menyebutkan, iven tersebut turut mensosialisasikan jalur tol kepada masyarakat, yang ditargetkan tuntas pengerjaannya sebelum Ramadan, atau sekitar Maret 2024.

“Hari ini kita bersuka ria, bersepeda sehat semabari melihat keindahan alam yang terbentang di sepanjang jalur tol ini. Mumpun belum beroperasi. Semoga, warga kita semakin semangat dan antusias mendukung kelancaran pembangunan tol kita ini,” kata Mahyeldi dikutip dari laman pemda.

Gubernur menyatakan, berdasarkan hasil diskusinya bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) beberapa waktu yang lalu, pembangunan Tol Padang – Sicincin ditargetkan rampung sebelum Ramadhan tahun depan, atau sekitar Bulan Maret 2024.

“Jika harapan itu terwujud, tentu saat Lebaran nanti tol ini bisa menjadi alternatif untuk mengatasi kemacetan. Sebab, jalur Padang-Padang Pariaman memang selalu macet setiap Lebaran. Mudahan-mudahan sebelum Lebaran itu bisa selesai,” ucao Mahyeldi berharap.

Selanjutnya, Mahyeldi mengajak seluruh masyarakat yang berada di sekitar jalan tol untuk terus mendukung kelancaran pembangunan proyeks strategis nasional (PNS) tersebut. “Yakinlah, segala permasalahan pasti ada jalannya keluarnya. Asal kita bersama-sama membulatkan tekad dan niat untuk pembangunan,” ajaknya.

Sementara itu, Project Director PT Hutama Karya Persero, Sri Hastuti Hardiningsih dalam kesempatan yang sama mengatakan, bahwa pengerjaan Jalur Tol Padang-Pekanbaru, Seksi Padang-Sicincin memilki panjang sekitar 36,15 kilometer (KM).

“Untuk pembebasan lahan, itu sudah mencapai 92,6 persen, sedangkan proges fisiknya yang sedang berlangsung saat ini adalah 41, 5 persen. Mudah-mudahan support dari masyarkat tetap mendukung keberlangsungan pembangunan Jalan Tol,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar Maifrizon juga melaporkan, bahwa terselenggaranya iven Sepeda Sehat di Jalur Tol tersebut berkat gagasan dan inisiator Forkopimda Sumbar dan beberapa unsur lainnya.

“Dengan adanya iven Sepeda Sehat, Alhamdulillah masyarakat menjadi tahu bahwa di Sumbar ini ada Jalan Tol. InsyaAllah dalam waktu yang tidak lama lagi, bisa dilewati oleh oleh kendaraan,” ujar Maifrizon.

Di samping itu, sambung Maifrizonk, kegiatan tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95. Setiap peserta dalam kegiatan ini ditantang untuk melewati jalur tol sepanjang 4,5 KM, dan berputar kembali sepanjang 4,5 KM. Panitia turut menyediakan hadiah kejutan berupa 16 unit sepeda dalam iven ini.

“Mudah-muhan masyarakat dapat melihat sisi positif pembangunan jalan tol ini. Terima kasih kita ucapkan kepada semua pihak yang mendukung, seperti Bank Nagari, Bank Indonesia, Dinas Kesehatan, Dinas pertanian, dan pihak-pihak pihak lainnya,” tutur Maifrizon. (*/Fs)

Baca Juga

Ilustrasi
Siswi SD Negeri 33 Rawang Padang Meninggal Dunia, Diduga Korban Perundungan
Wanita di Pasaman Dipersekusi
Polwan Polda Sumbar Diduga Alami Pelecehan Seksual, Pelaku Perwira Pangkat AKBP 
Respons Wali Kota Bukittinggi usai Dipolisikan di Polemik Lahan Universitas Fort De Kock
Respons Wali Kota Bukittinggi usai Dipolisikan di Polemik Lahan Universitas Fort De Kock
Rumah gadang agam terbakar
Pasutri Meninggal Saat Kebakaran di Padang Pariaman, Jasad Ditemukan dalam Kamar
Ilustrasi kebakaran
Kebakaran Pasar Kayu Tanam, 15 Toko Hangus Dilalap Api
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa penanganan dampak bencana hidrometeorologi tidak boleh dibebankan
Gubernur Layangkan Teguran untuk 12 Kabupaten/Kota, Susun Perkada Tanpa Fasilitasi Pemprov