Langgam.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah dalam tiga hari ke depan, 11-13 September 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi selaku Kepala BPBD Ex-Officio, meminta masyarakat, terutama yang berada di kawasan rawan bencana, mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di daerah rawan banjir dan longsor. Perhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera mengambil langkah penyelamatan apabila terjadi hujan lebat dalam waktu yang cukup lama,” ujar Arry Yuswandi di Padang, Jumat (11/9/2026).
Peringatan tersebut menyusul informasi dari Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau terkait potensi cuaca ekstrem di Sumatera Barat pada 11-13 September 2026.
Berdasarkan pemetaan BMKG, wilayah yang berada dalam status SIAGA meliputi Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok.
Sementara itu, status WASPADA meliputi Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, Sijunjung, Dharmasraya, dan Solok Selatan serta wilayah sekitarnya.
Arry meminta BPBD kabupaten dan kota bersama unsur terkait meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan selama periode tersebut. Koordinasi juga perlu diperkuat untuk memastikan penanganan dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi bencana.
Masyarakat juga diminta mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing dan tidak mengabaikan peringatan dini.
“Jika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama, debit sungai mulai meningkat, atau masyarakat melihat tanda-tanda pergerakan tanah maupun longsoran, segera menjauh dari lokasi berbahaya dan mencari tempat yang lebih aman. Jangan mengambil risiko,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, menjelaskan potensi peningkatan hujan dipengaruhi dinamika atmosfer yang sedang aktif di wilayah Sumbar.
Sejumlah faktor yang mendukung pertumbuhan awan hujan antara lain Gelombang Rossby Equatorial, daerah pertemuan arus angin atau konvergensi, serta belokan angin (shearline).
Selain itu, anomali suhu muka laut di perairan barat Sumbar yang terpantau positif turut mendukung peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan secara intensif di sejumlah wilayah.
Pemprov Sumbar mengimbau masyarakat memperbarui informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Informasi terkini dapat dipantau melalui aplikasi InfoBMKG, akun Instagram @bmkgminangkabau, maupun layanan WhatsApp BMKG di nomor 0812-6812-5907. (HER)





